Menwa – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Mon, 27 May 2024 03:54:59 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png Menwa – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Penting Untuk Warga Umum, Menwa Ubhara Jaya Gelar Pelatihan Penanganan dan Evakuasi Korban Kecelakaan https://ubharajaya.ac.id/penting-untuk-warga-umum-menwa-ubhara-jaya-gelar-pelatihan-penanganan-dan-evakuasi-korban-kecelakaan/ Fri, 24 May 2024 10:00:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10365 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya), melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa) menggelar pelatihan penanganan dan evakuasi korban kecelakaan, Kamis (23/5/2024). Pemateri dalam kegiatan tersebut yakni Public Safety Center (PSC) 119 Kota Bekasi.

Diketahui jika PSC 119 Kota Bekasi ini merupakan pusat pelayanan keselamatan terpadu/public safety center 119 pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Salah satu pemateri Debora mengatakan, jika PSC 119 ini memberikan layanan kepada warga Kota Bekasi yang membutuhkan layanan kesehatan.

Adapun materi yang dibahas dalam kegiatan tersebut di antaranya tentang penanganan gawat darurat pada kecelakaan lalu lintas untuk masyarakat umum. Debora menjelaskan, jika selama ini banyak kecelakaan namun orang yang hendak menolong tidak memiliki pengetahuan tentang penanganan yang benar.

“Selama ini kita kadang lihat ada kecelakaan, tapi masyarakat itu bingung bagaimana caranya. Apa langsung telepon 119 atau bagaimana?.” ucapnya.

Menwa Ubhara Jaya menggandeng Public Safety Center (PSC) 119 Kota Bekasi dalam materi pelatihan Penanganan dan Evakuasi Korban Kecelakaan (Foto: Dok Menwa Ubhara Jaya)

Dia pun menerangkan, bagi masyarakat umum yang hendak menolong korban kecelakaan harus memperhatikan tiga aspek. Rinciannya yakni penolong harus memastikan dirinya aman saat menolong korban. Selanjutnya memindahkan korban ke lokasi yang lebih aman sehingga tidak memicu luka lebih parah. Kemudian menghubungi call center 119.

Baca Juga: Bikin Bangga Ubhara Jaya, Adam Putra Wahyu Raih Emas Di Kejuaraan Bulutangkis BNI Sirkuit Nasional A Jateng

Debora pun mengingatkan penanganan korban kecelakaan tentunya harus melihat kondisi luka korban. Apakah ada luka terbuka atau patah tulang. Jika korban dalam kondisi sadar maka lebih baik segera menanyakan identitas korban. Hal ini untuk memudahkan tim medis menghubungi keluarga.

“Jadi kalau korban dalam keadaan sadar kita bisa tanyakan namanya siapa, alamat dan tanggal lahir. Kemudian meminta korban untuk memberikan nomor keluarga yang dihubungi. Ini menghubungi keluarga korban juga harus pakai HP korban ya. Biasanya keluarga korban tak percaya kalau pakai nomor asing,” katanya.

Para peserta yang hadir dalam kegiatan itu pun langsung diberikan materi praktik untuk penanganan sejumlah korban kecelakaan tersebut. Selain mahasiswa Ubhara Jaya, ada enam UKM Menwa perguruan tinggi lainnya yakni Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya), Universitas Pancasila(UP), Universitas Darma Persada (Unsada), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut SAin dan Teknologi AI Kamal Jakarta (IST AL Kamal) dan Sekolah Tinggi Manajemen Labora (STM Labora).

Salah satu peserta dari Menwa IPB, Saka mengaku kehadirannya di kegiatan ini selain untuk menjalin relasi juga untuk menambah ilmu. Apalagi di tempatnya belum ada kegiatan secara langsung soal penanganan kecelakaan untuk orang awam.

“Ini pertama kali kami datang ke Menwa ini ya jadi untuk relasi. Kemudian juga ilmunya juga belum ada pelatihan kaya gini,” katanya. 

Baca Juga: 3 Prodi Di Universitas Bhayangkara Raih Akreditasi Unggul, Rekomendasi Untuk Calon Maba

Sementara itu, Komandan Menwa Ubhara Jaya, Ahmad Fauzi mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin. Kali ini sengaja menghadirkan PSC 119 Kota Bekasi karena materi sesuai dengan aktivitas nyata yang kerap dihadapi masyarakat. Ahmada Fauzi pun berharap kegiatan ini benar-benar bermanfaat bagi para peserta yang hadir. 

“Yang paling dekat dengan kita ini sering terjadi itu selain kebencanaan biasanya kecelakaan entah itu kecelakaan kerja atau lalu lintas. Kebanyakan orang kalau ada kecelakaan langsung menolong tanpa perhitungan. Padahal penanganan korban inikan ada prosedurnya,” katanya.

]]>
Edukasi Mitigasi Bencana, Menwa Ubhara Jaya Gelar Webinar Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana dengan Tim BNPB https://ubharajaya.ac.id/edukasi-mitigasi-bencana-menwa-ubhara-jaya-gelar-webinar-kesiapsiagaan-penanggulangan-bencana-dengan-tim-bnpb/ Thu, 21 Mar 2024 09:00:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=9997

Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya berkolaborasi resimen mahasiswa (Menwa), mahasiswa dengan masyarakat menggelar webinar kesiapsiagaan penanggulangan bencana, Kamis (21/3/2024). Dalam hal ini dihadirkan langsung narasumber Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BNPB.

Wakil Rektor III Ubhara Jaya, Dr. Zahara Tussoleha Rony, S.Pd, MM yang diwakili Kepala Bagian Kemahasiswaan Ubhara Jaya, Dra Rini Hartanti mengatakan, dalam acara webinar ini banyak hal yang bisa dipelajari. 

“Melalui acara ini kita akan mendapatkan berbagai informasi dan pengetahuan dalam upaya mitigasi bencana dan pemulihan pascabencana,” ujarnya.

Staf Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasional Pusdalops BNPB Muhammad Kosasih saat memberikan paparan

Sementara itu, Staf Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasional Pusdalops BNPB Muhammad Kosasih dalam materinya menjelaskan, bagaimana peran menwa, mahasiswa dan masyarakat saat terjadi bencana. Dia pun mencontohkan, mahasiswa bisa menjadi relawan saat terjadi bencana alam.

“Mahasiswa bisa membantu misalnya mahasiswa psikologi yang bisa menangani ketakutan atau trauma healing dari anak-anak di lokasi bencana,” ujarnya.

Dia juga menyarankan kepada mahasiswa dan masyarakat agar tidak panik saat menghadapi bencana. Muhammad Kosasih mengingatkan jika saat gempa lebih baik menghindari jendela dan bangunan yang berpotensi roboh.

“Misalnya kalau ada bencana kita harus menghindari apa dulu? misalnya kita menghindari dari jendela karena ada kaca. Misalnya gempa kita berlindung di bawah meja,” katanya.

]]>