gelar sarjana – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Tue, 13 Aug 2024 09:55:15 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png gelar sarjana – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Yudisium Fakultas Teknik Ubhara Jaya Luluskan 177 Mahasiswa, Dekan Beri Pesan Penting Persiapan ke Dunia Kerja https://ubharajaya.ac.id/yudisium-fakultas-teknik-ubhara-jaya-luluskan-177-mahasiswa-dekan-beri-pesan-penting-persiapan-ke-dunia-kerja/ Tue, 13 Aug 2024 11:30:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=12132 Bekasi – Yudisium Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) meluluskan 177 mahasiswa di Kampus II, Bekasi, Selasa (13/8/2024). Ratusan calon wisudawan ini terbagi atas empat program studi (Prodi).

Adapun rincian lulusan tersebut terdiri atas Prodi Teknik Perminyakan sebanyak 14 orang, Prodi Teknik Kimia 17 orang, Teknik Lingkungan 9 orang dan Teknik Industri 137 orang. Dekan Fakultas Teknik Dr. Tulus Sukreni, S.T.,M.T dalam sambutannya memberikan pesan tentang pentingnya softskill kepada para calon wisudawan.

“Dunia sedang berubah, ilmu pun terus berkembang, jika kita hanya mengandalkan apa yang sudah didapat di Ubhara Jaya ini, kita pasti akan tertinggal,” ucapnya.

Baca Juga: 125 Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Ubhara Jaya Resmi Sandang Gelar Sarjana Usai Yudisium

Dr Tulus juga berharap para mahasiswa yang resmi menyandang gelar Sarjana Teknik (S.T) ini tetap semangat meski dunia pekerjaan saat ini banyak berubah. Sehingga perlunya mengembangkan diri.

“Strategi yang paling utama agar tidak tertinggal adalah terus mengasah kemampuan menjadi pembelajar sepanjang hayat memupuk softskill yang bisa diterapkan dalam lintas disiplin. Kuncinya adalah kenali diri kalian,” katanya.

Dalam momen yudisium ini pun diberikan penghargaan kepada lulusan terbaik di masing-masing prodi. Pertama dari Prodi Teknik Perminyakan, Diah Ayu Kusuma Ningrum (202010255025) dengan IPK 3,46. Kemudian dari Prodi Teknik Kimia Dian Kartika Wijayanti (202010235008) dengan IPK 3,87. Selanjutnya dari Teknik Lingkungan Irsanti Belinda (202010245025) dengan IPK 3,95. Dari Prodi Teknik Industri Ditaliz Kristiani (202010215004) dengan IPK 3,92. Adapun penghargaan lulusan terbaik di tingkat Fakultas Teknik diraih Irsanti Belinda (202010245025) dengan IPK 3,95. 

Baca Juga: Yudisium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ubhara Jaya: 292 Mahasiswa Dinyatakan Lulus

Dalam momen ini pun dihadirkan dua alumni Fakultas Teknik yakni Ika Yunita, S.T., M.T dan dan Rifqi Hammami, S.T, CHRP, CSBP untuk mengisi kuliah umum dengan tema “Integritas Teknik untuk Masa Depan Berkelanjutan”. Keduanya memberikan materi persiapan menjelang terjun ke dunia pekerjaan. Ika menyoroti soal pentingnya memiliki softskill. Sementara Rifqi mengatakan jika saat ini dunia industri membutuhkan pegawai dengan pengalaman satu tahun. Sehingga jika ada program magang harus bisa mengambil peluang.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Kisah Inspiratif Belinda, Mahasiswa Ubhara Jaya Lawan Kanker Selama Kuliah hingga Raih Gelar Sarjana https://ubharajaya.ac.id/kisah-inspiratif-belinda-mahasiswa-ubhara-jaya-lawan-kanker-selama-kuliah-hingga-raih-gelar-sarjana/ Mon, 25 Mar 2024 07:29:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10002 Bekasi – Kisah inspiratif kali ini datang dari mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya), Belinda Annisa Buitasari. Gadis berusia 26 tahun ini berjuang melawan kanker yang dideritanya selama kuliah hingga bisa meraih gelar sarjana.

Belinda yang merupakan mahasiswa fakultas psikologi ini bisa mengerjakan skripsinya dalam kondisi sakit. Kanker ovarium yang dideritanya saat itu tak menyurutkan semangatnya agar bisa lulus kuliah.

Semangat anak dari pasangan Syafril Amir dan Sundari ini patut diacungi jempol. Meski kondisinya hanya bisa beraktivitas di atas kasur, Belinda yang lahir di Jakarta 25 Desember 1997 ini tak pernah melupakan mimpinya agar bisa wisuda dengan teman-temannya.

Mahasiswa angkatan tahun 2017 ini mengaku awalnya tak pernah tahu sakit yang dideritanya ternyata kanker. Di tahun 2022, Belinda mengeluhkan sakit perut. Namun, sakit itu tak kunjung sembuh hingga dia harus bolak-balik ke rumah sakit.

“Saya dirujuk ke RSUD Bekasi hingga dirawat 13 hari. Dari hasil rontgen, USG sampai CT Scan pun belum diketahui sakit apa. Akhirnya saya dirujuk kembali ke rumah sakit lagi saat mulai rawat jalan perut saya mulai keliatan membesar dan akhirnya di bulan Oktober 2023 kemarin saya baru dioperasi,” ucapannya.

Di tengah kondisinya, Belinda terus berkomunikasi dengan dosen pembimbing untuk menyelesaikan skripsinya, Belinda bahkan kerap dibantu sang ayah.

“Kesulitannya ada pasti apalagi selama mengerjakan skripsi saya mengerjakan sambil tiduran kalau nggak dibantu papa ketik,” ujarnya.

Perjuangan Belinda meraih mimpi lulus skripsi tak hanya didukung keluarga, teman hingga dosen pun ikut mensupport. Sidang skripsi pun digelar secara hybrid di mana, Belinda berada di rumah sedangkan dosen penguji di kampus.

Belinda pun mengaku motivasinya ingin lulus kuliah lantaran ingin membahagiakan orang tuanya. Dia ingin membuktikan jika kondisinya saat ini tidak menghalangi mimpinya.

“Motivasi saya semangat mengejar S1 saya mau cepet lulus bisa membuat senang orang tua dan harapannya bisa kerja membantu orang tua,” katanya.

Dosen pembimbing akademik Belinda, Budi Sarasati, S.KM., M.Si menuturkan selama proses skripsi, mahasiswanya itu yang selalu aktif bertanya. Belinda bahkan sempat ke kampus diantar ibunya ke kampus saat bimbingan akademik perdana.

“Waktu pertama kali dilimpahkan ke sana. Dia (Belinda) datang didorong pakai kursi roda. Saya sampai nangis, padahal saya baru bilang suruh kumpul tapi tekadnya Belinda ini benar-benar,” ucapnya.

Budi Sarasati menjelaskan, dari percakapannya dengan orang tua Belinda, anak didiknya itu memang punya tekad yang kuat agar bisa lulus S1. Bahkan saat menjalani perawatan di rumah sakit, Belinda kerap melamun lantaran memikirkan pendidikannya.

“Dalam mimpi-mimpinya Belinda itu dia harus bisa skripsi. Jadi memang dari diri Belindanya yang berharap agar dia bisa lulus,” ucapnya.

]]>