Media Sosial – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Tue, 18 Mar 2025 07:10:57 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png Media Sosial – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Program PKM Mahasiswa Ubhara Jaya Edukasi Bijak Bermedsos, Cegah Anak Meniru Konten Berbahaya https://ubharajaya.ac.id/program-pkm-mahasiswa-ubhara-jaya-edukasi-bijak-bermedsos-cegah-anak-meniru-konten-berbahaya/ Tue, 18 Mar 2025 07:10:56 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=15121 Bekasi – Maraknya konten negatif di media sosial semakin mengkhawatirkan, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap dampak buruknya. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) melalui Fakultas Ilmu Komunikasi menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk memberikan edukasi terkait penggunaan media sosial secara bijak. 

Program ini bertujuan agar anak-anak tidak mudah meniru konten berbahaya yang beredar di media sosial. Program PKM yang masih menjadi bagian dari Proyek Membangun Desa ini  dimulai sejak 21 Oktober 2024 hingga 10 Januari 2025, melibatkan  satu  Dosen Pembimbing Lapangan  (DPL) dan 10 mahasiswa di Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang.

PKM ini sudah dipublikasikan dalam bentuk jurnal Communnity Development Journal Vol.6 No. 1 Tahun 2025, Hal. 632-637. Jurnal ini bisa diakses di link https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/view/40984/26181. 

Dalam jurnal tersebut dilaporkan jika Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu wilayah dengan jumlah perokok tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, provinsi ini berada di urutan kedua setelah Lampung dengan persentase perokok mencapai 32,98%. Di Bekasi, angka perokok anak cukup tinggi, dengan data menunjukkan bahwa 15,9% perokok berusia 15-24 tahun berasal dari Kota Bekasi dan 17,92% dari Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Tim Ubhara Jaya Edukasi Pelajar Kota Bekasi Cerdas Bermedia Sosial untuk Cegah Cyberbullying

Selain itu, kasus perundungan, termasuk perundungan siber, juga meningkat. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi, jumlah kasus kekerasan dalam empat tahun terakhir meningkat signifikan, dari 70 kasus pada tahun 2020 menjadi 269 kasus pada 2023. Dari jumlah tersebut, 17 kasus merupakan kekerasan berbasis gender online, sementara perundungan terjadi sebanyak 18 kasus.

Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Anak

Dampak buruk media sosial semakin nyata dengan adanya berbagai fenomena perilaku meniru yang terjadi di kalangan anak-anak dan remaja. Salah satu kasus yang sempat menghebohkan terjadi di Bengkulu Utara, di mana 52 pelajar SMP melukai tangan mereka setelah terpengaruh oleh konten di TikTok. Penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi intensif TikTok dan Instagram dapat mempengaruhi perilaku remaja, termasuk meniru budaya asing hingga perilaku negatif seperti cyberbullying dan merokok.

Data UNICEF tahun 2022 menunjukkan bahwa 45% dari 2.777 anak Indonesia pernah mengalami perundungan siber. Selain itu, penelitian lain menemukan bahwa semakin sering anak-anak menggunakan media sosial, semakin tinggi kemungkinan mereka untuk merokok. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang masif agar anak-anak lebih bijak dalam bermedia sosial dan mampu memilah konten yang bermanfaat.

Program Edukasi: Cerdas Bermedia Sosial, No Tiru-Tiru!

Untuk mengatasi masalah ini, dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Ubhara Jaya melaksanakan program edukasi di dua lembaga pendidikan, yaitu SPS Al Falah dan TPQ SPS Mandiri Al Ikhlas Triananda, Bantar Gebang. Program ini mengusung tema “Cerdas Bermedia Sosial: No Tiru-Tiru! Yang di Medsos Belum Tentu Keren”. 

Sasaran program ini adalah anak-anak usia 6-12 tahun. Pada usia ini, anak-anak mulai berinteraksi dengan teman sebaya dan membentuk pola pikir serta nilai-nilai moral. Dengan edukasi yang tepat, mereka dapat belajar memilah informasi serta menghindari pengaruh negatif dari media sosial.

Baca Juga: Tim Ubhara Jaya Teliti Penerapan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD

Sekolah menjadi garda terdepan dalam melindungi anak-anak dari paparan konten berbahaya. Data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) menunjukkan bahwa jumlah anak yang melihat orang merokok di sekolah menurun dari 69% pada 2014 menjadi 56% pada 2019. Namun, paparan anak terhadap rokok di ruang publik justru meningkat. Oleh karena itu, selain sekolah, lingkungan keluarga dan masyarakat juga perlu berperan aktif dalam memberikan pemahaman tentang bahaya rokok dan perundungan siber.

Dari pelaksanaan edukasi tersebut, terlihat jika para siswa  tanpa  sadar telah melakukan hal kecil yang bisa mengarah keperundungan. Contohnya adalah memanggil temannya dengan teman dengan nama alias. Awalnya mereka menganggap hal kecil  tersebut merupakan candaan  biasa,  namun setelah mendapat edukasi, mereka sadar jika itu bisa menjurus ke ranah perundungan. Terkait  rokok,  anak-anak  telah  terbuka  dengan segala risiko berbahaya jika mereka  merokok, termasuk  rokok  elektrik. Namun, mereka  tak memungkiri  jika mereka  tinggal di lingkungan dengan perokok aktif Sehingga, untuk  ke depannya, penting juga dilakukan edukasi kepada orang tua terkait bahaya rokok. 

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Tim Ubhara Jaya Edukasi Pelajar Kota Bekasi Cerdas Bermedia Sosial untuk Cegah Cyberbullying https://ubharajaya.ac.id/tim-ubhara-jaya-edukasi-pelajar-kota-bekasi-cerdas-bermedia-sosial-untuk-cegah-cyberbullying/ Thu, 06 Feb 2025 08:45:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=14235 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menginisiasi kegiatan Proyek  Membangun  Desa  (PMD). Program yang diusung kali ini yakni sosialisasi “Cerdas Bermedia Sosial, Cegah Perundungan Siber” di Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqomah, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. 

PMD ini sudah dipublikasikan dalam bentuk jurnal yang terbit di Jurnal Pengabdian Sosial yang ditulis oleh Karina Azka Tridewi, Dina Rahmawati, Huwaida Qonitah dan Dian Sukmawati. Jurnal ini bisa diakses di link https://ejournal.jurnalpengabdiansosial.com/index.php/jps/article/view/618/528

Program sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital para pelajar, memberikan pemahaman tentang cyberbullying, serta mengajarkan cara mengidentifikasi dan mencegahnya. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk mendampingi pelajar dalam membangun karakter yang lebih aktif, kritis, dan peduli terhadap lingkungan sosial mereka. 

Dalam hal ini, mahasiswa Ubhara Jaya berperan sebagai fasilitator yang  tidak  hanya  memberikan  edukasi,  tetapi  juga  menginspirasi  pelajar  untuk  memanfaatkan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan sesuai dengan etika. Pendekatan yang digunakan mencakup berbagai aktivitas belajar, hingga diskusi interaktif yang diharapkan dapat membentuk generasi muda yang lebih tanggap terhadap permasalahan sosial.

Baca Juga: Program KKN Ubhara Jaya di Kelurahan Mustikajaya Bekasi: Optimalisasi Emosi dengan Terapi Seni

Berdasarkan penelitian terbaru, bullying jangan kita anggap remeh, karena awalnya diidentikkan dengan ucapan menyakitkan atau tindakan fisik yang terjadi langsung, disebut sebagai bullying offline. Namun, dengan kemajuan zaman serta hadirnya internet dan media sosial, bullying kini juga terjadi dalam bentuk baru yang dikenal sebagai cyberbullying. Menurut UNICEF, cyberbullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara berulang melalui media elektronik terhadap seseorang atau kelompok yang dianggap tidak mampu melawan.

Sosialisasi Cerdas Bermedia Sosial yang dilaksanakan pada Jumat, 15 November 2024, melibatkan pelajar kelas 4, 5, dan 6. Acara ini dipimpin oleh dosen sebagai pemateri utama yakni Titis Nurwulan, S.Sos., M.I.Kom dan Moh. Rifaldi Akbar, S.Sos., M.Si. Sementara kelompok mahasiswa yang menggelar sesi ice breaking untuk membangun suasana yang santai dan menyenangkan, sehingga para siswa tetap antusias dan tidak merasa tegang selama kegiatan berlangsung.

Sosialisasi ini bukan hanya sekadar presentasi, tetapi juga mengutilisasi media audio-visual dengan tayangan YouTube yang dirancang untuk menarik perhatian peserta, sehingga mempermudah pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan.

Baca Juga: Mengupas Pentingnya Perlindungan Data Pribadi di Era Digital Lewat Jurnal Dosen Ubhara Jaya

Para pemateri memberikan penjelasan mendalam mengenai perbedaan antara bullying dan cyberbullying, serta berbagai bentuk cyberbullying yang dapat menimpa pengguna media sosial. Mereka juga membahas dampak dari tindakan cyberbullying, faktor penyebabnya, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya.

Tercatat ada 140 pelajar yang hadir, serta antusiasme mereka selama sesi tanya jawab, menunjukkan bahwa kegiatan ini relevan dengan kebutuhan pelajar dalam menghadapi tantangan penggunaan media sosial. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelajar dapat lebih memahami pentingnya etika dalam bermedia sosial, serta menghindari perilaku negatif yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Edukasi lebih lanjut mengenai cyberbullying masih sangat diperlukan, dan program sosialisasi berkelanjutan diharapkan mampu membantu pelajar untuk bersikap bijaksana dan menjadi generasi muda yang mampu menghadapi tantangan di era digital saat ini.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental, Tim Ubhara Jaya Sosialisasikan Bijak Bermedia Sosial untuk Remaja https://ubharajaya.ac.id/pentingnya-menjaga-kesehatan-mental-tim-ubhara-jaya-sosialisasikan-bijak-bermedia-sosial-untuk-remaja/ Wed, 22 Jan 2025 03:25:49 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=14133 Bekasi – Dosen dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Bhayangkara Jakarta dan timnya melaksanakan pengabdian masyarakat (PKM) dengan memberikan materi “Bijak Bermedia Sosial untuk Stabilitas Kesehatan Mental”. Sasaran kegiatan ini yakni pelajar MAN 1 Kota Bekasi.

Kegiatan PKM yang telah dipublikasi dosen Syahrul Hidayanto, S.Sos., M.Si, Annisa Eka Syafrina dan Imaddudin di Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan ISSN (Online): 21008-3407 DOI: 10.59818/jpm.v4i4.769 Vol. 4, No. 4, Juli 2024. Jurnal ini bisa diakses di link https://jurnal.penerbitwidina.com/index.php/JPMWidina/article/view/769.

Disebutkan, PKM diikuti oleh 40 siswa MAN 1 Kota Bekasi ini bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya penggunaan media sosial yang cakap dan tepat guna sesuai kebutuhan. Syahrul Hidayanto yang juga ketua pelaksana kegiatan tersebut menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak agar tidak mengganggu kesehatan mental. Setelah itu, materi disampaikan oleh dua narasumber yakni Annisa Eka Syafrina, S.I.Kom, M.Si, dan Imaddudin, M.I.Kom, S.I.Kom, M.Tr.Par. 

Baca Juga: Mahasiswa Hukum Ubhara Jaya Edukasi Siswa SMK di Babelan tentang Bahaya Narkoba

Annisa Eka Syafrina membuka sesi dengan membahas urgensi penggunaan gawai dan dampak negatif fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang sering dipicu oleh media sosial. Beliau juga memberikan solusi untuk mengubah FOMO menjadi Joy of Missing Out (JOMO) melalui pembatasan penggunaan media sosial dan penetapan tujuan yang jelas.

Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental

Sementara itu, Imaddudin, melanjutkan dengan memaparkan dampak media sosial terhadap kesehatan mental berdasarkan survei dari Royal Society of Public Health (RSPH), London. Dia menjelaskan bahwa media sosial dapat memicu depresi, kecemasan, dan fenomena cyberbullying di kalangan remaja. 

Imaddudin juga memberikan solusi, seperti menggunakan fitur peringatan waktu penggunaan media sosial dan memperbanyak interaksi sosial di dunia nyata. Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan para peserta lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mampu menjaga stabilitas kesehatan mental mereka. 

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>