Dosen – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Thu, 25 Jun 2026 11:58:20 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png Dosen – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Dosen Ubhara Jaya Dampingi UMKM Desa Kedung Pengawas Urus NIB dan QRIS untuk Tingkatkan Daya Saing Usaha https://ubharajaya.ac.id/dosen-ubhara-jaya-dampingi-umkm-desa-kedung-pengawas-urus-nib-dan-qris-untuk-tingkatkan-daya-saing-usaha/ Thu, 25 Jun 2026 11:58:19 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=17950 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan bertajuk Pendampingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Digital Payment-QRIS dalam Pemberdayaan UMKM di Desa Kedung Pengawas Kabupaten Bekasi ini dilaksanakan di Aula RW 12 Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Kegiatan PKM dipimpin oleh Rakhmat Purnomo, S.Pd., S.Kom., M.Kom. sebagai ketua tim, didampingi oleh Tri Dharma Putra, S.T., M.Sc., Ahmad Fathurrozi, S.E., M.M.S.I., dan Agus Dharmanto, S.E., M.M. Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku UMKM yang berada di lingkungan RW 12 Desa Kedung Pengawas.

Melalui program ini, tim dosen Ubhara Jaya memberikan pendampingan langsung kepada peserta dalam proses pengurusan legalitas usaha melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) hingga penerapan sistem pembayaran digital berbasis QRIS. Pendampingan dilakukan secara praktis dengan menggunakan perangkat telepon pintar milik masing-masing peserta sehingga mereka dapat mengikuti setiap tahapan secara langsung.

Ketua tim PKM, Rakhmat Purnomo, S.Pd., S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa legalitas usaha dan transformasi digital merupakan dua fondasi penting bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing di era ekonomi digital.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu UMKM agar dapat naik kelas dengan memiliki identitas usaha yang sah melalui NIB sekaligus memanfaatkan teknologi pembayaran digital QRIS yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain membantu peserta memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai manfaat QRIS sebagai sarana pembayaran non-tunai yang dapat menerima transaksi dari berbagai aplikasi perbankan maupun dompet digital seperti GoPay, OVO, Dana, dan ShopeePay melalui satu barcode. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai mekanisme pencairan dana digital (settlement) serta manfaat tarif Merchant Discount Rate (MDR) khusus UMKM.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan dampak yang nyata. Para peserta berhasil memiliki akun OSS-RBA yang aktif, memperoleh dokumen NIB sebagai legalitas usaha, serta mendapatkan akses untuk mengajukan QRIS sebagai sarana transaksi digital. Beberapa peserta bahkan dapat langsung melakukan uji coba transaksi digital yang dipandu oleh tim dosen di lokasi kegiatan.

Salah satu peserta mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

“Awalnya saya mengira mengurus izin usaha itu rumit dan membutuhkan biaya besar. Setelah didampingi langsung oleh tim dosen dan mahasiswa, ternyata proses pembuatan NIB gratis dan cukup mudah. Sekarang usaha saya juga sudah memiliki QRIS sendiri sehingga pelanggan bisa membayar menggunakan berbagai aplikasi e-wallet,” tuturnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan Desa Kedung Pengawas yang menilai kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan pengabdian masyarakat ini karena warga tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung didampingi praktik. Dengan legalitas usaha dan sistem transaksi digital yang dimiliki, kami berharap UMKM di lingkungan kami dapat berkembang dan lebih mudah mengakses permodalan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan PKM ini, Ubhara Jaya terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi dan inovasi.

]]>
Dosen Ubhara Jaya Kembangkan Olimpiade PRISMA Daring, Hadirkan Inovasi Kompetisi Digital yang Transparan dan Andal https://ubharajaya.ac.id/dosen-ubhara-jaya-kembangkan-olimpiade-prisma-daring-hadirkan-inovasi-kompetisi-digital-yang-transparan-dan-andal/ Mon, 04 May 2026 08:37:11 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=17665 Bekasi – Dosen Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya), Dr. H. Tri Ginanjar Laksana, S.Kom., MCs., M.Kom, menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Bertempat di Aula Gedung TK Bintang Digital Kids, Perumahan Puri Hasana Blok A1 & A2, Luwung (Depan SDN 2 Luwung), Dr. Tri Ginanjar resmi menghadirkan inovasi terbaru dalam dunia pendidikan melalui penyelenggaraan Olimpiade PRISMA Daring pada 6-11 April 2026. Platform ini digunakan dalam kompetisi yang diselenggarakan bekerja sama dengan Bimbel Star, sebagai upaya mendorong transformasi digital dalam pelaksanaan olimpiade akademik. 

Sebagai pengembang utama, Dr. Tri Ginanjar menegaskan bahwa aplikasi PRISMA Daring dirancang dengan arsitektur sistem yang kuat dan berorientasi pada performa tinggi. “Kami memastikan platform ini memiliki stabilitas yang baik untuk menangani akses peserta dalam jumlah besar secara bersamaan tanpa gangguan teknis,” ujarnya.

Selain itu, aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam pengembangan sistem ini. PRISMA Daring telah dilengkapi dengan fitur proctoring atau pengawasan digital guna menjaga integritas ujian dan meminimalisir potensi kecurangan selama kompetisi berlangsung.

Tidak hanya unggul dari sisi teknis, Dr. Tri Ginanjar juga menekankan pentingnya pengalaman pengguna (user experience). Antarmuka aplikasi dirancang sederhana dan ramah bagi anak-anak, sehingga peserta dapat lebih fokus dalam mengerjakan soal tanpa terkendala penggunaan teknologi.

Lebih lanjut, Dr. Tri Ginanjar menjelaskan bahwa kehadiran PRISMA Daring merupakan solusi atas berbagai kendala yang sering muncul dalam kompetisi luring. “Melalui sistem ini, proses distribusi soal dan kebutuhan tempat dapat diminimalisir. Penilaian juga dilakukan secara otomatis oleh sistem, sehingga hasilnya lebih transparan, objektif, dan akurat,” jelasnya.

Dalam implementasinya, sistem kompetisi PRISMA Daring menerapkan aturan penilaian yang jelas, di antaranya tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban yang salah. Apabila terjadi skor imbang, maka peringkat ditentukan berdasarkan kecepatan waktu pengerjaan peserta. Kompetisi ini juga dibagi ke dalam beberapa level, yakni Level 1, 2, 2+, dan 3, yang mencakup berbagai wilayah unit Bimbel Star seperti Mundu, Luwung, Kesambi, dan lainnya.

Olimpiade PRISMA Daring ini mendapat respons positif dari peserta dan masyarakat. Inovasi yang dihadirkan oleh Dr. Tri Ginanjar diharapkan dapat menjadi model pengembangan kompetisi digital yang lebih modern, efisien, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi.

Melalui karya ini, Dr. Tri Ginanjar Laksana turut menunjukkan kontribusi nyata dosen Ubhara Jaya dalam pengembangan teknologi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di era digital.

Ubhara Jaya melalui Fakultas Ilmu Komputer menyampaikan harapannya agar inovasi ini dapat terus dikembangkan dan diadopsi secara lebih luas di berbagai institusi pendidikan di Indonesia. Selain itu, Ubhara Jaya berharap kehadiran PRISMA Daring mampu mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Kontak Resmi:
Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas: +62 878-4162-4810

]]>
Terbuka Untuk Dosen Ubhara Jaya, Beasiswa DIKTI-Coventry University 2024 Dibuka https://ubharajaya.ac.id/terbuka-untuk-dosen-ubhara-jaya-beasiswa-dikti-coventry-university-2024-dibuka/ Wed, 19 Jun 2024 06:26:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10660 Bekasi – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi mengumumkan pembukaan pendaftaran Program Beasiswa DIKTI – Coventry University tahun 2024. Program ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualifikasi dosen pada perguruan tinggi penyelenggara pendidikan akademik di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Dilansir dari portal resmi Kemendikbud disebutkan jika beasiswa yang ditawarkan mencakup program persiapan jenjang doktor (pre-doctoral course program) dan program doktor (doctoral scholarship program) di Coventry University, Inggris. Program ini merupakan peluang emas bagi dosen-dosen di Ubhara Jaya untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan kemampuan riset mereka di salah satu universitas terkemuka di Inggris.

Dalam pengumuman resminya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi mengundang para dosen dari institusi-institusi yang memenuhi persyaratan untuk segera mendaftar. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman https://beasiswadosen.kemdikbud.go.id dan batas waktu pendaftaran adalah hingga 14 Juli 2024.

Baca Juga: Cerita Wisudawan Terbaik Putri Ayuni Agustina, Lulus Ubhara Jaya Tanpa Skrip

Syarat Pendaftaran

1) Persyaratan pendaftar Pre-doctoral Course Program, yaitu:

a. Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan KTP atau paspor yang masih berlaku;

b. Berusia maksimal 40 tahun per 31 Desember 2024;

c. Berstatus dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Ditjen Dikti Ristek;

d. Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) yang terdaftar pada

Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti);

e. Telah lulus program magister (S2), dibuktikan dengan ijazah magister (*bagi lulusan magister luar negeri, harus menyertakan SK Penyetaraan Ijazah yang diterbitkan oleh Ditjen Dikti Ristek);

f. Tidak sedang menjalani studi (ongoing) atau telah lulus program doktor;

g. Memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku (dua tahun sejak tanggal terbit) dengan skor minimal TOEFL ITP®560 atau TOEFL iBT® 80 atau PTE Academic 58 atau IELTSTM 6,5;

h. Melampirkan Curriculum Vitae dalam Bahasa Inggris;

i. Memiliki Surat Izin Melanjutkan Studi dari pimpinan instansi asal sesuai format pada Lampiran 1;

j. Memiliki Personal Statement (dalam bahasa Inggris) sesuai format pada Lampiran 2;

k. Memiliki proposal penelitian (dalam bahasa Inggris) untuk studi jenjang doktor sesuai format pada Lampiran 3;

l. Melampirkan Surat Pernyataan Pendaftar Program Beasiswa DIKTI -Coventry University sesuai format pada Lampiran 4;

m. Melampirkan surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah; dan

n. Tidak diperkenankan menerima beasiswa lain (double funding).

Baca Juga: Penelitian Dosen Ubhara Jaya Soroti Disinformasi Sebagai Ancaman Keamanan Kontemporer

2) Persyaratan pendaftar beasiswa program doktor DIKTI – Coventry University, yaitu:

a. Sudah menyelesaikan program Pre-Doctoral Course Program di Coventry University;

b. Mendapatkan surat rekomendasi dari calon promotor di Coventry University;

c. Memiliki proposal riset yang telah disetujui oleh calon promotor di Coventry University; dan

d. Mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) tanpa syarat dari Coventry University

Informasi lebih lanjut, kamu bisa mengklik tautan berikut https://dikti.kemdikbud.go.id/pengumuman/pendaftaran-program-beasiswa-dikti-coventry-university-tahun-2024/.

]]>
Era Digital, Dosen Dituntut Lebih Inovatif https://ubharajaya.ac.id/era-digital-dosen-dituntut-lebih-inovatif/ Thu, 16 Aug 2018 09:22:14 +0000 http://ubharajaya.ac.id/?p=1877 Bekasi – Saat ini kita memasuki era revolusi industri 4.0. Era dimana teknologi informasi menjadi basis  kehidupan manusia dan  mendsrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan  dan teknologi (iptek) serta pendidikan tinggi. Era tersebut menyaratkan berbagai terobosan  perguruan tinggi agar mampu meningkatkan daya saing di tengah persiangan global.   Salah satunya dengan mempersiapkan sistem pembelajaran yang lebih inovatif untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, technological literacy and human literacy.

Demikian pesan Direktur Pembelajaran Pada Ditjen Belmawa Kemristekdikti, Dr.Ir Paristiyanti Nurwardani, MP dalam Rapat Dosen Semester Ganjil Tahun Akademik 2018/2019 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya). Rapat Dosen yang rutin diadakan di setiap semesternya ini diadakan di Auditorium Ubhara Jaya di Kampus II Bekasi (8/8) dan mengambil tema “Metode Pembelajaran Pendidikan Tinggi pada Era Revolusi Industri 4.0”.Rapat dosen kali ini  menghadirkan pembicara dari jajaran rektorat  yang membagikan informasi  pencapaian  dan gagasan Ubhara Jaya dalam bidang tri dharma perguruan tinggi. Pembicara tersebut antara lain  Warek I  Prof. Tri Widyastuti, SE.Ak, MM , Warek II Dr Hj Silvia Nurlaila, S.Pd, SE, MM, dan Wakil Rektor III Drs R. Bagus Harry S. Hadir pula  Direktur Pengembangan IT Ubhara Jaya  Ir. Turino Yulianto, M.Si.

Dr. Paris menambahkan, Sistem pembelajaran inovatif  seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran harus menjadi perhatian pendidikan tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa pada era revolusi industri 4.0 ini.  “Jangan tunggu 5 tahun. Selain itu, perlu tingkatkan kemampuan mahasiswa dalam internet of things  agar lebih  kompetitif dan terampil. Terutama dalam aspek data literacy, technological literacy and human literacy,” jelasnya

Dosen juga tidak boleh abai dan lengah, Dr. Paris mengingatkan para dosen untuk senantiasa mengembangkan pembelajaran secara kreatif. “Dosen harus mampu beradaptasi terhadap revolusi industri 4.0. Pola pembelajaran tidak bisa lagi memakai pola lama, dosen harus mampu mengikuti perkembangan teknologi semisal menerapkan blended learning berbasis critical based learning, creative based learning dan problem based learning dengan tetap berlandaskan kepada budi pekerti. ”imbuhnya.

Sementara itu, Rektor  Ubhara Jaya Inspektur Jenderal Polisi (P) Dr (c) Drs.H.Bambang Karsono, SH., MM menegaskan  kesiapan Ubhara Jaya untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Menurutnya, Tantangan revolusi industri generasi keempat harus disambut dengan cepat oleh perguruan tinggi.  Oleh karena itu, Rektor menjelaskan bahwa saat ini melakukan berbagai strategi kebijakan seperti pengembangan SDM khususnya Dosen, peremajaan sarana dan prasarana serta menggenjot penelitian dan pengembangan yang mendukung revolusi generasi ke empat ini.

Sebelum usai, rapat yang mengundang seluruh  dosen tetap ini disemarakkan dengan diskusi  dan pengarahan dari pengarahan dari Prof. Hermawan Sulistyo. “Kompetisi jangan hanya di dalam kampus tetapi harus ke luar dan tidak hanya dalam bidang akademik. Artinya berapa banyak kita dapat menulis, menghasilkan karya,”ucapnya setengah bertanya.  Senada dengan hal itu, Rektor dalam menutup acara menegaskan pesannya untuk para dosen agar berperan aktif dalam menjadikan  Ubhara Jaya menjadi universitas unggulan yang siap menghadapi era revolusi 4.0

Tim Ubhara Jaya

]]>