Bedah Buku – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Tue, 27 Aug 2024 07:30:12 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png Bedah Buku – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Gelar Bedah Buku Tentang Intelijen https://ubharajaya.ac.id/universitas-bhayangkara-jakarta-raya-gelar-bedah-buku-tentang-intelijen/ Tue, 14 Feb 2023 03:01:56 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=4277 Bekasi – Dunia intelijen selalu menarik dan relevan dengan perkembangan zaman. Penuh rahasia, serba tertutup tetapi membutuhkan kapasitas intelektual yang baik. Intel, reserse dan akademisi adalah satu kluster yang saling terkait satu sama lain. Indonesia masih membutuhkan banyak ahli-ahli intelijen untuk kepentingan negara. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Keamanan Nasional Ubhara Jaya, Prof Hermawan Sulistyo, Ph. D atau akrab disapa Prof Kikiek dalam acara bedah buku ‘Pembangunan Jaringan’ di Kampus 2 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Kamis pagi (9/2/2023).

Buku yang ditulis intelijen senior Yohannes Wahyu Saronto ini mengupas banyak hal tentang konsep, metode dan pengembangan jaringan. Bukan hanya untuk organisasi intelijen tetapi juga untuk bisnis, sosial dan pendidikan. “Buku ini untuk kebutuhan masyarakat. Saya tulis bukan hanya untuk komunitas intelijen. Tetapi terkait masalah-masalah ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan. Buku ini bisa digunakan siapa saja. Karena buku ini ada di pasaran,” jelas Wahyu Saronto.

Menurut Laksda TNI Ivan Yulivan, salah satu penanggap dalam Bedah Buku ini, mengatakan, “Dengan teknologi canggih dan jaringan, saat ini orang bisa diam di rumah tetapi informasi masuk dengan sendirinya, alat dan senjata bisa dikendalikan dari jauh. Ini sudah mulai berkembang dalam peperangan di beberapa negara,” ujar Ivan yang merupakan Staf Ahli Kepala BIN Bidang Hankam.

Deputy Editor iNews TV, jurnalis senior, Aiman Witjaksono yang turut hadir sebagai penanggap menyampaikan, “Profesi intelijen tidak jauh berbeda dengan profesi jurnalis. Kemampuan insting yang tajam dalam melihat isu dan dukungan teknologi open source intelligent (osint) akan menghasilkan produk yang luar biasa,” ujar Aiman.

Lebih jauh, ia mengatakan, kemampuan organisasi dalam membangun jaringan akan mendorong munculnya kualitas analisis, kecepatan bergerak dan ketepatan memilih sasaran atau segmen pasar. “Kemampuan tersebut dibutuhkan bukan saja untuk organisasi intelijen tetapi juga bagi organisasi bisnis, lembaga nonprofit dan bahkan organisasi pendidikan seperti kampus dan sekolah,”ucapnya lagi.

Sementara, dalam sambutannya, Rektor Ubhara Jaya Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Bambang Karsono, SH, MM mengapresasi keberadaan Buku Intelijen dengan judul “Pembangunan Jaringan” yang ditulis oleh Yohanes Wahyu Saronto. Menurutnya buku ini akan membuat masyarakat bisa lebih mengenal dunia intelijen. 

“Jadi ada dua hal. Yang pertama, semua bisa belajar dengan baik mengenai perkembangan intelijen di Indonesia. Yang kedua, buku ini juga bisa sebagai dasar mahasiswa, dalam rangka mengembangkan wawasan kebangsaan dan security yang menjadi kekhasan Ubhara Jaya,” jelas Rektor Ubhara Jaya.

Acara bedah buku ini dibuka oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Brata Bhakti Jenderal Pol (p) Prof. Dr. Chaeruddin Ismail, SH, MH, dan dihadiri sekitar 50 orang jaringan komunitas intelijen dari berbagai kelompok antara lain mantan Ketua KPK Saut Situmorang dan Irjen Pol (p) Bibit Samad Riyanto, Ketua Dewan Analisis Strategis Badan Intelijen Negara Letjen TNI (p) Dr. M. Munir, mantan Dubes Mexico Komjen Pol (p) Ahwil Luthan, Mantan Dubes Timor Timut Bey Sofwan, Mantan Kepala BNPT Ansaad Mbai dan mantan Kepala BNN Komjen Pol (Purn) Togar M. Sianipar.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Peluncuran dan Bedah Buku “POLRI Dalam Dinamika Sejarah” https://ubharajaya.ac.id/peluncuran-dan-bedah-buku-polri-dalam-dinamika-sejarah/ Mon, 05 Aug 2019 13:23:56 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=2192 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) dibawah naungan Yayasan Brata Bhakti (YBB) dan Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI) menyelenggarakan acara peluncuran dan bedah buku “POLRI Dalam Dinamika Sejarah” karya Almarhum Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA dan Dr. G. Ambar Wulan, M.Hum yang juga hadir sebagai narasumber. Digelar pada Selasa (30/7/2019)  di Auditorium Grha Tanoto Kampus II Ubhara Jaya, Bekasi.

Acara bedah buku ini dihadiri oleh Irwasum POLRI Komjen Polisi Drs. Moechgiyarto, S.H., M.Hum mewakili Kapolri Jendral Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D yang berhalangan hadir. Tamu yang hadir pada acara ini antara lain, Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti (YBB) Jendral Polisi (Purn) Dr. Drs. Chaerudin Ismail, SH, MH, Sekjen YTKI, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahwil Lutan, SH., MBA., M.M., Ketua pengurus Yayasan Brata Bhakti, Irjen. Pol (P) DR. Drs. E. Winarto. SH.MSi dan para pejabat-pejabat utama Mabes POLRI. Hadir sebagai pembicara diantaranya,  Prof. DR. Taufik Abdulah, Brigjen Pol. Drs. Istu Hari Winarto SH.MM, dan Ketua Pusat Kajian Keamanan Nasional Ubhara Jaya Prof. Hermawan Sulistyo, MA, PhD, APU.

Dalam sambutannya, Rektor Ubhara Jaya Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., mengucapkan terima kasih dengan penuh rasa hormat kepada para tamu undangan dan Pejabat Utama Mabes POLRI karena telah memberikan kepercayaan kepada Ubhara Jaya untuk peluncuran dan bedah buku “Polri dalam Dinamika Sejarah”. Dalam kesempatan ini Rektor menyampaikan, dengan diselenggarakannya acara ini diharapkan dapat lebih memberikan motivasi serta semangat kepada Dosen dan Mahasiswa untuk meningkatkan produktifitas dalam melakukan penelitian serta penulisan buku guna dipublikasikan pada jurnal ilmiah yang bereputasi. Beliau melanjutkan “Segenap civitas akademika Ubhara Jaya akan senantiasa mengenang jasa dan pengabdian yang luar biasa dari Bapak Jenderal Polisi (Purn) Prof. Awaloeding Djamin, MPA. Karena sepanjang karir hingga akhir hayat, beliau masih terus berkarya dan terus menjadi inspirator bagi kita semua, bagi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, bagi Bangsa dan Negara”, pungkasnya.

Dalam kesempatanya, Irwasum POLRI Komjen Polisi Drs. Moechgiyarto, S.H., M.Hum mewakili Kapolri menjelaskan tentang riwayat hidup Almarhum Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA. Selanjutnya beliau mengungkapkan bahwa mengenai kesadaran kedudukan sejarah sebagai sesuatu yang penting dalam kehidupan. Salah satunya adalah kehidupan Institusi POLRI dan Dinamika sejarah POLRI tidak terlepas dari Dinamika Sejarah Negara Republik Indonesia dimana POLRI senantiasa menjadi unsur penting dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. “Buku “POLRI Dalam Dinamika Sejarah” ini mencakup sejarah POLRI dari periode pra Kemerdekaan sampai Pasca kemerdekaan . Pada masa kolonial Belanda di Indonesia , Praktik Pemolisian sudah dikenal pada zaman kuno termasuk ketika bangsa ini hidup dalam sistem kerajaan”, pungkasnya.

Acara inti bedah buku ini sendiri dimulai oleh moderator yang merupakan Ketua pengurus  YBB, Irjen. Pol (P) DR. Drs. E. Winarto. SH.Msi. Sesi pertama, Dr. G. Ambar Wulan, M.Hum menjelaskan tentang bagaimana sebuah konstruksi dinamika sejarah POLRI beliau susun bersama  Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA. “Untuk memahami polisi, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus memahami sejarah POLRI terlebih dahulu. Ini yang mendasari kegusaran dan kegelisahan beliau (Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA) mengenai minimnya lteratur tentang sejarah POLRI.

Prof. Dr. Taufik Abdullah pada kesempatanya menyatakan “melihat judul buku ini, saya lihat ini bukan merupakan judul yang diberikan oleh POLRI, tetapi judul yang biasa digunakan oleh orang (ahli) sejarah, buku ini menceritakan sejarah Kepolisian dan Periodisasi yang digunakan sesuai dengan struktur politik”, Ungkapnya.

Pada sesi selanjutnya, Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, MA, Ph.D, APU memuji buku ini, menurutnya buku ini merupakan buku sejarah POLRI yang paling lengkap. “Saya menulis beberapa buku dengan tema yang sama, saya senang karena buku ini merupakan buku sejarah POLRI yang paling lengkap, namun sayangnya, buku ini naratif dan kurang analitik” ungkapnya. Sesi terakhir, Brigadir Jenderal Polisi Drs. Istu Hari Winarto, SH, M.M yang merupakan Ka. Pusat Sejarah POLRI memberikan usulan mengenai penambahan judul dan catatan terkait buku ini.

Dalam kegiatan ini, dibagikan buku “Polri dalam dinamika sejarah “ kepada 23 perwakilan peserta Bedah Buku dan keluarga Almarhum Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA dan juga kepada seluruh peserta Bedah buku,  dengan harapan pemahaman terhadap Sejarah Polri dapat menjadikan Polri kearah yang lebih baik.

Tim Media Ubhara Jaya

]]>
Hadir Dalam Acara Bedah Buku di Ubhara Jaya, Kapolri Tito Karnavian Kagumi Sosok dan Buku Prof. Awaloedin DJamin https://ubharajaya.ac.id/hadir-dalam-acara-bedah-buku-di-ubhara-jaya-kapolri-tito-karnavian-kagumi-sosok-dan-buku-prof-awaloedin-djamin/ Thu, 31 Jan 2019 04:24:53 +0000 http://ubharajaya.ac.id/?p=1966 Bekasi – Sepertinya Nama Tito Karnavian sebagai Kapolri sudah tidak lagi asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namanya turut melambung seiring dengan meningkatnya respon positif masyarakat dan pemberitaan media akan kinerja Polri belakangan ini. Tak heran, kisah dan prestasi gemilangnya direkam dalam banyak buku, salah satunya Buku dengan tajuk “Dengan Promoter Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. Meningkatkan Kinerja dan Citra Polri” hasil guratan tangan Tokoh Polisi Senior Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA. “Jujur Saya kurang nyaman dengan judulnya. Seolah-olah Saya sudah berhasil mengangkat kinerja dan citra polri. Sementara Saya belum berbuat banyak untuk bangsa dan Polri. Saya sendiri menulis beberapa buku tapi tentang konsep dan pemikiran. Bukan tentang pribadi. Saya tidak ingin populer secara pribadi, ”ungkap Kapolri Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D.

Tito melanjutkan, “Ada beberapa rekan yang menulis buku, bahkan biografi yang mengaitkan nama saya. Namun Saya menolak datang ke acara bedah bukunya. Tapi kali ini Saya bersedia datang karena penulisnya adalah sosok luar biasa yang Saya kagumi atas intelektualitas, integritas, dan semangat dedikasinya pada kemajuan institusi Polri.” Kedatangan yang dimaksud Tito adalah acara peluncuran dan bedah buku yang diselenggarakan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) bersama Yayasan Brata Bhakti (YBB) dan Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI) di Auditorium Ubhara Jaya Kampus II Bekasi, Kamis (24/1).  Tito hadir sebagai keynote speaker.

Acara bedah buku karya Prof. Dr. Awaloedin Djamin, MPA tersebut dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D,  didampingi sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri. Tamu yang hadir antara lain Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti (YBB) Jenderal Polisi (Purn) Drs. Sutanto yang juga mantan Kapolri, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahwil Lutan, SH., MBA., M.M. selaku Sekjen YTKI dan Irjen Polisi (Purn) Drs. S.A. Soepardi, M.M Ketua Pengurus YBB. Mewakili penulis buku, Soenarjanto Indratono, salah satu anggota keluarga penulis membeberkan latar belakang penulisan buku yang berasal dari keberhasilan Polri dalam melaksanakan pengamanan event-event besar di Indonesia seperti Asian games,  Asian Paragames,  IMF World Bank,  dan pengamanan Natal yang berlangsung secara aman dan kondusif.  Berbagai lembaga survei juga mengulas tentang keberhasilan-keberhasilan Polri.

“Buku ini merupakan kumpulan tulisan Prof. Awaloedin untuk mendukung tugas Tito sejak awal menjabat sebagai Kapolri. Selaku Ketua Penasihat Ahli Kapolri, Prof. Awaloedin senantiasa menyumbangkan pemikiran dan masukannya kepada Kapolri untuk menyempurnakan implementasi Program Promoter Polri,” katanya.

Tito sendiri turut berterimakasih dan kagum  kepada penulis atas keberhasilannya dalam menyusun buku yang mengangkat upaya Kapolri dalam mengimplementasikan Program Promoter. “Di awal masa kepemimpinannya sebagai Kapolri, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri berada pada posisi ketiga terendah. “Program Promoter telah memberikan hasil positif yang signifikan. Saat ini Polri berada pada posisi ketiga dengan tingkat kepercayaan terbaik. Kami akan terus meningkatkan kinerja agar semakin baik,” tegasnya. Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan bedah buku dengan menghadirkan empat pakar dengan ragam latar belakang yang berbeda. Ada di antaranya Peneliti senior LIPI/Ketua Pusat Kajian Keamanan Nasional Ubhara Jaya Prof. Hermawan Sulistyo, MA, PhD, APU, Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar,MH, mantan Rektor Pertama Ubhara Jaya Prof. Korsparmono Irsan SH, MM, dan Dr. Drs. Winarto, SH, MSi. Bertindak sebagai moderator adalah Ketua Pengurus YBB, Drs. SA Supardi, MM.

Sebelumnya, Rektor Ubhara Inspektur Jenderal Polisi (P) Dr. H. Bambang Karsono Drs., SH, M.M, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kapolri dan para  undangan.  Rektor berharap, kegiatan ini dapat lebih memberikan inspirasi, motivasi serta inovasi kepada civitas akademika Ubhara jaya terutama bagi dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan produktivitas dalam penulisan buku-buku serta karya ilmiah.

“Semoga para tamu undangan dapat mengenal lebih dekat keberadaan Ubhara Jaya yang didirikan pada tahun 1995 oleh Kapolri waktu itu selaku eks officio sebagai ketua Yayasan Brata Bhakti Polri,”sebutnya kemudian. Rektor juga menjelaskan peluncuran dan bedah buku ini merupakan prakarsa dari Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI) dan Yayasan Brata Bhakti (YBB) yang diselenggarakan di Ubhara Jaya.

“Mewakili seluruh  Civitas Akademika Ubhara Jaya, Saya menghaturkan apresiasi yang luar biasa kepada Bapak Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Awaludin Djamin, MPA atas dedikasinya selama ini dan terus menjadi inspirator bagi kita semua, bagi Ubhara Jaya“.

Tim Media Ubhara Jaya

]]>