Maulid Nabi Muhammad SAW – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Fri, 05 Sep 2025 02:44:59 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png Maulid Nabi Muhammad SAW – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 🌙✨ Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H https://ubharajaya.ac.id/%f0%9f%8c%99%e2%9c%a8-selamat-memperingati-maulid-nabi-muhammad-saw-1447-h/ Fri, 05 Sep 2025 02:44:58 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=16366 Momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah, menumbuhkan semangat persaudaraan, serta memperkuat nilai kasih sayang dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk mengamalkan ajaran beliau dan menjadikan teladan Nabi Besar Muhammad SAW sebagai pedoman hidup menuju keberkahan.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas UBJ: +62 878-4162-4810

]]>
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Rektor Minta Segenap Sivitas Akademika Ubhara Jaya Teladani Akhlak Mulia Rasulullah https://ubharajaya.ac.id/peringati-maulid-nabi-muhammad-saw-rektor-minta-segenap-sivitas-akademika-ubhara-jaya-teladani-akhlak-mulia-rasulullah/ Wed, 03 Nov 2021 11:47:39 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=2672 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H/2021 dengan tema, “Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW dalam Rangka Akselerasi Mewujudkan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang Unggul,” Selasa Pagi (02/11/2021). Acara peringatan Maulid Nabi ini digelar dengan protokol kesehatan ketat, dihadiri langsung Rektor Ubhara Jaya serta tamu dan undangan yang hadir secara terbatas di Auditorium Kampus Ubhara Jaya Bekasi. Secara virtual acara ini juga dihadiri oleh Guru Besar, Dosen dan Mahasiswa Ubhara Jaya lainnya, mereka mengikuti melalui aplikasi zoom meeting.

Dalam sambutannya, Rektor Ubhara Jaya, Irjen Polisi (Purn) Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M. mengajak seluruh sivitas akademika Ubhara Jaya untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah dan mengimplementasikannya dalam menjalani kehidupan dan beraktivitas di kampus.

“Sehari-hari kita bergelut dengan kesibukan dan perjuangan untuk belajar dan mengkaji ilmu dalam berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan. Dalam kaitannya dengan kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini, semoga semakin menambah ilmu penghetahuan kita untuk dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik,” ujar Rektor Ubhara Jaya mengawali sambutannya.

Lebih jauh Rektor mengajak segenap sivitas akademika Ubhara Jaya untuk meneladani akhlak mulia dari Rasulullah SAW, karena meski Rasulullah SAW adalah manusia biasa, namun Beliau adalah manusia maksum yang selalu mendapatkan pengawasan dan bimbingan langsung dari Allah SWT atas semua gerak dan tingkah lakunya. Rasulullah SAW sengaja diutus Allah SWT untuk menjadi panutan manusia karena memiliki sifat terpuji seperti Shiddiq (jujur), Amanah (terpercaya), Tabligh (menyampaikan) dan Fathonah (cerdas, tanggap dan trengginas).

Selain itu, lanjut Rektor Ubhara Jaya, juga dalam rangka melengkapi ilmu pengetahuan yang dimiliki dengan kualitas ibadah yang baik agar dengan ilmu pengetahuan itu dapat mengenal Tuhan, beribadah menyembah Allah SWT, berbuat baik kepada sesama serta mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Meskipun ilmu pengetahuan itu memiliki fungsi dan peranan yang tinggi dan penting dalam kehdiupan, namun kita menyadari bahwa ilmu pengetahuan yang kita miliki bisa juga tidak punya arti apa-apa di hadapan Allah, kalau ilmu yang kita miliki dan pelajari itu tidak menjadikan diri kita makin berkualitas dan bermanfaat bagi sesama dan tidak mampu meningkatkan kualitas ibadah kita dan meningkatkan pengabdian kita kepada bangsa dan negara yang kita cintai ini,” lanjut Rektor Ubhara Jaya.

Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, menghadirkan Dr. KH Mulyadi Effendi M.Pd, Pengurus MUI Kota Bekasi. Dalam tausiyah yang diberikannya, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kota Bekasi ini mengatakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad ini adalah sebuah tradisi keagamaan.

“Peringatan kelahiran Rasulullah SAW adalah sebuah tradisi keagamaan yang menjadi kebiasaan di masyarakat yang berisi ajakan untuk melakukan kebaikan terhadap sesama. Sebuah tradisi yang berisi kebaikan, maka Insya Allah akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Menjadi tanggungjawab kita bersama agar tradisi ini tidak hanya berhenti pada seremonial belaka, karena kita tahu substansi dari memperingati Maulid Nabi ini tiada lain adalah bagaimana menghadirkan sunah-sunah nabi dalam kehidupan kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW,” ucap  Dr. KH Mulyadi Effendi M.Pd.

Lebih jauh, Rais Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) kota Bekasi ini mengatakan perintah pertama Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah Iqro’ atau membaca, yang jika dicermati dengan baik adalah perintah untuk menguasai ilmu pengetahuan.

“Tidaklah Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Allah akan mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu di antara kalian beberapa derajat. Ketika Ilmu pengetahuan tidak dibedakan, antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan secara umum, maka orientasinya adalah ilmu berlandaskan nilai nilai ahlak yang akan membawa pada kemaslahatan umat,” jelas Dr. KH Mulyadi Effendi M.Pd lagi.

Ia mengapresiasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya sebagai lingkungan akademik yang menghargai kearifan lokal dan tradisi keagamaan yang menyerukan kebaikan dan mengedepankan nilai-nilai moral dan akhlak mulia dalam proses pendidikan untuk menjadi perguruan tinggi unggul.

Tim Media dan Publikasi                             

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Maulid Nabi Momentum Teladani Rasulullah https://ubharajaya.ac.id/maulid-nabi-momentum-teladani-rasulullah/ Thu, 03 Jan 2019 05:41:11 +0000 http://ubharajaya.ac.id/?p=1945 Ubhara Jaya– Selasa (11/12/2018) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menghelat acara peringatan Maulid Nabi  dengan tema “ Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Kita Wujudkan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Sebagai Kampus Unggulan di Auditorium graha Tanoto Kampus II Bekasi.” Peringatan Maulid Nabi sudah menjadi agenda tetap tahunan Ubhara Jaya dengan harapan dapat terus mensyukuri kelahiran Nabi sekaligus mengingat perjalanan hidupnya untuk dicontoh.

Demikian seperti yang diterangkan Rektor Ubhara Jaya, Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Bambang Karsono,SH.,MM dalam sambutannya. “Meskipun ilmu pengetahuan memiliki fungsi dan peranan yang penting dalam kehidupan, kita harus menyadari ilmu pengetahuan yang  Kita miliki tidak  punya arti apa-apa di hadapan Allah SWT sepanjang tidak menjadikan diri kita makin berkualitas untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta,” terang Beliau.

Ilmu Pengetahuan yang dimiliki, lanjut Rektor haruslah membawa ibadah kita lebih berkualitas, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, menambah pengabdian kepada sesama manusia, kepada bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Acara  dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. R. Syarif Rahmat RA, SQ, MA. Dalam ceramahnya, antara lain, Kiai Syarif menerangkan tentang akhlak Nabi Muhammad SAW yang begitu agung hingga diabadikan di dalam Al-Qur’an. Dengan keagungan akhlak itulah, Nabi Muhammad SAW berhasil menyampaikan dan mengembangkan dakwahnya. Maka, tandasnya, akhlak adalah pondasi utama keberhasilan. Kiai yang juga akrab disapa Kanjeng Sunan ini, mengulas betapa pentingnya menanamkan rasa nasionalisme demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Infonesia (NKRI) yang dengan berdarah-darah telah diperjuangkan oleh para pahlawan. Sebab, rasa nasionalisme atau cinta terhadap tanah air adalah juga yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Nabi SAW adalah tokoh perdamaian dunia dari masa ke masa, sebab agama Islam yang dibawanya adalah agama damai. Maka itu, tegasnya, sangatlah salah jika ada orang yang mengatasnamakan Islam tetapi merusak rasa damai dengan selalu membuat keributan,” pesannya.

Senada dengannya, Rektor menyerukan para peserta, baik mahasiswa, dosen hingga pejabat di lingkungan Ubhara Jaya untuk mencontohi sifat dan akhlak Nabi. “Rasulullah Muhammad SAW sengaja diutus oleh Allah AWT untuk menjadi panutan kita. Beberapa  sifat mulia yang melekat pada pribadinya yaitu jujur, amanah, komunikatif dan fathanah atau cerdas, tanggap dan trengginas, “tutupnya.

(Tim Media Ubhara Jaya)

]]>
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439, Momentum Teladani Semangat Gigih Rasulullah Untuk Jaga 4 Pilar Kebangsaan https://ubharajaya.ac.id/peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw-1439-momentum-teladani-semangat-gigih-rasulullah-untuk-jaga-4-pilar-kebangsaan/ Thu, 21 Dec 2017 02:29:12 +0000 http://ubharajaya.ac.id/?p=1693 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (ubhara Jaya) mengangkat tema Jadikan Akhlak Nabi Muhammad SAW Sebagai Teladan Dalam Mewujudkan Kehidupan Yang Rukun Aman dan Damai, pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2017. Pada Jumat, 15 Desember 2017, di Auditorium Ubhara Jaya. Peringatan tersebut dihadiri ratusan peserta yang merupakan civitas akademika Ubhara Jaya mulai dari jajaran Rektorat, pegawai, dosen, serta mahasiswa.

Pada acara yang banyak dipadati peserta berbaju putih tersebut dilakukan shalawat dan doa bersama. Alunan tabuhan alat musik dari Timur Tengah, yakni Rebana turut menyemarakkan acara.  Acara dibuka terlebih dahulu dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Kegiatan yakni Ketua Pengurus Masjid Ulul Albab UBJ, Dr. H. Muh. Yahya Agil, MM., kemudian dilanjutkan sambutan Rektor Ubhara Jaya Irjen Pol. (Purn) Drs. H. Bambang Karsono, SH., MM.

Dalam sambutannya, Rektor Ubhara Jaya menyampaikan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum yang tepat baik individu maupun kelompok masyarakat untuk meneladani semangat juang yang begitu gigih dari Rasulullah SAW dalam menegakkan syariat Islam di tengah-tengah gelapnya zaman jahiliyah.

“Dengan melihat kembali semangat perjuangan Rasulullah, kita bisa meneladani akhlak yang begitu mulia dari beliau, jadi jangan menunda untuk berbuat kebaikan yang bisa bermanfaat bagi sesama dan jangan lupa pula untuk senantiasa bersyukur pada nikmat Allah yang tidak bisa kita hitung,” ungkap Rektor, disambut riuh tepuk tangan undangan yang hadir.

Rektor pun berpesan untuk mengisi hidup dengan selalu berbuat kebaikan. Salah satunya adalah dengan menjadi agent of change dalam kehidupan pribadi maupun sosial. “Empat Pilar Kebangsaan yang sudah kita dengarkan dari Pak Zulkifli Hasan Ketua MPR kemarin jadi perjuangan kita yang kekinian, perjuangan di zaman now dengan menjaga Empat Pilar tersebut,” ujarnya.

Pada akhir sambutan, Rektor mengingatkan kembali untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah. “Kta bisa menyongsong kehidupan di masa depan dengan peningkatan iman, amal, dan ilmu serta taqwa kepada Yang Maha Kuasa.”

Puncak rangkaian kegiatan pada peringatan Maulid Nabi SAW ialah ceramah yang menghadirkan Ustadz H. Abdul Muta’ali, MA., M.IP., yang merupakan Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI untuk memberikan tausiyah. Beliau menegaskan, bahwa Islam merupakan agama yang memiliki toleransi tinggi. Namun Beliau menyayangkan keindahan Islam tersebut saat ini belum bisa tampak ke permukaan karena rendahnya minat baca umat muslim saat ini.

“Bagaimana agar Islam bisa tampak ke permukaan? Sehingga yang hadir adalah Islam Rahmatan Lil Alamiin. Kuncinya satu, yakni Baca, Iqra. Membaca dan belajar dari sumber utama, yaitu Al Quran. Sekarang apa-apa googling, wikipedia, itu yang menjadi kekurangan kita sekarang,” tegasnya.

Beliau melanjutkan, bahwasanya di dunia ini tidak ada negara yang tidak maju karena membaca. Membaca memutus rantai kebodohan. “Negara dengan tingkat baca tertinggi di dunia kalau saudara-saudara ingin tahu, adalah Palestina, rata-rata orang Palestina satu hari baca 295 halaman. Dan Kedua adalah Israel yang hanya selisih 7 halaman. Kok bisa? Bisa, karena kalau orang-orang Palestina tidak baca mungkin mereka sudah habis dari dulu, dengan baca mereka bisa melakukan inovasi pertahanan,” katanya.

Melalui kegiatan membaca, setiap muslim dan muslimah juga bisa meneladani akhlak mulia Rasulullah yang luar biasa hebat. “Kita perlu bersyukur akan hal itu, yaitu menjadi seorang muslim dan muslimah. Semoga pelan-pelan kita bisa mencontoh akhlak mulia Rasulullah,” ucapnya. (Tim Media Ubhara jaya)

]]>