Biro Kemahasiswaan – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Tue, 26 Nov 2024 09:47:48 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png Biro Kemahasiswaan – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 BEM Ubhara Jaya Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (LDKM-TD) https://ubharajaya.ac.id/bem-ubhara-jaya-gelar-latihan-dasar-kepemimpinan-mahasiswa-tingkat-dasar-ldkm-td/ Mon, 25 Nov 2024 03:27:12 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13654 Bekasi – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (LDKM-TKD), di Kampus II, Bekasi, Sabtu (23/11/2024). Kegiatan ini diikuti sejumlah mahasiswa baru angkatan 2024. 

LDKM-TD tahun 2024 ini mengusung tema How To Form a Leadership Spirit in Student Who Are Wise. Para pemateri yang dihadirkan yakni para alumni Ubhara Jaya seperti Maizal Alvian, S.T., M.AP yang membawa materi tentang manajemen organisasi. 

Kemudian pemateri Eko Pratama, S.KH., M.H yang menyampaikan tentang manajemen aksi, manajemen isu dan manajemen kritik. Selanjutnya pemateri ketiga tentang sejarah pergerakan mahasiswa yang disampaikan Muksin Mahu, S.H. Para mahasiswa ini juga dibekali dengan ilmu public speaking oleh Farhan Adnan, S.H. Di sesi terakhir peserta diajarkan soal Kepemimpinan oleh Hazman Ustahaa Mudabbirun.

Maizal Alvian, S.T., M.AP membawa materi tentang manajemen organisasi (Foto: Dok BEM Ubhara Jaya)

Baca Juga: Biro Kemahasiswaan Ubhara Jaya Gelar Webinar Bimbingan Konseling untuk Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Akademik

Acara selanjutnya, mahasiswa mengikuti acara Bharahome Coming yang diisi dengan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni divisi seni musik, divisi tari tradisional dan divisi dance.

Diketahui jika, LDKM memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa. Program ini menantang mereka untuk tidak hanya menjadi pemimpin bagi masyarakat, tetapi juga melatih tanggung jawab terhadap diri sendiri dan mempersiapkan mental dalam menghadapi berbagai tantangan.

Baca Juga: Kemahasiswaan Ubhara Jaya Luncurkan Grup WhatsApp Lowongan Pekerjaan Untuk Alumni

Agenda ini tidak sekadar menjadi wadah kegiatan, tetapi bertujuan membentuk mahasiswa yang berintegritas, disiplin, dan memiliki karakter yang kuat agar mereka meraih cita-cita. Selain itu, LDKM juga dirancang untuk membekali mahasiswa menghadapi tanggung jawab dan risiko yang mungkin muncul sepanjang perjalanan.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Apa Itu Psychological First Aid? Dosen Pembimbing Akademik Wajib Tahu https://ubharajaya.ac.id/apa-itu-psychological-first-aid-dosen-pembimbing-akademik-wajib-tahu/ Tue, 10 Sep 2024 06:23:57 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13066 Bekasi – Psychological First Aid (PFA) yang wajib diketahui dosen pembimbing akademik di sejumlah perguruan tinggi salah satunya Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya). PFA ini dirancang untuk mengurangi dampak psikologis yang dialami penyintas dan membantu mereka mengembangkan koping fungsional, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Dr. Suzy Yusna Dewi, dr., Sp.KJ., Subsp A.R.(K), MARS dalam materinya di webinar bimbingan konseling yang diselenggarakan Biro Kemahasiswaan dan Bimbingan Konseling (Romawa-BK) Ubhara Jaya menekankan pentingnya PFA untuk dosen pembimbing akademik. Psikiater di RS Soeharto Heerdjan menjabarkan dalam konteks kampus, PFA dapat diterapkan untuk dosen pembimbing akademik yang mengalami krisis.

“Krisis seperti tekanan kerja atau stress, konflik dengan mahasiswa atau rekan kerja, kejadian traumatis, masalah keluarga, masalah finansial dan sebagainya,” ucapnya, Jumat (6/9/2024).

Dr. Suzy pun menjelaskan tentang cara mendeteksi gangguan mental di lingkungan kampus terutama dosen pembimbing akademik. Deteksi dini ini penting untuk mencegah masalah serius.

Baca Juga: Biro Kemahasiswaan Ubhara Jaya Gelar Webinar Bimbingan Konseling untuk Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Akademik

Adapun tanda-tanda yang bisa dilihat yakni perubahan perilaku. Setidaknya ada tiga perubahan perilaku yang perlu dilihat yakni, penurunan kinerja, isolasi sosial dan perubahan mood.

“Dosen yang sebelumnya produktif mungkin mulai menunjukkan penurunan kinerja, seperti terlambat menyerahkan laporan atau absen dari pertemuan penting,” katanya.

Tanda selanjutnya bisa dilihat dari fisik seperti kelelahan berlebihan, perubahan berat badan dan gangguan tidur. Adapun ciri selanjutnya dilihat dari tanda emosional dimana ada keputusasaan yang ditampilkan dengan ekspresi verbal atau non-verbal dari keputusasaan atau rasa tidak berdaya.

Webinar bimbingan konseling yang diselenggarakan Biro Kemahasiswaan dan Bimbingan Konseling (Romawa-BK) Ubhara (Foto: Dok Biro Kemahasiswaan dan Konseling)

“Seperti mengatakan “Saya merasa tidak ada harapan” atau “Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi”,” ucapnya.

Sementara emosional kedua yakni mengalami kesulitan konsentrasi. Misalnya sulit fokus dalam rapat atau saat memberikan bimbingan kepada mahasiswa. Kemudian deteksi selanjutnya bisa dilihat dari tanda sosial. Ada penurunan minat pada aktivitas sosial dan perubahan dalam cara berkomunikasi. 

Adapun pendekatan untuk mendeteksi masalah kesehatan mental di lingkungan kampus ini bisa dilakukan dengan lima cara yaitu observasi harian, komunikasi terbuka, survei atau kuesioner, mengamati perubahan dalam aktivitas kampus dan intervensi dini. Sementara cara untuk memberikan penanganan kesehatan mental pada dosen pembimbing akademik ini bisa dilakukan dengan memberikan dukungan secara emosional, intervensi profesional.

Baca Juga: Psikolog Klinis Ubhara Jaya Kupas Cara Meningkatkan Wellbeing Pada Mahasiswa

Sementara untuk mencegah permasalahan kesehatan mental di lingkungan kampus, Dr Zusi menyatakan tiga point yakni menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, pelatihan dan workshop dan promosi kesehatan mental.

“Kampus dapat mengadakan kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental. Penyediaan akses mudah ke layanan kesehatan mental bagi seluruh staf akademik,” ucapnya.

Perlu diketahui jika kampus Ubhara Jaya juga memberikan layanan konsultasi dengan psikolog untuk mahasiswa dan pegawai di lingkungan kampus. Adapun alurnya yakni;

1. Klien mendaftar melalui Google Form atau mendapat rujukan dari dosen pembimbing akademik (PA) untuk mahasiswa/i

2. Biro kemahasiswaan dan Bimbingan Konseling akan mengatur jadwal konsultasi psikologi

3. Klien melakukan konsultasi dengan psikolog

4. Psikolog akan mengisi rekam medis melalui Google Form

Klien nantinya akan dilayani oleh empat psikolog kompeten yakni Sarita Candra Merida, M.Psi, Lenny Utama, M.Psi, Rika Fitriyana, M.Psi, Ferdy Muzammil, M.Psi.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Biro Kemahasiswaan Ubhara Jaya Gelar Webinar Bimbingan Konseling untuk Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Akademik https://ubharajaya.ac.id/biro-kemahasiswaan-ubhara-jaya-gelar-webinar-bimbingan-konseling-untuk-mahasiswa-dan-dosen-pembimbing-akademik/ Fri, 06 Sep 2024 09:34:33 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13048 Bekasi – Biro Kemahasiswaan dan Bimbingan Konseling (Romawa-BK) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menggelar webinar tentang Bimbingan Konseling untuk Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Akademik di Lingkungan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Tahun 2024, Jumat (6/9/2024). Kegiatan ini digelar dengan dua sesi yakni pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB dan pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Adapun narasumber pertama yakni Sarita Candra Merida, M.Psi., Psikolog dan Dr.dr.Suzy Yusna Dewi, Sp.KJ., Subsp A.R (K) MARS. Wakil Rektor III Ubhara Jaya, Dr. Zahara Tussoleha Rony, S.Pd, M.M mengatakan dua materi yang disampaikan ini sangat penting untuk mahasiswa dan dosen di lingkungan Ubhara Jaya.

“Ini memiliki tujuan sangat penting dalam konten pendidkan khusnya di Ubhara Jaya. Ada dua hal peningkatan kesehataan atau yang sering disebut terminologinya wellbeing untuk mahasiswa dan dosen di lingkungan Ubhara Jaya,” ucapnya saat membuka webinar.

Baca Juga: Intip Layanan Klinik Pratama Ubhara Jaya, Ada Dokter Umum, Gigi hingga Psikolog

Dr Zahara pun berharap agar webinar ini bisa dimanfaatkan secara maksimal baik oleh para peserta. Khusus untuk para dosen yang menjadi Pembimbing Akademik (PA), diharapkan materi yang disampaikan bisa menambah keterampilan dalam membimbing mahasiswa.

“Mudah-mudahan webinar pada kali ini akan membantu menambah meningkatan keterampilan bagaimana dosen atau Pembimbing Akademik dapat membimbing di awal-awal dalam tahap kursial ini,” ucapnya.

Tim Media dan Publikasi 

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>