Orasi Kebudayaan – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Tue, 27 Aug 2024 08:59:09 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png Orasi Kebudayaan – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Menggugah Keberadaan Kaum Intelektual dalam Peradaban Manusia https://ubharajaya.ac.id/menggugah-keberadaan-kaum-intelektual-dalam-peradaban-manusia/ Tue, 25 Jul 2023 10:34:12 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=4639 Ubhara Jaya Gelar Orasi Kebudayaan, Prof. (Ris) Hermawan Soelistiyo, M.A., Ph.D.

Bekasi – Dalam rangka merayakan hari lahir salah satu anggota senat yang juga merupakan Kepala Pusat Studi Kajian Keamanan Nasional (PUSKAMNAS) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Prof. (Ris) Hermawan Sulistiyo, M.A., Ph.D., Selasa Pagi (25/7/2023), bertempat di Auditorium Ubhara Jaya, Kampus 2, digelar Orasi Kebudayaan berjudul, The Death of The Intellectuals: Nation State, Saintek dan Masa Depan Peradaban.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Irjen. Pol. (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., mengatakan, Orasi Kebudayaan ini mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi oleh kalangan intelektual, akademisi dan masyarakat secara keseluruhan di era modern dan perkembangan teknologi.

“Sebuah kondisi yang menuntut pemikiran-pemikiran baru yang mengedepankan adanya kolaborasi lintas ilmu, karena keberadaan kaum intelektual diperlukan sebagai garda terdepan dalam memajukan dan memperkaya peradaban,” ujar Rektor Ubhara Jaya.

Rektor juga menegaskan, peran universitas dalam hal ini adalah mendorong lahirnya berbagai pemikiran kritis yang menjadi kunci dalam perkembangan peradaban manusia.

“Ubhara Jaya bergerak dalam semangat membangun masa depan peradaban. Orasi Kebudayaan ini menjadi bukti pentingnya berfikir kritis dalam isu-isu yang relevan dan sesuai dengan perkembangan dan tantangan zaman yang semakin kompleks. Kampus memberikan dukungan penuh bagi para ilmuwan untuk melahirkan berbagai pemikiran kritis dan pemahaman mendalam terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi,” lanjut Rektor seraya berharap orasi kebudayaan ini dapat menggugah dan merumuskan perubahan holistic yang mampu mempengaruhi dan berkontribusi dalam memajukan peradaban manusia.

Dalam Orasi Kebudayaannya, Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., menggugah keberadaan kaum intelektual dalam peradaban manusia di tengah gempuran teknologi yang disebutnya sebagai masa Kematian Kaum Intelektual.

“Sepanjang sejarah pemikiran, perdebatan klasik selalu berulang, tentang peran intelektual dalam perjalanan peradaban. Intelektual dipercaya – self acclaimed terutama oleh kalangan intelektual sendiri sebagai pembawa obor peradaban. Sebuah self-defined role yang bersifat grandiose. Padahal peran seperti itu hanya eskapisme dari ketidakmampuan menguasai teknokratisme (teknologi),” ucap Prof (Ris) Hermawan Sulistiyo dalam orasinya.

Tradisi yang sesungguhnya, menurut Hermawan, sejak awal justru telah dimiliki oleh para intelektual Islam; dimana banyak ulama terkemuka adalah astronom astronom terbaik pada masanya. Tradisi yang kemudian tumbuh berkembang di kalangan Pastor Katolik yang menyebar ke seluruh dunia. Intelektualisme yang merupakan perpaduan antara filsafat ilmu dan teknokratisme.

Hermawan lebih jauh mengatakan, tugas sejarah kaum intelektual saat ini sudah memasuki fase kritis (critical phase), atau injury time, yang justru dimatikan oleh lingkungan strategisnya sejak awal.

“Sebelumnya ada yang mengatakan jika ingin menundukkan sebuah negara, bunuhlah tentaranya. Hal ini sudah tidak berlaku, karena hari ini yang kita bunuh adalah justru keberadaan intellectual yang menjadi jantung dari peradaban manusia, dan kita yang sendiri yang membunuh keberadaan kaum intelektual itu,” paparnya lagi.

“Saya berfikir sudah tidak diperlukan lagi keberadaan kaum intelektual saat ini dengan adanya teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang sudah masuk dalam berbagai lini kehidupan manusia,“ ucapnya, seraya menggugah keberadaan para intelektual dalam kemajuan peradaban manusia.

Orasi Kebudayaan ini ditandai dengan pemberian sejumlah testimoni dari para sahabat dan rekan sejawat Prof Hermawan Sulistyo antara lain oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Brata Bhakti sebagai Yayasan yang menaungi Ubhara Jaya, Staf Khusus Presiden, Sukardi Rinakit, Koordinator Kelompok Ahli Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen. Pol.(Purn.) Drs. Ahwil Luthan, SH, MBA, MM, serta tamu dan undangan kehormatan lainnya.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Peringati 65 Tahun Profesor Hermawan Sulistyo Berkarya, Ubhara Jaya Gelar Orasi Kebudayaan https://ubharajaya.ac.id/peringati-65-tahun-profesor-hermawan-sulistyo-berkarya-ubhara-jaya-gelar-orasi-kebudayaan/ Tue, 05 Jul 2022 07:56:22 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=2739 Bekasi – Memperingati 65 tahun berkarya Prof (Ris) Hermawan Sulistyo, MA, Ph.D, APU,  Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menggelar Orasi Kebudayaan bertempat di Auditorium Kampus 2 Ubhara Jaya, Senin Pagi (04/07/2022).

Rektor Ubhara Jaya, Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M. dalam sambutannya mengawali acara ini mengatakan, ”Acara ini menjadi bentuk apresiasi atas segala bentuk pengabdian, perhatian dan dedikasi Prof (Ris) Hermawan Sulistyo, MA, Ph.D, APU, kepada Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, semoga menjadi amal baik beliau yang tidak pernah terputus,” ucap Rektor.

Acara ini, menurut Rektor Ubhara Jaya, menjadi pembelajaran bagi setiap umat manusia terkait peradaban yang menjadi identitas budaya tertinggi, “Ada sebuah ungkapan menarik dari Samuel Huntington yang menyatakan peradaban adalah entitas budaya paling luas yang menjadi identitas budaya yang membedakan manusia dari species lain,” papar Rektor, seraya menambahkan elemen penting dalam peradaban yang terdiri dari nilai, norma dan cara berpikir yang diwariskan antar generasi.

Untuk itu, Rektor mengatakan Sila ke- 2 Pancasila, “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” telah mengajarkan kita bahwa peradaban tidak dapat lepas dari kemanusiaan yang adil. Menjadi manusia beradab yang harus dimaknai dengan menjadi manusia yang mampu melindungi masyarakat dari ancaman serta keterbatasan yang menghambat untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Menjadi manusia beradab berarti mampu menegakkan keadilan di masyarakat agar tercapai kehidupan yang bermartabat. Hal ini sejalan dengan komitmen Ubhara Jaya yang selalu berupaya agar dalam proses pendidikan yang dilakukannya dan juga para lulusannya memiliki kontibusi positif dan konstruktif di tengah masyarakat,” pungkas Rektor Ubhara Jaya.

Pada kesempatan yang sama, Profesor (Ris) Hermawan Sulistyo, MA, Ph.D, APU dalam orasi kebudayaan dengan mengangkat tema “Pluto Telah Wafat, Collective Violence dalam Trajectory Peradaban” mengulas berbagai peristiwa penting yang terjadi sepanjang peradaban manusia hingga saat ini.

“Dalam menghadapi pilihan pilihan filosofis, ideologis, bahkan keyakinan ilahiyah sepanjang peradaban itu, langkah terbaik adalah menatapnya secara moderat, dan mengutamakan moderasi dalam setiap kejadian-kejadian yang terjadi. Kumpulan dari moderasi praksis, moderasi keyakinan inilah yang diyakini setidaknya akan mengurangi potensi disrupsi peradaban,” papar Prof Hermawan Sulistyo.

Sebagaimana diketahui, Profesor (Ris) Hermawan Sulistyo, MA, Ph.D APU saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Keamanan Nasional Ubhara Jaya yang sangat aktif dalam berbagai kajian riset dan penelitian di bidang keamanan nasional. Profesor Hermawan Sulistyo atau yang akrab disapa dengan sebutan Prof Kikiek juga sangat berperan dalam pengembangan kegiatan pengabdian masyarakat di lingkungan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dalam implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan dukungan kerja sama dalam pembangunan Rumah Transisi Kampus Merdeka Ubhara Jaya di Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat.

Orası Kebudayaan ini dihadiri oleh Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti, Jend.Polisi (Purn) Prof. Dr. Drs Chairuddin Ismail, SH, MH beserta para pembina dan pengurus Yayasan Brata Bhakti, perwakilan para sahabat, rekan kerja, atlet atlet karate yang mendapatkan pembinaan langsung oleh Prof Hermawan Sulistyo serta segenap civitas akademika dań keluarga besar Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>