kuliah umum – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Fri, 29 May 2026 04:32:26 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png kuliah umum – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 PGSD Ubhara Jaya Gelar Guest Lecture Bahas Etika Penulisan Akademik dan Ilmiah https://ubharajaya.ac.id/pgsd-ubhara-jaya-gelar-guest-lecture-bahas-etika-penulisan-akademik-dan-ilmiah/ Fri, 29 May 2026 04:25:41 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=17816 Bekasi – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) kembali menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik mahasiswa. Kegiatan yang mengangkat tema “Pengetahuan sebagai Warisan Kolektif: Dasar Etika Penulisan Akademik dan Ilmiah” ini dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026 di Ruang 217 Gedung Said Soekanto Lt. 2 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. Dwi Desi Fajarsari, S.Hum., M.Pd., dosen dari Fakultas Pascasarjana Universitas Indraprasta PGRI, yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya etika dalam proses penulisan akademik dan ilmiah di lingkungan pendidikan tinggi.

Dalam pemaparannya, Dr. Dwi Desi Fajarsari menjelaskan bahwa pengetahuan merupakan warisan kolektif yang harus dijaga melalui budaya akademik yang berintegritas. Penulisan ilmiah tidak hanya berorientasi pada penyusunan karya akademik, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab moral, kejujuran intelektual, serta penghargaan terhadap sumber dan karya orang lain.

Kegiatan ini turut didampingi oleh dosen pengampu PGSD Ubhara Jaya, Hafizah, S.S., M.Pd., sebagai bagian dari penguatan pembelajaran akademik mahasiswa semester genap tahun akademik 2025/2026.

Melalui kegiatan Guest Lecture ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya etika dalam penulisan akademik dan ilmiah sebagai fondasi dalam membangun budaya literasi, integritas akademik, serta kemampuan berpikir kritis di dunia pendidikan tinggi.

Selain menjadi sarana penguatan kompetensi akademik, kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen PGSD Ubhara Jaya dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang inspiratif dan relevan dengan kebutuhan pengembangan akademik mahasiswa di era pendidikan modern.

]]>
PGSD Ubhara Jaya Gelar International Guest Lecture Bahas Human Security Awareness pada Pendidikan Anak Usia Dini https://ubharajaya.ac.id/pgsd-ubhara-jaya-gelar-international-guest-lecture-bahas-human-security-awareness-pada-pendidikan-anak-usia-dini/ Fri, 29 May 2026 04:14:41 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=17812 Bekasi – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture bertajuk “Building Human Security Awareness in Early Childhood: An Innovative Social Studies Learning Design in Elementary School” pada Rabu, 20 Mei 2026 secara hybrid di Ruang 405-406 Gedung M. Yasin Ubhara Jaya dan melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menghadirkan dua sesi pembahasan dengan narasumber nasional dan internasional sebagai bentuk penguatan wawasan akademik mahasiswa terkait pendidikan dasar berbasis keamanan manusia (human security) sejak usia dini.

Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh narasumber nasional dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yaitu Dr. Silvi Nur Afifah, S.Pd., M.Pd., yang membahas penguatan pembelajaran IPS di sekolah dasar melalui pendekatan human security serta pentingnya membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berorientasi pada perkembangan karakter anak.

Selanjutnya pada sesi kedua, kegiatan menghadirkan narasumber internasional Wazir Ali, M.A., M.Ed., M.Phil., dari School Education Department Ministry of Education Balochistan, Pakistan. Dalam pemaparannya, Wazir Ali menjelaskan bahwa kesadaran human security pada anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan keamanan fisik, tetapi juga mencakup aspek emosional, sosial, hingga keamanan digital anak. Ia menekankan bahwa pendidikan sejak dini perlu dirancang untuk membentuk anak yang aman, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab melalui aktivitas pembelajaran yang interaktif dan ramah anak.

Selain itu, dosen PGSD Ubhara Jaya, Dr. Husna Farhana, S.E., M.Pd., turut menjadi bagian dalam diskusi akademik yang memperkaya perspektif pembelajaran sosial berbasis human security di tingkat sekolah dasar.

Melalui kegiatan ini, PGSD Ubhara Jaya menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan tantangan global saat ini. Kegiatan International Guest Lecture diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dalam memahami pentingnya pendidikan karakter, empati, dan keamanan manusia sebagai fondasi utama dalam pendidikan anak usia dini.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Ubhara Jaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui kolaborasi lintas institusi, baik nasional maupun internasional, guna menciptakan lulusan yang adaptif, berwawasan global, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Kontak Resmi:
Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas: +62 878-4162-4810

]]>
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya melalui Fakultas Ilmu Pendidikan Gelar Kuliah Umum Internasional Bersama Kedutaan Besar Malaysia Bahagian Pendidikan https://ubharajaya.ac.id/universitas-bhayangkara-jakarta-raya-melalui-fakultas-ilmu-pendidikan-gelar-kuliah-umum-internasional-bersama-kedutaan-besar-malaysia-bahagian-pendidikan/ Mon, 18 May 2026 13:39:01 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=17731 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) melalui Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) menyelenggarakan kuliah umum internasional bersama Kedutaan Besar Malaysia Bahagian Pendidikan pada Senin, 18 Mei 2026, di Auditorium Ubhara Jaya Grha Tanoto, Kampus II Ubhara Jaya, Bekasi.

Kegiatan bertajuk “Global Trends in Holistic Education: The Role of Physical Education and Student Well-Being in Shaping 21st Century Learners” ini menjadi forum akademik yang membahas perkembangan pendidikan holistik di era global, khususnya terkait pentingnya pendidikan jasmani dan kesejahteraan peserta didik dalam membentuk karakter serta kompetensi pembelajar abad ke-21.

Kuliah umum menghadirkan narasumber internasional, Dr. Hasnul Faizal Hushin Amri selaku Director of Education Malaysia, Indonesia sekaligus Ministry of Higher Education Malaysia, yang memaparkan berbagai tantangan dan peluang pendidikan modern dalam menciptakan lingkungan belajar yang seimbang antara aspek akademik, kesehatan fisik, serta kesejahteraan mental mahasiswa.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Ubhara Jaya, Irjen. Pol. (Purn.) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim., (HC). Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang mampu menjawab tantangan global.

Kemudian, acara semakin semarak dengan penampilan martial art performance yang dibawakan oleh tiga mahasiswa atlet berprestasi Fakultas Ilmu Pendidikan, di antaranya: Donfri Oktovay Tollo, Nanda Perwira, dan Dennis Clement Yunaz. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat sportivitas, disiplin, dan dedikasi para atlet dalam meraih prestasi. Sebagai bentuk apresiasi atas capaian yang telah diraih, dilakukan penyerahan penghargaan kepada para atlet penampil oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan yang didampingi langsung oleh Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Selanjutnya, acara memasuki kegiatan inti berupa kuliah umum yang disampaikan secara langsung oleh Narasumber Internasional Dr. Hasnul Faizal Hushin Amri dengan judul: Management Strategy for Sports and Physical Education Professionals. Dalam pemaparannya, narasumber membahas berbagai perspektif mengenai implementasi pendidikan holistik, penguatan kesejahteraan peserta didik, serta tantangan pendidikan abad ke-21 di berbagai negara, khususnya Malaysia dan Indonesia. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif yang dipandu oleh Galih Albarra Shidiq, Ph.D.. Melalui sesi tersebut, mahasiswa dan dosen berkesempatan berdialog secara langsung dengan narasumber untuk memperdalam pemahaman terkait isu-isu pendidikan global. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif serta tingginya minat peserta selama diskusi berlangsung.

Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kontribusi narasumber dalam berbagi wawasan dan pengalaman akademik internasional, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menyerahkan plakat kepada narasumber pada akhir kegiatan. Penyerahan plakat tersebut sekaligus menjadi simbol terjalinnya kerja sama akademik dan penguatan hubungan internasional dalam bidang pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi global, sekaligus memperluas jejaring internasional guna mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Kontak Resmi:
Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas: +62 878-4162-4810

]]>
Fakultas Hukum Ubhara Jaya Gelar Kuliah Umum Good Governance dan Reformasi Polri https://ubharajaya.ac.id/fakultas-hukum-ubhara-jaya-gelar-kuliah-umum-good-governance-dan-reformasi-polri/ Sat, 20 Dec 2025 15:32:19 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=17004 Bekasi – Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Good Governance dalam Institusi Kepolisian: Tantangan dan Strategi Reformasi Polri” pada Sabtu (20/12/2025) di Auditorium Kampus II Ubhara Jaya, Bekasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen akademik Ubhara Jaya dalam mendorong penguatan tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya di sektor penegakan hukum dan institusi kepolisian.

Kuliah umum tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai narasumber, yakni Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Drs. H. Chairuddin Ismail, S.H., M.H., dan Prof. Dr. Topane Gayus Lumbuun, S.H., M.H., serta Prof. Dr. Adrianus E. Sembiring Meliala, M.Si., M.Sc., Ph.D. Kegiatan ini dipandu oleh moderator Dr. Dina Kristina, S.Sos., M.Si.

Baca Juga: UBJ Bersama ADIHGI Angkat Isu Restorative Justice dalam Seminar Nasional dan Pelantikan DPP

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Ubhara Jaya, Prof. Dr. St. Laksanto Utomo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kuliah umum ini dirancang sebagai forum strategis yang menghadirkan perspektif akademisi, praktisi, dan pimpinan institusi untuk memperkuat pemahaman kritis mengenai prinsip good governance dalam institusi kepolisian. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3), baik secara luring maupun daring. Melalui forum ini diharapkan tumbuh pemikiran konstruktif terkait tantangan dan strategi reformasi Polri, sekaligus penguatan nilai-nilai tata kelola pemerintahan yang baik, peningkatan kualitas keilmuan, serta kontribusi nyata bagi pembangunan hukum dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Rektor Ubhara Jaya, Irjen Pol. (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim (HC), menegaskan bahwa penegakan hukum yang adil dan berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui penerapan prinsip good governance, terutama dalam institusi Polri yang memiliki kewenangan, diskresi, dan penggunaan kekuatan negara. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut akuntabilitas, integritas, etika, independensi, serta penerapan prinsip equality before the law secara konsisten.

Sebagai narasumber utama, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Drs. H. Chairuddin Ismail, S.H., M.H., menegaskan bahwa good governance merupakan pondasi utama bagi terwujudnya Polri yang profesional dan demokratis. Ia menekankan peran kepolisian sebagai pelindung nilai-nilai sipil melalui fungsi penegakan hukum, pemeliharaan ketertiban, serta perlindungan masyarakat yang harus dijalankan secara akuntabel, berintegritas, dan responsif terhadap dinamika sosial serta tuntutan publik.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Topane Gayus Lumbuun, S.H., M.H., menyoroti bahwa agenda reformasi Polri saat ini masih berada di antara optimisme dan pesimisme publik. Ia menekankan pentingnya pembenahan regulasi melalui revisi Undang-Undang Polri, penguatan prinsip good governance, penegasan kewenangan dan wilayah hukum Polri, pengembangan keadilan restoratif, serta reformasi struktural dan kultural agar institusi kepolisian selaras dengan prinsip demokrasi, konstitusi, dan hak asasi manusia.

Baca Juga: Fakultas Hukum UBJ Selenggarakan Seminar Nasional RUU KUHAP dan Arah Baru Sistem Peradilan Pidana di Indonesia

Selanjutnya, Prof. Dr. Adrianus E. Sembiring Meliala, M.Si., M.Sc., Ph.D., memaparkan sejumlah usulan reformasi kelembagaan dan operasional Polri yang bersifat strategis. Usulan tersebut meliputi penataan ulang organisasi kepolisian, penguatan sistem promosi dan pengendalian berbasis kinerja, pembagian fungsi dan wilayah kerja untuk memperpendek rentang kendali, pemisahan peran kepolisian lokal dan nasional, penguatan satuan-satuan fungsional, serta penerapan intelligence led policing. Menurutnya, langkah-langkah tersebut diperlukan agar Polri semakin efektif, akuntabel, adaptif terhadap kejahatan modern, serta selaras dengan prinsip reformasi dan good governance.

Kegiatan kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika Fakultas Hukum Ubhara Jaya. Melalui kegiatan ini, Ubhara Jaya berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat literasi publik serta mendorong reformasi Polri berbasis good governance demi terwujudnya penegakan hukum yang adil dan berkeadilan.

Kontak Resmi:
Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas: +62 878-4162-4810

]]>
Ubhara Jaya Gelar Kuliah Umum Pembangunan Integritas di Perguruan Tinggi Bersama KPK https://ubharajaya.ac.id/ubhara-jaya-gelar-kuliah-umum-pembangunan-integritas-di-perguruan-tinggi-bersama-kpk/ Thu, 11 Dec 2025 10:16:59 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=16951 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menyelenggarakan Kuliah Umum Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertema “Pembangunan Integritas di Perguruan Tinggi.” Kegiatan ini digelar secara hybrid dari Auditorium Ubhara Jaya, Gedung Grha Tanoto, Kampus II Ubhara Jaya pada Kamis (11/12/2025) yang diikuti oleh 300 mahasiswa dari seluruh fakultas serta segenap sivitas akademika di lingkungan Ubhara Jaya.

Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Irjen Pol (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim. (H.C.), menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Ubhara Jaya dalam menanamkan nilai dasar integritas kepada seluruh sivitas akademika. Kolaborasi dengan KPK menjadi langkah penting dalam memperkuat karakter mahasiswa agar memiliki kecerdasan intelektual sekaligus ketangguhan moral.

Baca Juga: Ubhara Jaya dan UM Gelar Kuliah Umum Bertema “Global Partnership for The Goals in Quality Education”

“Membangun integritas bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan di tengah arus globalisasi dan disrupsi yang menawarkan jalan pintas sebagai dorongan untuk mengabaikan integritas sangatlah besar. Tema acara ini hari ini bukan sekadar wacana, tetapi seruan untuk aksi kolektif. Dalam konteks tersebut, Saya ingin menegaskan komitmen pimpinan Ubhara Jaya untuk menjadikan integritas sebagai pondasi dan menjiwai semua aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Prof. Bambang.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, Dian Novianthi, S.Psi., M.M, yang membahas materi “Membangun Budaya Integritas di Perguruan Tinggi.”

Pada sesi paparan dan diskusi, beliau menjelaskan pentingnya membangun budaya integritas di perguruan tinggi sebagai kunci pemberantasan korupsi, dengan memaparkan definisi dan jenis korupsi, serta fenomena korupsi di dunia pendidikan. Beliau turut menjelaskan peran KPK melalui pendidikan, pencegahan, dan penindakan, serta menekankan bahwa integritas harus menjadi nilai utama setiap individu. Generasi muda dipandang sebagai agen perubahan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian), termasuk penerapan mata kuliah antikorupsi, riset, dan kampanye integritas. Sesi ini dimoderatori oleh Ir. Djuni Thamrin, M.Sc., Ph.D.

Baca Juga: Hadirkan BNN dan Granat, Ubhara Jaya Gelar Kuliah Umum Memperingati HANI 2023

Sebagai bentuk dukungan kampus terhadap gerakan anti korupsi, kegiatan ini juga menampilkan lagu terbaru KPK bertajuk “Biasakan yang Benar” yang dibawakan oleh Paduan Suara Mahasiswa Bharagita. Penampilan ini menjadi simbol ajakan bagi seluruh sivitas akademika Ubhara Jaya untuk membiasakan perilaku jujur dan menjauhkan diri dari tindakan tidak etis.

Melalui kuliah umum ini, Ubhara Jaya berharap dapat memperkuat kesadaran kolektif sivitas akademika mengenai pentingnya integritas, sehingga perguruan tinggi dapat menjadi ruang tumbuhnya generasi yang jujur, amanah, dan berkeadilan. Ubhara Jaya yang memiliki Pusat Kajian Ilmu Kepolisian dan Anti Korupsi, juga berkomitmen untuk terus bersinergi dengan KPK untuk membangun budaya anti korupsi yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi.

Kontak Resmi:
Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas: +62 878-4162-4810

]]>
Menuju Predikat Unggul: Fasilkom Ubhara Jaya Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Lewat Kuliah Umum https://ubharajaya.ac.id/menuju-predikat-unggul-fasilkom-ubhara-jaya-tingkatkan-kompetensi-mahasiswa-lewat-kuliah-umum/ Tue, 25 Nov 2025 07:52:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=16860 Bekasi – Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Dari Kampus ke Dunia Industri: Mewujudkan Informatika yang Unggul” pada Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan secara luring di Gedung Grha M. Yasin, ruang 405–407.

Kegiatan ini diadakan sebagai upaya Fasilkom Ubhara Jaya dalam mempersiapkan dan meningkatkan kualitas lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis sesuai kebutuhan dunia industri. Hal ini sejalan dengan tuntutan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat serta kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Baca Juga: Kolaborasi BEM FASILKOM UBJ dan PMI Sukses Laksanakan Donor Darah

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Ubhara Jaya, Dr. Robertus Suraji, S.S., M.M, dalam sambutannya menyampaikan bagaimana kegiatan ini menunjukkan pentingnya untuk terus mengembangkan wawasan di bidang teknologi informasi.

“Melalui kegiatan ini, kami melihat betapa pentingnya wawasan yang baru dari para narasumber hari ini mengenai kepakarannya serta relasinya yang luar biasa dalam mengembangkan wawasan kita semua. Oleh karena itu, mereka hadir hari ini agar kita dapat menimba banyak ilmu dan memahami perkembangan bidang teknologi informasi yang terus berkembang dengan pesat,” tutur Dr. Robertus.

Wakil Rektor I Ubhara Jaya, Prof. Dr. Istianingsih, S.E., M.S.Ak, dalam sambutannya menyoroti tema yang diusung pada kegiatan kuliah pakar Fasilkom Ubhara Jaya.

“Tema yang diusung pada kegiatan ini sangat tepat dan relevan karena cepatnya perkembangan bidang teknologi informasi, khususnya pada ponsel genggam. Salah satu perusahaan besar ponsel genggam yang tidak mengikuti zaman pun bisa runtuh dengan mudahnya oleh perusahaan ponsel genggam lainnya yang mengikuti zaman. Maka dari itu, terima kasih kepada para pakar yang telah hadir hari ini, kita akan belajar langsung untuk terus melihat perkembangan bidang tersebut,” ujar Prof. Istianingsih.

Acara berlanjut dengan sesi paparan materi dan diskusi yang dipandu oleh Dr. Tb. Ai Munandar, S.Kom., M.T, selaku moderator.

Narasumber pertama, Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D, dalam paparannya menjelaskan permasalahan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri yang ditandai tingginya pengangguran sarjana, kurangnya pembelajaran berbasis implementasi, serta kompetensi lulusan yang tidak terintegrasi akibat pembelajaran yang belum menerapkan OBE, KKNI, SKKNI, dan sertifikasi kompetensi. 

Prof. Zainal juga menekankan pentingnya integrasi Tri Dharma perguruan tinggi untuk memperkaya materi ajar, memastikan capaian pembelajaran yang relevan, serta mengarahkan sistem pendidikan agar menghasilkan lulusan dengan kompetensi entry-level yang sesuai profil profesi. Melalui CORE Framework, OBE diimplementasikan secara sistematis dengan menyelaraskan input, proses, dan outcome agar mahasiswa mencapai kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Beliau juga menyoroti kebutuhan SDM Informatika yang adaptif melalui project-based learning, pemetaan okupasi nasional, serta berbagai skema sertifikasi (data engineer, data scientist, Artificial Intelligence, system analyst, ICT project manager) sebagai bukti kompetensi.

Berikutnya, narasumber kedua, Dr. Ir. Yaya Heryadi, M.Sc, dalam paparannya menjelaskan bagaimana Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 mendorong perubahan besar pada peran perguruan tinggi, khususnya dalam bidang Informatika, yang menuntut riset berorientasi hilirisasi dan komersialisasi, kolaborasi erat dengan industri, serta transformasi peran dosen menjadi inovator dan fasilitator pembelajaran. 

Beliau juga menyampaikan bahwa hal tersebut dapat menguraikan tantangan transisi lulusan dari kampus ke industri, seperti perbedaan ekspektasi kerja, kesenjangan keterampilan teknis maupun interpersonal, kebutuhan pembelajaran berkelanjutan, serta pentingnya membangun jaringan profesional.

Baca Juga: Kuliah Umum Fasilkom Ubhara Jaya, Pakar Digital Forensik Beri Tips Deteksi Aplikasi Berbahaya

Kuliah Umum ini menjadi bagian dari strategi Fakultas Ilmu Komputer dalam mempersiapkan Program Studi Informatika menghadapi penilaian Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM). Melalui kegiatan ini, Fasilkom Ubhara Jaya berharap dapat memperkuat kolaborasi antara program studi dan mitra industri, sekaligus mendukung pengembangan kurikulum yang adaptif serta peningkatan kompetensi mahasiswa.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan dunia industri. Selain meningkatkan wawasan mahasiswa, Kuliah Umum ini juga merupakan langkah penting dalam penguatan mutu internal serta persiapan akreditasi Program Studi Informatika menuju predikat Unggul.

Kontak Resmi:
Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas: +62 878-4162-4810

]]>
Kuliah Umum Fakultas Psikologi Ubhara Jaya Bahas Penerapan Psikologi dalam Dunia Kepolisian https://ubharajaya.ac.id/kuliah-umum-fakultas-psikologi-ubhara-jaya-bahas-penerapan-psikologi-dalam-dunia-kepolisian/ Mon, 27 Oct 2025 09:01:52 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=16719 Bekasi – Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum bertajuk “Penerapan Psikologi di Kepolisian” pada Senin (27/10/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Gedung Grha Tanoto, Ruang Wilmar 103 Kampus II Ubhara Jaya, serta melalui platform Zoom Meeting.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen program studi Psikologi yang merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Psikologi Kepolisian III: Psikologi Forensik pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa didorong untuk mengaitkan teori yang diperoleh di ruang kuliah dengan praktik nyata di lapangan, sesuai dengan semangat Diktisaintek Berdampak.

Baca Juga: Fakultas Psikologi UBJ Kembali Gelar Sharing Session, Bahas Implementasi Psychological Safety ke dalam Psychopreuneurship

Dekan Fakultas Psikologi Ubhara Jaya, Dr. Wustari L. Mangundjaya, M.Org.Psy, S.E., Psikolog, dalam sambutannya menyampaikan harapan dari terselenggaranya kuliah umum ini.

“Melalui kegiatan kuliah umum ini, kami berharap terjalinnya kerja sama yang erat antara Ubhara Jaya dengan pihak Kepolisian di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat karena adanya kesamaan di bidang Psychological Safety dalam mengimplementasikan visi dan misi Ubhara Jaya,” tutur Dr. Wustari.

Acara berlanjut dengan sesi paparan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya, AKBP Ida Bagus Adi Putra Yadnya, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber utama dan diskusi yang dipandu oleh Dosen tetap Fakultas Psikologi Ubhara Jaya, Rizma Afian Azhiim, S.IP., M.Si.

Pada paparannya yang berjudul “Aplikasi Ilmu Psikologi di Kepolisian,” AKBP Ida Bagus Adi Putra Yadnya, M.Psi., Psikolog, menjelaskan tentang bagaimana disiplin psikologi diterapkan dalam berbagai aspek tugas kepolisian, baik operasional maupun pembinaan. Beliau memaparkan peran penting psikologi hukum (forensic psychology) dalam membantu proses penyelidikan, penyidikan, hingga persidangan melalui asesmen psikologis terhadap tersangka, saksi, dan korban dengan metode observasi, wawancara, serta tes psikologi. 

Psikologi berperan memastikan proses penegakan hukum berjalan objektif tanpa kekerasan, menjaga validitas keterangan, dan mendukung pencarian kebenaran materiil. Selain itu, AKBP Ida Bagus juga menyoroti peluang karier bagi psikolog di lingkungan Polri, mulai dari jalur SIPSS, ASN, hingga posisi analis SDM, criminal profiler, dan tenaga pendidik. Beliau pun turut menampilkan contoh beasiswa dan kesempatan magang di Biro Psikologi Polda Metro Jaya serta menekankan pentingnya growth mindset bagi calon psikolog agar mampu untuk terus berkembang, beradaptasi, dan berkontribusi bagi penegakan hukum yang berkeadilan dan berorientasi pada kemanusiaan.

Baca Juga: Fakultas Psikologi UBJ Selenggarakan Pelatihan Personal Branding dan Komunikasi Efektif

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga kepolisian, serta memperkaya wawasan mahasiswa terhadap penerapan psikologi dalam konteks sosial-keamanan yang kompleks dengan mengimplementasikan visi Ubhara Jaya yang berwawasan kebangsaan dan berbasis sekuriti guna menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berperilaku baik. Selain itu, dosen pengampu juga diharapkan dapat mengintegrasikan hasil diskusi dan studi kasus dari kegiatan ini ke dalam materi ajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan berdampak.

Atas terselenggaranya kegiatan Kuliah Umum “Penerapan Psikologi di Kepolisian,” Fakultas Psikologi Ubhara Jaya menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan model pembelajaran yang adaptif, berorientasi pada praktik, serta mendukung penguatan kapasitas akademik dan profesional mahasiswa di bidang psikologi terapan.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas Ubhara Jaya: +62 878-4162-4810

]]>
5 Pelatih Internasional Asal Korsel Bagikan Pengetahuan Sport Education saat Kuliah Umum di Ubhara Jaya https://ubharajaya.ac.id/5-pelatih-internasional-asal-korsel-bagikan-pengetahuan-sport-education-saat-kuliah-umum-di-ubhara-jaya/ Mon, 11 Nov 2024 06:15:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13540 Bekasi – Sebanyak lima pelatih internasional asal Korea Selatan (Korsel) memberikan informasi tentang Sport Education di negaranya. Hal ini disampaikan kelima saat mengisi acara kuliah umum di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya), Sabtu (9/11/2024).

Acara kuliah umum ini juga dihadiri Ketua Koni Kota Bekasi Tri Adhianto yang merupakan mitra dari Ubhara Jaya. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Ubhara Jaya Dra. Truly Wangsalegawa, M.A.,M.Ed., Ph.D yang membuka kuliah umum itu pun mengucapkan terima kasih dengan Koni Kota Bekasi. Dia pun berharap jika kerja sama dengan Ubhara Jaya terus berlanjut hingga bisa mengirim tim Ubhara Jaya untuk studi banding dengan sejumlah universitas di Korsel.

“Terima kasih atas kerja sama denganya dengan FIP, khususnya dengan prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO). Izin pak kalau bisa kami diajak juga untuk benchmarking dengan kampus lain di Korsel,” katanya.

Baca Juga: Serunya Mahasiswa Ubhara Jaya Belajar Strategi Bermain Futsal dari Pelatih Internasional Asal Korea

Adapun kelima pelatih yang hadir yakni Lee Hyun Min pelatih basket, Lee Hyung Sook pelatih cabang olahraga atletik, Yun Hui-young pelatih taekwondo, Lim Min-sub pelatih sepatu roda dan Lee Yeoung-won pelatih sepak bola. Dalam paparannya, Lee Hyun Min mengatakan, selama seminggu melakukan coaching, dia melihat atlet di Indonesia khususnya di Bekasi punya potensi yang besar berlaga di kancah internasional.

“Atlet di Indonesia khususnya di Bekasi yang kami latih kemarin semuanya punya potensi luar biasa,” ucapnya.

Sementara itu, Lee Hyung-Sook lebih banyak berpesan jika sebagai atlet, dia tidak melupakan pentingnya pendidikan. Prestasinya sebagai atlet dan pelatih ini harus diimbangi dengan pendidikan.

“Prestasi sebagai atlet dan pelatih seharusnya tidak mengganggu pendidikan. Mahasiswa harus berprestasi dan bersosialisasi di banyak bidang,” katanya.

Baca Juga: Tingkatkan Skill, Ubhara Jaya Gelar Coaching Clinic Bola Basket Bersama Pelatih Korea

Sedangkan dua pelatih dari taekwondo dan sepatu roda melihat semangat Indonesia lebih tinggi dibanding di Korea. Sehingga itu bisa menjadi bekal utama mereka bertanding. 

Lee Yeoung-won pelatih sepak bola mengatakan jika hal utama yang dilakukan di Korsel yakni anak-anak di sana tidak ditekan harus menguasai cabang olahraga secara serius. Anak-anak hanya diajarkan agar ada aktivitas.Biasanya mereka juga mulai dipersiapkan untuk atlet saat duduk di kelas 4 sekolah dasar. 

“Jadi ketika dia masih dini, dia tidak diorientasikan kepada prestasi. Nanti kalau dia naik ke jenjang yang lebih tinggi baru difokuskan para prestasi,” katanya.

Tim Media dan Publikasi 

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Ubhara Jaya dan UM Gelar Kuliah Umum Bertema “Global Partnership for The Goals in Quality Education” https://ubharajaya.ac.id/ubhara-jaya-dan-um-gelar-kuliah-umum-bertema-global-partnership-for-the-goals-in-quality-education/ Thu, 03 Oct 2024 16:01:17 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13219 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) berkolaborasi dengan University of Mindanao (UM) menggelar kuliah umum, di Kampus II, Bekasi, Kamis (3/10/2024). Tema yang diusung kali UBJ-UM Global Partnership for the Goals in Quality Education: Advancing Academic Integrity and Internationalization through Al and Economic Strategies.

Pemateri dalam kegiatan tersebut yaitu Senior Vice President (SVP) for Academic Affairs UM Dr. Ronnie V. Amorado dan Vice President (VP) for International Affairs UM Dr. Reynaldo Castro. Acara ini dimoderatori Kepala Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ubhara Jaya, Prof Adi Fahrudin, Ph.D.

Dalam paparan,  Dr. Ronnie V. Amorado banyak membahas tentang integritas akademik dan penggunaan artificial intelligence (AI) di dunia pendidikan. Dr. Ronnie sempat menyinggung jika AI mulai menjalar di dunia pendidikan saat terjadinya pandemi Covid-19. Saat itu muncul sejumlah platform pendukung kegiatan belajar mengajar seperti layanan zoometing. Dari layanan tersebut akhirnya muncul sistem pembelajaran online (online learning). Dalam sistem pembelajaran ini, Dr. Ronnie menyangsikan apakah mahasiswa benar-benar belajar atau tidak?.

Baca Juga: President University of Mindanao Menyampaikan Orasi Ilmiah di Hadapan Wisudawan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Terkait penggunaan AI di dunia pendidikan lainnya, Dr. Ronnie mengingatkan tentang bahaya plagiarism.Apalagi data dari AI yang banyak digunakan itu merupakan rangkuman data. Sehingga pembelajar dengan tatap muka menurutnya masih sangat penting.

We need to meet face to face especially for assessment (Kita perlu bertemu secara langsung, terutama untuk penilaian). Integrity which needs originality as proof of learning identify what can be delegated to AI (Integritas membutuhkan keaslian sebagai bukti identifikasi proses pembelajaran apa yang dapat dilakukan oleh AI)” katanya.

Sementara, pemateri kedua Dr. Reynaldo Castro di awal pemaparannya sempat memberikan quiz agar tercipta interaksi dengan audience. Dia banyak memberikan penjelaskan tentang apa itu sustainable development. 

Baca Juga: Dies Natalis ke-29 dan Wisuda Ubhara Jaya Cetak Lulusan Berkualitas Global untuk Pembangunan Berkelanjutan

Dr. Reynaldo menjabarkan 17 kategori sustainable development goals, Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, Pendidikan Berkualitas, Kesetaraan Gender, Air Bersih dan Sanitasi Layak,  Energi Bersih dan Terjangkau, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, Mengurangi Ketimpangan, Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan,  Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, Ekosistem Laut,  Ekosistem Darat, Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dia menjelaskan jika dari 17 kategori itu dibagi menjadi tiga dimensi hingga posisi Indonesia dan Philipina di data SDG’s. 

Sustainable Development Goals (SDGs) have three dimension, social, economic and environmental (SDGs memiliki tiga dimensi utama yaitu sosial, ekonomi dan lingkungan).So Indonesia until Malaysia is in the middle classification best on data SDG’s report. Philippine number six after Malaysia,” katanya.

Peserta yang hadir di kuliah umum ini dihadiri perwakilan mahasiswa, dosen Ubhara Jaya  hingga 10 kampus mitra yaitu Rektor Institut Bakti Nusantara (IBN) Dr. M.F. Christiningrum, Ak, CA,  Rektor Universitas Bina Insani Dr. Indra Muis, S.S. MM dan Ketua STIE Indonesia Jakarta Assoc. Prof. Drs. Ridwan Maronrong, M.Sc. Kemudian Universitas Mercu Buana, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Universitas Dian Nusantara, Universitas Budi Luhur,, Institut Bisnis Nusantara,  STIAMI Bekasi dan Perbanas Institute. 

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Kuliah Umum Fasilkom Ubhara Jaya, Pakar Digital Forensik Beri Tips Deteksi Aplikasi Berbahaya https://ubharajaya.ac.id/kuliah-umum-fasilkom-ubhara-jaya-pakar-digital-forensik-beri-tips-deteksi-aplikasi-berbahaya/ Wed, 17 Jul 2024 07:06:49 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=11052 Bekasi – Pakar Digital Forensik Universitas Islam Indonesia (UII) Dr. Yudi Prayudi, S.Kom.,M.Kom memberikan tips mendeteksi aplikasi berbahaya di handphone dan laptop. Hal ini disampaikan saat kuliah umum Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya kampus II, Bekasi, Selasa (16/7/2024).

Dalam sesi tanya jawab, moderator yang merupakan Dosen Ubhara Jaya, Dr. Tb. Ai Munandar, S.Kom.,MT menanyakan bagaimana cara mendeteksi adanya aplikasi yang tidak aman di handphone atau laptop. Pertanyaan itu pun langsung dijelaskan Dr. Yudi Prayudi.

Dia menerangkan, pengguna sebelum mengunggah aplikasi untuk handphone dan laptop sebaiknya melihat review pengguna sebelumnya. Dr Yudi juga mengingatkan pengguna harus hati-hari dengan aplikasi yang menawarkan kemudahan dan mengklaim sebagai perangkat aman.

“Banyak software yang tidak aman bersembunyi di balik kata-kata aman. Jadi kalian jangan mudah mendownload aplikasi yang judulnya aman. Karena di balik aplikasi yang aman itu ada yang tidak aman. Jadi itu salah satu cirinya ya itu aplikasi yang tidak aman itu yang menawarkan keamanan. Jadi kita harus hati-hati betul sebelum mendownload harus mencari betul reviewnya,” ucapnya.

Baca Juga: Kuliah Umum Fasilkom Ubhara Jaya Kupas Interaksi Teknologi Dengan 3 Materi Utama

Lalu bagaimana mendeteksi jika handphone atau laptop sudah terserang aplikasi yang tak aman? Dr Yudi menjelaskan beberapa ciri.

Tips Deteksi Aplikasi Berbahaya di Handphone

1. Perangkat HP atau Laptop Jadi Lambat

Salah satu ciri yang bisa dicek pengguna yakni saat handphone atau laptopnya lebih lama memproses sesuatu. Misalnya untuk mengakses ke aplikasi lain mengalami loading cukup lama.

“Ada beberapa cirinya, pertama kok handphone atau komputer saya kok jadi lambat. Nah ini sebagai cirinya,” ucapnya.

Baca Juga: Seminar Nasional Fakultas Hukum Ubhara Jaya: Menakar Masa Depan Penegak Hukum Di Indonesia

2. Memori Cepat Penuh

Ciri kedua yakni memori cepat penuh padahal pengguna tidak mengunduh video, foto atau dokumen. 

“Yang kedua memorinya atau hardisknya cepat penuh. Nah itu ada jadi ciri-ciri yang lain,” jelas Dr Yudi.

3. Ada Akses Mencurigakan

Ciri ketiga yang bisa terdeteksi yaitu adanya aktivitas tanpa perintah pengguna. Jika sudah ada aktivitas mencurigakan semacam ini, diduga perangkat sudah terkena malware.

“Yang berikutnya ada satu hal yang tidak kita lakukan tetapi terjadi. Misalnya kita tidak mengirim data tahu-tahu terkirim. Kita tidak membuka sesuatu malah terbuka sendiri. Nah mungkin ada salah satu software (berbahaya) yang bekerja di laptop atau handphone kita,” katanya.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>