istri pegawai – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Thu, 17 Apr 2025 09:10:26 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png istri pegawai – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Bahas Kesehatan Mental, Silaturahmi Istri Pegawai Ubhara Jaya Hadirkan Narasumber Psikolog https://ubharajaya.ac.id/bahas-kesehatan-mental-silaturahmi-istri-pegawai-ubhara-jaya-hadirkan-narasumber-psikolog/ Thu, 17 Apr 2025 09:10:25 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=15277 Bekasi – Istri pegawai universitas Bhayangkara Jakarta Raya melangsungkan kegiatan silaturahmi, di Kampus II Bekasi, Kamis (17/4/2025). Kegiatan ini menghadirkan psikolog klinis, Sarita Chandra Merida, S.Psi, M.Psi , Psikolog dengan materi tentang “Membangun Kesadaran terhadap Pentingnya Kesehatan Mental”.

Ketua Pelaksana kegiatan, Ibu Bambang Karsono mengatakan, silaturahmi kali ini masih dengan nuansa halal bihalal. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Bambang juga mengucapkan syukur dan terima kasih atas dukungan para pegawai sehingga Ubhara Jaya bisa meraih Akreditasi Unggul.

“Terima kasih berkat doa dan kerja ibu-ibu pejabat semua, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya mendapat predikat Unggul,” katanya.

Kepada para undangan, Ibu Bambang pun berpesan agar terus menjaga kesehatan. Selain kesehatan fisik, juga dibutuhkan kesehatan mental. Sehingga dalam kegiatan tersebut menghadirkan dosen sekaligus psikolog klinis di Klinik Pratama Ubhara Jaya. 

Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental, Tim Ubhara Jaya Sosialisasikan Bijak Bermedia Sosial untuk Remaja

Sementara itu, diawal paparannya, Meri menjelaskan jika kesehatan mental ini kondisi dimana individu mampu mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuan yang dimiliki, mampu belajar dan bekerja baik serta berkontribusi terhadap masyarakat.

“Pengertian lainnya yakni kesejahteraan yang mencakup aspek kognitif, perilaku, emosional, sosial dan psikologis,” ucapnya.

Meri juga memberikan sejumlah contoh bagaimana orang secara mandiri untuk mengenali kesehatan mentalnya masing-masing. Disebutkan jika sehat mental ini menyentuh aspek pikiran, perasaan, perilaku dan reaksi fisik.

Indikatornya yakni emosi yang positif, keterlibatan dengan lingkungan, memiliki hubungan positif dengan orang lain, memiliki tujuan, adanya penerimaan diri, dan akhirnya berujung pada kepuasan hidup.

“Misalnya ibu-ibu datang ke acara arisan ini kan punya tujuan, mau silaturahmi dengan teman, atau menang arisan ya,” katanya.

Baca Juga: Fakultas Psikologi Ubhara Jaya Adakan Pelatihan “Fundamental Coaching Skill” untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Meri juga menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental. Pertama ada individu yang mencakup fisik, biologis, psikologis dan pengalaman traumatis. Kemudian kedua keluarga seperti dukungan orang tua, pola asuh, dinamika keluarga dan kondisi ekonomi keluarga. Ketiga media sosial, lingkungan fisik sekitar, akses ke layanan kesehatan mental.

“Siapa di sini yang suka lihat media sosial kemudian suka bandingin dengan orang lain. Misalnya, ko si itu dibelikan barang sama suami, ko si itu punya itu,” ucapnya.

Agar kesehatan mental ini terjaga, dijabarkan tentang pentingnya dukungan sosial seperti dukungan emosional, penghargaan, instrumental dan informasi. Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab.

Ibu Bambang Karsono dan pemateri Sarita Chandra Merida, S.Psi, M.Psi , Psikolog.  

Kegiatan ini pun ditutup dengan pemberian tali kasih oleh Ibu Bambang Karsono kepada pemateri Sarita Chandra Merida, S.Psi, M.Psi , Psikolog.  

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Edukasi Perawatan Kulit, Istri dan Pegawai Perempuan Ubhara Jaya Dibekali Pengetahuan Kesehatan https://ubharajaya.ac.id/edukasi-perawatan-kulit-istri-dan-pegawai-perempuan-ubhara-jaya-dibekali-pengetahuan-kesehatan/ Tue, 12 Nov 2024 05:39:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13574 Bekasi – Para istri dan pegawai perempuan di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) dibekali pengetahuan kesehatan kulit bersama ahlinya dalam kegiatan pertemuan ramah tamah, di Kampus II, Bekasi, Selasa (12/11/2024). Pemateri dalam kegiatan tersebut dihadirkan dari Klinik DL Beauty.

Ketua Pelaksana kegiatan, Ibu Bambang Karsono mengatakan, kesehatan menjadi hal yang penting dalam kehidupan. Tak hanya kesehatan badan, kulit juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

“Kita harus tetap menjaga kesehatan dan silaturahmi. Tema kegiatan hari tentang kesehatan kulit ini juga penting,” katanya.

Baca Juga: Mengenal KMI Expo XV 2024, Wadah Kreativitas Mahasiswa se-Indonesia di Bidang Kewirausahaan

Sementara itu, Tuni Amalia selaku pemateri memberikan informasi tentang apa itu melasma yang kerap dikeluhkan perempuan. Dia pun menjelaskan jika melasma ini merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak coklat atau abu-abu kecoklatan di wajah.

“Ini biasanya terjadi karena saat muda atau di usia 20-an itu jarang memakai sunscreen,” katanya.

Tuni pun memaparkan ada tiga pola klinik melasma yakni Sentrofasial, pola yang paling umum, mempengaruhi bagian tengah wajah, seperti dahi, hidung, pipi, bibir atas, dan dagu. Kemudian Malar, pola yang paling umum kedua, ditandai dengan keterlibatan pipi dan hidung. Terakhir Mandibula, pola yang melibatkan dermatom mandibula secara dominan.

Selain membahas tentang Melasma, Tuni pun memaparkan tentang masalah penuaan pada kulit atau aging. Dia mengatakan, penuaan kulit atau skin aging merupakan kondisi kulit yang berubah seiring bertambahnya usia. Ciri-ciri kulit yang mengalami penuaan, antara lain, kulit tampak kendur, kulit berkerut, Kulit menipis, kulit dipenuhi flek hitam. 

Baca Juga: Yayasan Binaan Kanker Nusantara Edukasi Kesehatan Tentang Kanker dan Tumor di Ubhara Jaya

Dia pun menegaskan, jika proses penuaan kulit memang tidak bisa dihindari. Tapi, hal tersebut bisa ditunda atau diminimalisir dengan cara merawat kulit dengan baik.  Acara tersebut berlangsung meriah terlihat dengan para undangan yang memberikan sejumlah pertanyaan soal pencegahan masalah kulit tersebut. 

“Aging tidak  bisa dicegah, tetapi kita bisa memperlambat proses itu. Ada yang pakai produk minuman, tetapi yang paling efektif itu perawatan langsung ke wajahnya,” ucapnya.

Dia pun menyarankan untuk menjaga kesehatan kulit, selain memakai sunscreen juga harus dibarengi dengan pola hidup sehat. Perawatan wajah untuk mengurangi proses penuaan dini juga bisa dilakukan untuk pencegahan.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>