era digital – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Fri, 14 Feb 2025 08:13:14 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png era digital – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Penelitian Mahasiswa dan Dosen Ubhara Jaya Kupas Tentang Generasi Z dan Tantangan Perencanaan Karir di Era Digital https://ubharajaya.ac.id/penelitian-mahasiswa-dan-dosen-ubhara-jaya-kupas-tentang-generasi-z-dan-tantangan-perencanaan-karir-di-era-digital/ Fri, 14 Feb 2025 09:26:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=14313 Bekasi – Mahasiswa dan dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) meneliti tentang “Meningkatkan Kemampuan Perencanaan Karir Gen Z Dalam Dunia Kerja”. Penelitian ini di publish di Ezra Science Bulletin Volume 3, Number 1 (January-June) 2025 dengan nomor E-ISSN 2988-1897lDOI prefix 10.58526I https://ezra.krabulletin.com. 

Para penulis dari Fakultas Psikologi ini terdiri atas Nabilah Helya Diana, Sandra Mutiara Tirta, Yesa Privi Azahra, Zahra Dwiana Febrianti, Jelita Cahya Seruni, Dindha Ophelia, dan koresponden Wustari L. Mangundjaya. Jurnal ini juga bisa diakses di link berikut (Unduh).

Dijelaskan jika generasi Z memiliki karakteristik unik yang membedakan mereka dari generasi sebelumnya, terutama dalam pandangan terhadap dunia kerja. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi dalam mencapai kepuasan kerja. Untuk itu, perencanaan karir menjadi faktor krusial dalam membantu mereka mengenali keterampilan, potensi diri, dan menavigasi peluang di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Baca Juga: Penelitian Dosen Ubhara Jaya Soroti Disinformasi Sebagai Ancaman Keamanan Kontemporer

Pentingnya Perencanaan Karir untuk Gen Z

Setiap generasi memiliki ciri khas dalam menghadapi dunia kerja. Generasi Z dikenal lebih fleksibel, adaptif, dan memiliki orientasi masa depan yang kuat. Mereka cenderung lebih menghargai keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi dibandingkan generasi sebelumnya. Menurut penelitian Mangundjaya (2017), fleksibilitas dan kemampuan adaptasi mereka menjadi keunggulan utama dalam menyesuaikan diri dengan perubahan serta menyelesaikan konflik dengan lebih baik.

Perencanaan karir bukan hanya tentang memilih pekerjaan, tetapi juga mencakup proses evaluasi diri, pemetaan potensi, serta strategi dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Penelitian dari Maulyan (2019) menunjukkan bahwa karir merupakan rangkaian pengalaman yang berkembang sepanjang perjalanan kerja seseorang. Oleh karena itu, perencanaan karir yang matang akan menghasilkan sikap positif dan optimis dalam menghadapi masa depan.

Metode Penelitian dan Temuan

Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menganalisis 10 jurnal yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa generasi Z lebih tertarik pada pengembangan keterampilan berbasis teknologi. Misalnya, studi dari Sulastri (2024) mengungkap bahwa pelatihan berbasis teknologi lebih efektif bagi Gen Z dibandingkan metode konvensional. Selain itu, penelitian oleh Umamy et al. (2024) menegaskan bahwa motivasi dan kompetensi berperan penting dalam menentukan keputusan karir generasi ini.

Faktor lain yang berkontribusi terhadap kesiapan kerja generasi Z adalah kebutuhan akan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Studi dari Pratiwi et al. (2024) menunjukkan bahwa generasi ini mencari pekerjaan yang tidak hanya memberikan stabilitas finansial tetapi juga fleksibilitas dan kesejahteraan emosional.

Baca Juga: Penelitian Dosen PKO Ubhara Jaya Temukan Dampak Latihan Pliometrik Pada Lompatan Olahraga Voli

Tantangan dan Strategi Menghadapi Dunia Kerja

Dalam menghadapi tantangan dunia kerja, generasi Z perlu memahami bahwa selain keterampilan teknis, pengembangan soft skills seperti komunikasi, berpikir kritis, dan kepemimpinan juga sangat penting. Studi dari Makmuroh et al. (2024) menyoroti bahwa individu dengan kombinasi keterampilan teknis dan interpersonal lebih siap menghadapi tantangan profesional.

Selain itu, organisasi dan perusahaan perlu menyesuaikan strategi manajemen sumber daya manusia agar sesuai dengan karakteristik generasi Z. Penelitian Aprilita (2024) menekankan pentingnya personalisasi perencanaan karir, pengembangan keterampilan digital, dan fleksibilitas dalam lingkungan kerja untuk meningkatkan kematangan karir generasi ini.

Dalam penelitian ini disimpulkan jika perencanaan karier yang berbasis teknologi dan kebutuhan individu menjadi kunci bagi generasi Z dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Dukungan dari organisasi, program pelatihan yang relevan, serta kesadaran akan pentingnya soft skills dapat membantu mereka meraih kesuksesan profesional. Dengan pendekatan yang tepat, generasi Z dapat memaksimalkan potensinya dan beradaptasi dengan dinamika dunia kerja yang terus berkembang.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Mengupas Pentingnya Perlindungan Data Pribadi di Era Digital Lewat Jurnal Dosen Ubhara Jaya https://ubharajaya.ac.id/mengupas-pentingnya-perlindungan-data-pribadi-di-era-digital-lewat-jurnal-dosen-ubhara-jaya/ Thu, 05 Dec 2024 07:00:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13768 Bekasi – Dua dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) Edi Saputra Hasibuan dan Elfirda Ade Putri mengupas tentang Perlindungan Keamanan Atas Data Pribadi Di Dunia Maya dalam jurnalnya. Jurnal ini terbit di JURNAL HUKUM SASANA, Volume 10, Iss.1 (2024), pp. 70-83ISSN 2461-0453 (print) | ISSN 2722-3779 (online). 

Dua dosen ini mengupas jika era digital membawa kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Tetapi kemudahan ini juga membuka peluang risiko yang signifikan terhadap pelanggaran privasi dan penyalahgunaan data pribadi. Jurnal tersebut bisa diakses di  https://doi.org/10.31599/sasana.v10i1.2134

Mengapa Data Pribadi Harus Dilindungi?

Data pribadi mencakup informasi sensitif seperti nama, alamat, nomor telepon, data keuangan, dan informasi identitas lainnya. 

Melindungi data pribadi menjadi penting karena;

1. Privasi Terjamin

Pencegahan terhadap penyalahgunaan informasi sensitif individu.

2. Keamanan Finansial

Melindungi data keuangan dari penipuan atau pencurian identitas.

3. Keamanan Identitas

Menghindari penggunaan data untuk tindakan ilegal seperti membuat akun palsu.

4. Kepatuhan Regulasi: Sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan aturan internasional seperti GDPR.

5. Kepercayaan Publik

Organisasi yang melindungi data pribadi akan membangun reputasi dan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga: Tim Ubhara Jaya Teliti Faktor Fanatisme Budaya Betawi dalam Pembelian Produk Makanan Gabus Pucung di Bekasi

Tantangan Perlindungan Data Pribadi (PDP) di Indonesia

Menurut Pasal 65 UU PDP, pencatutan data pribadi merupakan pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi pidana hingga lima tahun penjara atau denda maksimal Rp5 miliar. Namun, lemahnya sosialisasi UU PDP dan sifat delik aduan menyebabkan minimnya pengaduan resmi dari masyarakat. Indonesia telah mengatur perlindungan data dalam Pasal 28G ayat (1) UUD 1945, UU Administrasi Kependudukan, dan UU PDP. Kehadiran UU No. 27 Tahun 2022 menjadi landasan hukum untuk mengatur penggunaan data secara lebih aman dan bertanggung jawab.

Adapun metode penelitian dalam jurnal ini adalah yuridis normatif. Dimana penelitian yang dilakukan dengan cara  menelusuri  bahan  hukum  melalui  studi  kepustakaan. Penelitian  ini  bersifat  deskriptif analitis yaitu untuk menganalisis data secara sistematis, faktual dan akurat mengenai masalah yang diteliti. Dengan sifat penelitian yang dilakukan adalah sifat penelitian secara deskriptif analisis  yaitu  untuk  memberikan  data  yang  seteliti  mungkin  dilakukan  penelitian  terhadap tingkat kepercayaan masyarakat pada polri. Adapun alat pengumpul data yang digunakan, yakni: Bahan Hukum primer, sekunder dan tersier yang kemudian dianalisis dengan analisis kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif, yaitu dengan menjelaskan, menguraikan, dan menggambarkan permasalahan serta penyelesaiannya yang berkaitan dengan rumusan masalah yang dibuat.

Adapun kesimpulan dan saran dari hasil penelitian ini menyebutkan jika data pribadi harus dilindungi karena terkait dengan privasi, keamanan finansial, keamanan identitas, dan risiko pencurian data. Perlindungan ini telah dijamin oleh Pasal 28G ayat (1) UUD 1945, UU Administrasi Kependudukan, dan UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Pengesahan UU No. 27 Tahun 2022 menunjukkan kesadaran pemerintah akan nilai data pribadi di era ekonomi digital, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaku bisnis digital dan investor.

Baca Juga: Jurnal Dosen Ubhara Jaya Kupas Pemanfaatan Teknologi Untuk Cegah Korupsi Yudisial

Penggunaan data pribadi yang melanggar ketentuan, seperti pencatutan oleh peserta pemilu, bertentangan dengan Pasal 65 ayat (1), (2), dan (3) UU PDP. Oleh karena itu, diperlukan lembaga pengawas untuk memastikan keamanan data pribadi di Indonesia.

Perlindungan data harus berbasis kesadaran pengguna, pengaturan kontrol, manajemen risiko, transparansi, dan etika. Layanan internet perlu dirancang dengan mengutamakan prioritas pengguna, termasuk menyediakan mekanisme kontrol yang memungkinkan pengguna menentukan pengungkapan dan penggunaan informasi pribadinya.

Jurnal-jurnal Universitas Bhayangkara Jakarta ini bisa anda akses di laman remsi https://ejurnal.ubharajaya.ac.id/.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Era Digital, Dosen Dituntut Lebih Inovatif https://ubharajaya.ac.id/era-digital-dosen-dituntut-lebih-inovatif/ Thu, 16 Aug 2018 09:22:14 +0000 http://ubharajaya.ac.id/?p=1877 Bekasi – Saat ini kita memasuki era revolusi industri 4.0. Era dimana teknologi informasi menjadi basis  kehidupan manusia dan  mendsrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan  dan teknologi (iptek) serta pendidikan tinggi. Era tersebut menyaratkan berbagai terobosan  perguruan tinggi agar mampu meningkatkan daya saing di tengah persiangan global.   Salah satunya dengan mempersiapkan sistem pembelajaran yang lebih inovatif untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, technological literacy and human literacy.

Demikian pesan Direktur Pembelajaran Pada Ditjen Belmawa Kemristekdikti, Dr.Ir Paristiyanti Nurwardani, MP dalam Rapat Dosen Semester Ganjil Tahun Akademik 2018/2019 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya). Rapat Dosen yang rutin diadakan di setiap semesternya ini diadakan di Auditorium Ubhara Jaya di Kampus II Bekasi (8/8) dan mengambil tema “Metode Pembelajaran Pendidikan Tinggi pada Era Revolusi Industri 4.0”.Rapat dosen kali ini  menghadirkan pembicara dari jajaran rektorat  yang membagikan informasi  pencapaian  dan gagasan Ubhara Jaya dalam bidang tri dharma perguruan tinggi. Pembicara tersebut antara lain  Warek I  Prof. Tri Widyastuti, SE.Ak, MM , Warek II Dr Hj Silvia Nurlaila, S.Pd, SE, MM, dan Wakil Rektor III Drs R. Bagus Harry S. Hadir pula  Direktur Pengembangan IT Ubhara Jaya  Ir. Turino Yulianto, M.Si.

Dr. Paris menambahkan, Sistem pembelajaran inovatif  seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran harus menjadi perhatian pendidikan tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa pada era revolusi industri 4.0 ini.  “Jangan tunggu 5 tahun. Selain itu, perlu tingkatkan kemampuan mahasiswa dalam internet of things  agar lebih  kompetitif dan terampil. Terutama dalam aspek data literacy, technological literacy and human literacy,” jelasnya

Dosen juga tidak boleh abai dan lengah, Dr. Paris mengingatkan para dosen untuk senantiasa mengembangkan pembelajaran secara kreatif. “Dosen harus mampu beradaptasi terhadap revolusi industri 4.0. Pola pembelajaran tidak bisa lagi memakai pola lama, dosen harus mampu mengikuti perkembangan teknologi semisal menerapkan blended learning berbasis critical based learning, creative based learning dan problem based learning dengan tetap berlandaskan kepada budi pekerti. ”imbuhnya.

Sementara itu, Rektor  Ubhara Jaya Inspektur Jenderal Polisi (P) Dr (c) Drs.H.Bambang Karsono, SH., MM menegaskan  kesiapan Ubhara Jaya untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Menurutnya, Tantangan revolusi industri generasi keempat harus disambut dengan cepat oleh perguruan tinggi.  Oleh karena itu, Rektor menjelaskan bahwa saat ini melakukan berbagai strategi kebijakan seperti pengembangan SDM khususnya Dosen, peremajaan sarana dan prasarana serta menggenjot penelitian dan pengembangan yang mendukung revolusi generasi ke empat ini.

Sebelum usai, rapat yang mengundang seluruh  dosen tetap ini disemarakkan dengan diskusi  dan pengarahan dari pengarahan dari Prof. Hermawan Sulistyo. “Kompetisi jangan hanya di dalam kampus tetapi harus ke luar dan tidak hanya dalam bidang akademik. Artinya berapa banyak kita dapat menulis, menghasilkan karya,”ucapnya setengah bertanya.  Senada dengan hal itu, Rektor dalam menutup acara menegaskan pesannya untuk para dosen agar berperan aktif dalam menjadikan  Ubhara Jaya menjadi universitas unggulan yang siap menghadapi era revolusi 4.0

Tim Ubhara Jaya

]]>