Penelitian dosen – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Thu, 24 Apr 2025 08:25:37 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png Penelitian dosen – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Tim Ubhara Jaya Gali Potensi Ekonomi untuk Masyarakat dari Minyak Atsiri di Cibadak Sukabumi  https://ubharajaya.ac.id/tim-ubhara-jaya-gali-potensi-ekonomi-untuk-masyarakat-dari-minyak-atsiri-di-cibadak-sukabumi/ Thu, 24 Apr 2025 08:24:03 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=15299 Sukabumi – Minyak atsiri dari tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) semakin menunjukkan potensinya sebagai komoditas unggulan yang mampu mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan. Salah satu daerah yang menjadi pusat perhatian dalam pengembangan minyak atsiri ini adalah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dan Universitas Malaysia Sabah, (Tulus Sukreni, Timorora   Sandha Perdhana, Dhian Tyas   Untari, Fata Nidaul Khasanah dan Budi Satria) dijelaskan bahwa minyak atsiri serai wangi memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan prospek pasar yang menjanjikan, baik secara lokal maupun internasional. Kandungan aromatik dan manfaat terapeutik dari minyak ini membuatnya banyak diminati di industri kesehatan, kosmetik, aromaterapi, hingga makanan dan minuman.

Pengembangan Potensi Lokal

Cibadak, yang mayoritas masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian, dinilai sangat cocok untuk pengembangan tanaman serai wangi karena kondisi geografis dan iklimnya yang mendukung. Tanaman ini mudah tumbuh dan memiliki siklus panen yang cepat, sehingga memungkinkan produksi minyak atsiri secara berkelanjutan. Namun, meski potensinya besar, pemanfaatannya masih belum optimal.

Baca Juga: Penelitian Dosen Ubhara Jaya Soroti Disinformasi Sebagai Ancaman Keamanan Kontemporer

Penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan pengetahuan petani dalam proses penyulingan, kurangnya akses pasar, serta rendahnya kapasitas produksi menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan sektor swasta untuk membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri ini.

Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat

Menurut hasil wawancara mendalam dan observasi lapangan, pengembangan usaha minyak atsiri di Cibadak telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Beberapa manfaat yang dirasakan antara lain peningkatan pendapatan petani, terciptanya lapangan kerja baru, serta penguatan ekonomi lokal. Minyak atsiri dari serai wangi juga berpotensi menjadi produk ekspor unggulan yang dapat memperkenalkan Sukabumi di pasar global.

Baca Juga: Penelitian Mahasiswa dan Dosen Ubhara Jaya Kupas Tentang Generasi Z dan Tantangan Perencanaan Karir di Era Digital

Studi ini menekankan pentingnya strategi pemasaran yang tepat dan pengembangan produk yang inovatif agar daya saing minyak atsiri Indonesia, khususnya dari Sukabumi, dapat terus meningkat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci sukses dalam mengembangkan potensi ini.

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan jika minyak atsiri serai wangi adalah peluang emas bagi Kecamatan Cibadak untuk bangkit secara ekonomi. Dengan sinergi antara petani, pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah, potensi pasar yang besar ini dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat. Pengembangan minyak atsiri bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga jalan menuju kemandirian desa berbasis potensi lokal.

Penelitian ini sudah dipublish di Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (JGPP) dan bisa diakses di link https://greenationpublisher.org/JGPP/article/view/123/93

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Apakah Tingkat Pendidikan dan Pendapatan Mempengaruhi Minat Menabung? Simak Temuan Dosen Ubhara Jaya https://ubharajaya.ac.id/apakah-tingkat-pendidikan-dan-pendapatan-mempengaruhi-minat-menabung-simak-temuan-dosen-ubhara-jaya/ Fri, 01 Nov 2024 04:15:32 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13489 Bekasi – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) meneliti tentang Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pendapatan Terhadap Minat Menabung. Penelitian ini berfokus pada warga RW 07 Kampung KB Marga Mulya, Bekasi Utara.  

Penelitian ini ditulis oleh Eri Bukhari, Bintang Narpati dan Adi Wibowo Noor Fikri dan sudah terbit di Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Manajemen (JIAM)Vol.17, No.1, Mei 2021. Jurnal ini juga bisa diakses di link https://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/JIAM/article/view/292/461. Adapun responden dalam penelitian ini merupakan 97 kepala keluarga.

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tingkat pendidikan dan pendapatan yang dimiliki oleh warga memengaruhi minat mereka untuk menabung. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dan teknik regresi linier berganda, penelitian ini menyimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara pendidikan dan pendapatan terhadap minat menabung.

Hasil Penelitian

Ada korelasi signifikan antara pendidikan yang lebih tinggi dan minat untuk menabung. Semakin tinggi tingkat pendidikan, warga cenderung memiliki minat menabung yang lebih besar. Penelitian ini juga membuktikan bahwa semakin tinggi pendapatan, semakin besar pula minat warga untuk menabung. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan yang memadai memberikan keleluasaan bagi warga untuk menyisihkan dana untuk keperluan di masa mendatang.

Baca Juga: Tim Ubhara Jaya Teliti Faktor Fanatisme Budaya Betawi dalam Pembelian Produk Makanan Gabus Pucung di Bekasi

Secara simultan, kombinasi tingkat pendidikan dan pendapatan menunjukkan dampak signifikan terhadap minat menabung warga RW 07 Kampung KB Marga Mulya. Faktor ini memperlihatkan bahwa pendidikan dan pendapatan memiliki peran penting dalam memotivasi warga untuk menabung.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga pendidikan, dalam mengembangkan program yang dapat meningkatkan kesadaran menabung di kalangan masyarakat dengan cara meningkatkan pendidikan dan memberikan pelatihan mengenai pengelolaan keuangan.

Baca Juga: Fokus Kontribusi Renzo Edupark UBJ Cibadak Untuk Masyarakat, Dosen Ubhara Jaya Teliti Kemampuan Numerasi Warga

Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya pendidikan dan pendapatan sebagai faktor yang mendukung minat menabung di kalangan masyarakat, khususnya di daerah Bekasi Utara. Para peneliti berharap bahwa temuan ini dapat menjadi acuan untuk mengembangkan program keuangan yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya faktor ekonomi, terutama pendapatan, sebagai pendorong utama dalam meningkatkan kesadaran dan minat menabung di kalangan warga. Dengan demikian, program yang berfokus pada peningkatan pendapatan atau memberikan akses pendidikan finansial dapat menjadi langkah efektif untuk mendorong perilaku menabung.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Fokus Kontribusi Renzo Edupark UBJ Cibadak Untuk Masyarakat, Dosen Ubhara Jaya Teliti Kemampuan Numerasi Warga https://ubharajaya.ac.id/fokus-kontribusi-renzo-edupark-ubj-cibadak-untuk-masyarakat-dosen-ubhara-jaya-teliti-kemampuan-numerasi-warga/ Mon, 26 Aug 2024 09:00:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=12806 Sukabumi – Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) melakukan penelitian tingkat kemampuan numerasi di komunitas Renzo Edupark UBJ Cibadak Sukabumi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana Renzo Edupark dapat berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat setempat. 

Penelitian ini dilakukan oleh Dian Anggraeni Maharbid, S.Pd, M.Pd, Dr. Awiria, S.Pd, M.Pd, dan Dr. Drs Markum, M. Pd. Penelitian ini berjudul “Assesing Basic Numeracy Skills in The Community of Renzo Edupark UBJ Cibadak Sukabumi: A Case Study”

Penelitian ini pun dapat diakses di nomor DOI 10.2991/978-2-38476-206-4_14. Disebutkan penelitian ini menggunakan metode studi kasus untuk menilai keterampilan numerasi dasar dari 37 peserta yang merupakan orang tua siswa di SDN 10 Cibadak, dengan rentang usia 20 hingga 54 tahun.

Strategi Penelitian dan Pengumpulan Data

Studi ini dilakukan dengan memilih area penelitian secara sengaja berdasarkan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana Renzo Edupark dapat berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat setempat.

Langkah awal penelitian dimulai dengan merumuskan pertanyaan penelitian yang jelas, diikuti dengan pengumpulan dan analisis data melalui uji keterampilan numerasi. Data tersebut kemudian dievaluasi secara kuantitatif dan dilaporkan secara kualitatif menggunakan Ms. Excel dan SPSS.

Baca Juga: Penelitian Dosen Ubhara Jaya Soroti Disinformasi Sebagai Ancaman Keamanan Kontemporer

Indikator Penilaian Kemampuan Numerasi

Penelitian ini menggunakan beberapa komponen indikator untuk mengukur kemampuan numerasi, termasuk pemahaman terhadap konsep numerasi, operasi matematika, pemecahan masalah, penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari, serta pemahaman data dan statistik. Kategori kemampuan numerasi diukur berdasarkan persentase keberhasilan dalam menjawab soal numerasi, yang dibagi menjadi tiga kategori: tinggi (71-100%), sedang (41-70%), dan rendah (0-40%).

Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian, diketahui bahwa mayoritas responden memiliki kemampuan numerasi yang tergolong rendah. Hal ini tercermin dari rendahnya persentase keberhasilan dalam menjawab pertanyaan numerasi yang diujikan. Lebih dari 90% responden yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga menunjukkan keterbatasan dalam menerapkan prinsip-prinsip dan prosedur matematika dalam situasi kehidupan nyata.

Penelitian ini menyoroti bahwa numerasi tidak hanya sebatas kemampuan matematis, tetapi juga mencakup kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip matematika dalam situasi dunia nyata yang seringkali tidak terstruktur dan melibatkan elemen non-matematis. Kemampuan numerasi yang rendah ini menunjukkan perlunya program pendidikan yang lebih terarah dan inisiatif komunitas yang dapat meningkatkan keterampilan numerasi masyarakat.

Baca Juga: Dosen Ubhara Jaya Teliti Hubungan Antara Religiusitas Dengan Pemaafan Pada Siswa, Ini  Hasilnya

Pentingnya Meningkatkan Literasi Numerasi

Hasil dari penelitian ini menekankan pentingnya literasi numerasi sebagai keterampilan yang tidak hanya terbatas pada perhitungan matematis, tetapi juga dalam memahami dan menerjemahkan informasi kuantitatif dalam berbagai aspek kehidupan. Literasi numerasi yang kuat sangat penting bagi masyarakat untuk menjadi lebih mandiri dalam mengelola keuangan, mengambil keputusan berbasis data, dan berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi dan bisnis.

Kesimpulan

Penelitian ini memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan program pendidikan dan kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan numerasi di komunitas Renzo Edupark UBJ Cibadak Sukabumi. Peningkatan literasi numerasi diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi wilayah tersebut.

]]>
Jurnal Dosen Ubhara Jaya Kupas Pemanfaatan Teknologi Untuk Cegah Korupsi Yudisial https://ubharajaya.ac.id/jurnal-dosen-ubhara-jaya-kupas-pemanfaatan-teknologi-untuk-cegah-korupsi-yudisial/ Mon, 22 Jul 2024 04:05:31 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=11082 Bekasi – Empat dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) yang mengupas tentang intervensi teknologi untuk memerangi korupsi yudisial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah korupsi di pengadilan dapat dicegah dengan Teknologi Informasi (TI). 

Keempat dosen tersebut yakni, Dr. Amalia Syauket, SH. M.Si dan Dr. Dwi Seno Wijanarko, SH. MH dari Fakultas Hukum. Kemudian Dr. Tyastuti Sri Lestari, S.Si.,M.M dari Fakultas Ilmu Komputer dan Dr. Dra. Ismaniah, M.M dari Fakultas Teknik. 

Jurnal yang terbit di Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 14, No. 1, 2024 bisa diakses di https://doi.org/10.26618/ojip.v14i1.12887. Dalam jurnal tersebut dijelaskan jika penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif di mana sumber data utama dapat diproses dari materi literatur yang relevan dan terkini dengan tema artikel ini sebagai data sekunder. 

Baca Juga: Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Masuk 25 Kampus Swasta Terbaik Di Jakarta Versi UniRank 2024

Teknologi informasi adalah faktor yang paling berpengaruh dalam mengubah dunia saat ini. Administrasi peradilan adalah kegiatan yang mencakup penyediaan informasi, komunikasi, dan produksi informasi baru. Tidak dapat disangkal bahwa teknologi informasi akan mempengaruhi cara kerja administrasi peradilan.

Korupsi yang sering terjadi di pengadilan (komisi yudisial) berbentuk korupsi kecil, yaitu korupsi administratif atau birokrasi dengan pendekatan kekuasaan, yaitu kekuasaan eksklusif pengambil keputusan.

Dalam hal ini, penulis membatasi masalah penelitian dengan tidak membahas manajemen pengadilan karena peradilan pidana bekerja menggunakan rantai informasi dengan kepolisian, jaksa, pengacara, layanan pembebasan bersyarat, lembaga bantuan saksi dan korban, dan sebagainya. Rantai informasi ini memiliki dinamika tersendiri.

Baca Juga: Kemahasiswaan Ubhara Jaya Luncurkan Grup WhatsApp Lowongan Pekerjaan Untuk Alumni

Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan TI secara optimal dapat mendukung upaya pemberantasan korupsi di pengadilan dengan menggunakan aplikasi E-Court, pengadilan tanpa kertas, E-Filing, E-SKUM, E-Payment, dan E-Summons. Berbagai aplikasi ini dapat mencegah korupsi yudisial karena penerapan prinsip transparansi, prinsip efisiensi seperti penghematan biaya, pengurangan pungutan liar, kemudahan transfer informasi, pengurangan praktik percaloan kasus, pengurangan peluang korupsi karena potensi konflik kepentingan dan tatap muka, serta pengurangan gratifikasi dan suap yang merupakan syarat utama tata kelola cerdas sehingga upaya pemberantasan korupsi yudisial dapat efektif.

Implementasi teknologi informasi dapat secara signifikan mengurangi korupsi. Sistem ini telah diterapkan untuk semua aplikasi pendaftaran pengadilan kasus pidana, perdata, dan tata usaha negara. Teknologi ini juga telah diterapkan di pengadilan agama, pengadilan umum, dan pengadilan tindak pidana korupsi. Keberadaan teknologi informasi dalam mencari atau meminimalkan korupsi peradilan mencerminkan parameter modernitas, menunjukkan perubahan dalam sistem sosial akibat intervensi teknologi.

]]>
PKM FIP Ubhara Jaya Terapkan Metode LED Tingkatan Kebugaran Generasi Muda https://ubharajaya.ac.id/pkm-fip-ubhara-jaya-terapkan-metode-led-tingkatan-kebugaran-generasi-muda/ Tue, 09 Jul 2024 07:13:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10981 Bekasi – Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan ekonomi di wilayahnya, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) bekerja sama dengan Forum Remaja RT 04/02 (FORMAT) di Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani serta menguatkan ekonomi generasi muda melalui pelatihan dan penggunaan teknologi modern.

Kegiatan ini pun sudah tertuang dalam Gandrung Jurnal PKM dengan kode ISSN: 2721-6136 dengan judul Physical Fitness Assistance and Economic Strengthening Using Light Emitting Diode Technology for Youth Forum RT 04/02 (Format) Marga Mulya Subdistrict Bekasi City. Para menyusunnya yakni Dra. Truly Wangsalegawa, M.A., M.Ed., Ph.D, Juli Candra, S.Pd., M.Pd, Suharjuddin,S.Pd., M.Pd, Dr. Desy Tya Maya Ningrum, M.Pd dengan mahasiswa Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Muhammad Ziddan Ali.

Dijelaskan dalam jurnal tersebut jika FORMAT merupakan sebuah forum yang menjadi wadah bagi generasi muda di RT 04/02 Kelurahan Marga Mulya. Forum ini aktif dalam berbagai kegiatan yang bertujuan mengembangkan sumber daya manusia. Berada di wilayah pusat pemerintahan Kota Bekasi, FORMAT didukung penuh oleh kelurahan untuk menciptakan generasi muda yang tangguh dan berdaya saing tinggi.

Seiring dengan pesatnya pembangunan di wilayah Marga Mulya, seperti pusat perbelanjaan, hiburan, dan sentra kuliner, diharapkan kegiatan ini dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan generasi muda. Tujuannya agar perekonomian masyarakat meningkat.

Baca Juga: Dosen Ubhara Jaya Teliti Hubungan Antara Religiusitas Dengan Pemaafan Pada Siswa, Ini Hasilnya

Pelatihan Fisik dan Ekonomi

Program kerja FORMAT di bidang olahraga membawa hasil yang menggembirakan dengan berprestasinya anak-anak dalam berbagai turnamen sepak bola. Kegiatan olahraga ini, yang dilaksanakan secara rutin, berdampak positif dalam meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani generasi muda, sekaligus menurunkan angka tawuran dan aktivitas kriminal di masyarakat.

Namun, pasca penyebaran Covid-19, banyak generasi muda FORMAT yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), yang berakibat negatif pada perekonomian individu dan meningkatkan masalah sosial. Menyikapi situasi ini, Tim PKM Ubhara Jaya bersama tokoh masyarakat dan FORMAT menggiatkan olahraga dan menciptakan kegiatan ekonomi untuk memberikan kesibukan positif dan kemampuan finansial bagi generasi muda.

Penggunaan Teknologi LED untuk Kebugaran

Dalam kegiatan PKM ini, diterapkan teknologi Light Emitting Diode (LED) sebagai media penunjang aktivitas olahraga. Penggunaan teknologi LED ini merupakan hasil penelitian dosen yang telah siap digunakan di masyarakat. Teknologi ini membantu dalam melakukan aktivitas fisik yang terukur untuk peningkatan kesehatan dan kebugaran jasmani.

Metode Pelatihan dan Evaluasi

Pelatihan dilaksanakan dengan sosialisasi dan pelatihan langsung kepada FORMAT terkait peningkatan kebugaran jasmani melalui permainan sepak bola. Tahap pelatihan meliputi rekrutmen peserta, identifikasi kebutuhan, penentuan tujuan pelatihan, penyusunan urutan kegiatan, evaluasi awal, implementasi pelatihan, dan evaluasi akhir.

Kegiatan latihan sepak bola yang menggunakan media LED berhasil meningkatkan kemampuan fisik dan teknik sepak bola peserta. Dari hasil tes kemampuan fisik awal yang dilakukan oleh 32 atlet, diperoleh rata-rata peningkatan kemampuan fisik hingga 88% dan kemampuan teknis sepak bola hingga 89%.

Baca Juga: Strategi Pemasaran Efektif Untuk Pedagang Ayam Di Bekasi Dari Dosen Ubhara Jaya

Pengembangan Ekonomi Generasi Muda FORMAT (Foto: Dok FIP Ubhara Jaya)

Pengembangan Ekonomi Generasi Muda

Selain pelatihan fisik, kegiatan PKM ini juga memberikan pendampingan dalam mengembangkan kemampuan ekonomi generasi muda FORMAT. Dengan strategi pengembangan usaha melalui analisis pasar, generasi muda diajarkan bagaimana mengidentifikasi peluang dan strategi dalam mengembangkan usaha, sehingga mampu bersaing di masyarakat dan meningkatkan ekonomi mereka.

Kesimpulan Kegiatan PKM 

Kegiatan PKM yang dilaksanakan selama 5 bulan dari 17 Juni hingga 4 November 2023 ini telah berhasil meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani serta menguatkan ekonomi generasi muda yang tergabung dalam FORMAT. Pelatihan yang sistematis dan terstruktur, serta penggunaan teknologi modern seperti LED, memberikan hasil yang positif dalam meningkatkan kualitas hidup generasi muda di wilayah tersebut.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Dosen Ubhara Jaya Teliti Hubungan Antara Religiusitas Dengan Pemaafan Pada Siswa, Ini  Hasilnya https://ubharajaya.ac.id/dosen-ubhara-jaya-teliti-hubungan-antara-religiusitas-dengan-pemaafan-pada-siswa-ini-hasilnya/ Wed, 03 Jul 2024 03:18:38 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10871 Bekasi – Tiga dosen Universitas Bhayangkara Dr. Tugimin Supriyadi, S.Psi., MM, Ferdy Muzzamil, M.,Psi.,Psikolog dan Wahyu Aulizalsini Alurmei, M.Psi., Psikolog meneliti hubungan antara religiusitas dengan pemaafan pada siswa. Subjek penelitian kali ini merupakan siswa yang beragama Islam di SMA Negeri 09 Kota Bekasi.

Jurnal ilmiah dengan judul “Hubungan Antara Religiusitas Dengan Pemaafan Pada Siswa Muslim Di SMA Negeri 09 Kota Bekasi” tercatat dengan nomor p-ISSN: 2622-8327 e-ISSN: 2089-5364 dan telah diakreditasi Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Diketahui jika setiap individu merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam aktivitas sosial, individu berinteraksi baik secara lisan maupun tertulis untuk bertukar informasi, menjalin hubungan, dan bekerja sama, terutama dalam bidang keagamaan yang mengatur adab dan etika berinteraksi. 

Namun, interaksi sosial juga mengajarkan individu untuk lebih dewasa dalam menyikapi masalah, termasuk pada usia remaja. Remaja yang sering berinteraksi sosial akan lebih mengetahui cara mengatasi masalah dari berbagai sudut pandang.

Usia remaja identik dengan perkembangan emosional, sosial, dan kognitif yang signifikan, terutama pada masa SMA. Remaja sering mengalami perubahan emosi, tubuh, minat, dan perilaku, serta banyak menghadapi masalah (Hurlock, 2011). Berbagai perubahan ini memaksa mereka untuk menyesuaikan diri dan berinteraksi dengan individu lain di sekitarnya. Namun, hambatan dalam interaksi sosial, seperti kesalahpahaman yang memicu konflik, dapat membuat individu lain merasa kecewa, tersakiti, atau terluka.

Baca Juga: Dosen Ubhara Jaya Kupas Penggunaan Alat Pembelajaran Cloud Untuk Implementasi AI

Menurut Baron dan Bryne (2004), terdapat empat reaksi terhadap konflik: aktif menyelesaikan konflik, menunggu dengan harapan konflik terselesaikan sendiri, melarikan diri dari konflik, dan membiarkan masalah memburuk. Masalah pada remaja, terutama siswa SMA, seringkali menyita perhatian publik, seperti perkelahian yang didasari motif balas dendam atau sakit hati, yang berdampak negatif pada fisik dan psikologis siswa (Pennebaker, 2002).

Disebutkan jika subjek penelitian ini adalah siswa Muslim di SMA Negeri 09 Kota Bekasi. Berdasarkan wawancara dengan guru bimbingan konseling (BK) di SMA Negeri 09 Kota Bekasi, terdapat banyak masalah yang dihadapi siswa Muslim di sekolah tersebut, seperti konflik asmara, masalah dengan orang tua, konflik antar siswa, dan ketidakcocokan dengan guru. Penanganan dilakukan melalui pembinaan sikap mental remaja untuk saling memaafkan dan berdamai. Upaya ini umumnya efektif dalam menyelesaikan masalah tanpa perlu pemberian sanksi.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional untuk melihat hubungan antara variabel. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 09 Kota Bekasi yang berjumlah 1.069 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala psikologi dengan skala likert yang terdiri dari lima alternatif jawaban: Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Cukup Sesuai (CS), Tidak Sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS).

Validitas dan Reliabilitas

Validitas diukur dengan Try Out pada 50 siswa Muslim di SMA Negeri 09 Bekasi. Uji validitas dilakukan menggunakan SPSS versi 25. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa dari 24 item skala religiusitas, 22 item dinyatakan valid dengan skor signifikansi ≤ 0,05. Hasil uji reliabilitas menunjukkan koefisien reliabilitas sebesar 0,887 untuk skala religiusitas dan 0,906 untuk skala pemaafan.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Uji Normalitas

Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data variabel religiusitas berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,082 (p≥0,05) dan variabel pemaafan tidak berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,000 (p≤0,05).

Uji Homogenitas

Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa varian variabel religiusitas dan pemaafan berasal dari populasi yang memiliki varian yang sama dengan nilai signifikansi masing-masing 0,699 dan 0,952 (p≥0,05).

Baca Juga: Strategi Pemasaran Efektif Untuk Pedagang Ayam Di Bekasi Dari Dosen Ubhara Jaya

Uji Linearitas

Hasil uji linearitas menunjukkan bahwa terdapat hubungan linear yang signifikan antara variabel religiusitas dan pemaafan dengan nilai signifikansi 0,000 (p≤0,05).

Uji Hipotesis

Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dan pemaafan pada siswa Muslim di SMA Negeri 09 Kota Bekasi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,606** dan signifikansi 0,000 (p≤0,05).

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dan pemaafan pada siswa Muslim di SMA Negeri 09 Kota Bekasi. Semakin tinggi tingkat religiusitas, semakin tinggi pula kemampuan individu untuk memaafkan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan teori dan faktor lain yang relevan dengan fenomena masa depan agar hasil penelitian lebih representatif. Jurnal ini bisa diunduh di link berikut https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Dosen Ubhara Jaya Kupas Penggunaan Alat Pembelajaran Cloud Untuk Implementasi AI https://ubharajaya.ac.id/dosen-ubhara-jaya-kupas-penggunaan-alat-pembelajaran-cloud-untuk-implementasi-ai/ Wed, 26 Jun 2024 07:29:04 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10796 Bekasi – Dosen Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Herlawati, S.Si., MM., M.Kom mengupas tentang penggunaan alat pembelajaran cloud untuk implementasi kecerdasan buatan. Jurnal dengan judul ‘Learning Tools for Artificial Intelligence Implementation’ ini pun sudah dipublis pada Maret 2024.

Dalam upaya menjembatani kesenjangan antara kemampuan mahasiswa dan kebutuhan industri, penelitian terbaru dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya memperkenalkan berbagai alat pembelajaran berbasis cloud untuk implementasi Kecerdasan Buatan (AI). 

Penelitian yang dipimpin oleh Herlawati dari Fakultas Ilmu Komputer ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas laboratorium yang efisien dan hemat biaya, khususnya bagi kampus swasta yang sering kali menghadapi keterbatasan dana.

Menurut Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), mahasiswa sarjana (S1) dan diploma (D3) berada pada level 5 dan 6. Di mana mereka dituntut memiliki kemampuan menerapkan pengetahuan sesuai kebutuhan pekerjaan. Namun, fasilitas laboratorium yang mendukung kompetensi tersebut sulit disediakan oleh banyak institusi pendidikan. Penelitian ini mencoba mengatasi kesenjangan tersebut dengan memanfaatkan teknologi berbasis cloud yang tidak memerlukan biaya besar.

Baca Juga: Strategi Pemasaran Efektif Untuk Pedagang Ayam Di Bekasi Dari Dosen Ubhara Jaya

Salah satu mata kuliah yang harus dikuasai mahasiswa adalah AI, yang kini telah merambah berbagai bidang. Namun, kurikulum yang diterapkan saat ini umumnya hanya fokus pada metode-metode yang sering digunakan di bidang AI.

Sementara penerapan dalam industri memerlukan aplikasi langsung. Penelitian ini membuktikan bahwa beberapa aplikasi online seperti Google Colab, Play with Docker, Streamlit, dan Teachable Machine dapat digunakan sebagai pengganti laboratorium.

Hasil Penelitian:

Google Colab – Menyediakan Integrated Development Environment (IDE) berbasis cloud untuk pemrograman Python. Selain menawarkan IDE, Google juga memungkinkan penggunaan server yang kuat, seperti GPU dan TPU, meski sekarang berbayar.

Teachable Machine – Cocok untuk pengguna AI yang tidak menguasai bahasa pemrograman. Aplikasi ini membantu memahami konsep Machine Learning dengan mudah melalui pengenalan pola dalam bentuk gambar, video, atau ekspresi.

Streamlit Share – Memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi AI yang dirancang. Aplikasi ini perlu dijalankan secara lokal terlebih dahulu menggunakan perpustakaan Streamlit sebelum diunggah ke GitHub.

Play with Docker – Memfasilitasi pembuatan beberapa instance untuk mengintegrasikan antara satu kontainer Docker dengan yang lain. Meski membutuhkan ukuran yang besar, Docker memungkinkan penginstalan aplikasi AI di server lain tanpa perlu menginstal pustaka pendukung.

Baca Juga: Penelitian Dosen Ubhara Jaya Soroti Disinformasi Sebagai Ancaman Keamanan Kontemporer

Kesimpulan Penelitian:

Untuk menjembatani kesenjangan antara lulusan universitas dan dunia kerja, diperlukan kurikulum yang sesuai serta fasilitas dan infrastruktur yang memadai. Dengan memanfaatkan alat-alat berbasis cloud yang bersifat open-source, kampus tidak perlu mengeluarkan biaya besar, cukup dengan menyediakan akses internet yang memadai. 

Hasil karya mahasiswa dapat dilihat dengan jelas, diharapkan mereka tidak hanya memahami teori AI tetapi juga mampu menerapkannya dalam sistem yang lengkap sebagai persiapan setelah lulus.

Penelitian ini memberikan rekomendasi alat yang dapat digunakan laboratorium tanpa memerlukan sumber daya besar, sehingga gap antara dunia kerja dan pendidikan dapat diminimalkan, menghasilkan lulusan yang siap kerja.

]]>
Strategi Pemasaran Efektif Untuk Pedagang Ayam Di Bekasi Dari Dosen Ubhara Jaya https://ubharajaya.ac.id/strategi-pemasaran-efektif-untuk-pedagang-ayam-di-bekasi-dari-dosen-ubhara-jaya/ Thu, 20 Jun 2024 07:18:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10676 Bekasi – Penelitian dari Dosen Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Bhayangkara Bekasi, mengungkapkan pentingnya pembaruan strategi pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan produk ayam pedaging di Kota Bekasi. Penelitian ini dilaksanakan oleh lima dosen yakni Paduloh, Andika Maulana, Farrel Ihsan Aditya, Dwi Hardiyana Saputra, dan Teguh Prasetyo ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari bauran pemasaran terhadap penjualan ayam pedaging.

Penelitian yang menggunakan metode studi cross-sectional ini melibatkan empat kelompok sampel yang diambil secara acak dengan metode exchange sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi linier. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat tiga variabel yang berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan, yaitu bauran pemasaran produk, harga dan distribusi produk.

Variabel Berpengaruh pada Penjualan

Bauran Pemasaran Produk: Ditemukan bahwa bauran pemasaran produk memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai p = 0,032. Artinya, kualitas produk yang ditawarkan cukup mempengaruhi tingkat penjualan. Pedagang ayam pedaging di Bekasi diharapkan dapat terus memperbaiki kualitas produk yang dijual agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Harga: Faktor harga ternyata memiliki pengaruh terbesar terhadap volume penjualan dengan nilai p = 0,001. Penentuan harga jual yang tepat, termasuk mempertimbangkan harga pesaing dan biaya produksi, terbukti sangat penting dalam menarik minat konsumen dan meningkatkan penjualan. Dalam penelitian ini, harga adalah variabel yang paling signifikan dengan beta = 0,282.

Distribusi Produk: Distribusi juga berperan penting dalam penjualan ayam pedaging dengan nilai p = 0,020. Pengaturan saluran distribusi yang efisien memungkinkan produk lebih mudah dijangkau oleh konsumen, sehingga berpotensi meningkatkan volume penjualan.

Baca Juga: Penelitian Dosen Ubhara Jaya Soroti Disinformasi Sebagai Ancaman Keamanan Kontemporer

Tren Penjualan dan Konsumsi Ayam Pedaging

Berdasarkan data yang diperoleh, populasi ayam pedaging di Bekasi mengalami fluktuasi dari tahun 2020 hingga 2023. Penurunan jumlah populasi terjadi pada tahun 2022, namun kembali meningkat pada tahun 2023. Penjualan ayam terus meningkat setiap tahunnya, yang sebagian besar didorong oleh permintaan konsumen yang tinggi.

Penelitian ini juga mencatat bahwa sebagian besar ayam pedaging yang dijual di Bekasi berasal dari luar kota. Meningkatnya permintaan ayam pedaging menyebabkan jumlah pedagang semakin bertambah, yang pada gilirannya meningkatkan persaingan di pasar.

Baca Juga: Penelitian Dosen PKO Ubhara Jaya Temukan Dampak Latihan Pliometrik Pada Lompatan Olahraga Voli

Strategi Pemasaran yang Direkomendasikan Peneliti

Untuk mempertahankan dan meningkatkan penjualan, para pedagang ayam pedaging perlu memperhatikan beberapa strategi pemasaran seperti:

– Menentukan harga jual yang kompetitif dan menarik bagi konsumen.

– Menjaga kualitas produk agar sesuai dengan harapan konsumen.

– Mengatur saluran distribusi yang efisien untuk memastikan produk mudah dijangkau oleh konsumen.

Kesimpulan Penelitian

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembaruan strategi pemasaran, terutama dalam aspek produk, harga, dan distribusi, sangat penting untuk meningkatkan volume penjualan ayam pedaging di Bekasi. Harga merupakan faktor paling dominan yang mempengaruhi penjualan, diikuti oleh kualitas produk dan efisiensi distribusi. Dengan memperhatikan ketiga aspek ini, pedagang ayam pedaging diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keberhasilan usaha mereka di pasar yang semakin kompetitif.

]]>
Penelitian Dosen Ubhara Jaya Soroti Disinformasi Sebagai Ancaman Keamanan Kontemporer https://ubharajaya.ac.id/penelitian-dosen-ubhara-jaya-soroti-disinformasi-sebagai-ancaman-keamanan-kontemporer/ Wed, 12 Jun 2024 02:44:44 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10553 Bekasi – Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Prasojo, S.Sos, M.Si menyoroti soal disinformasi sebagai ancaman keamanan kontemporer dalam jurnalnya. Penelitian ini dikerjaan dengan tim Muhamad Lukman Arifianto dan Azhar Irfansyah.

Jurnal dengan judul “Disinformation As A Contemporary Security Threat: A Literature Review” ini sudah terpublikasi pada April 2024. Diketahui jika disinformasi telah menjadi ancaman bagi keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Disinformasi adalah strategi untuk mengaburkan informasi dengan menyebarkan informasi yang disengaja untuk salah dan palsu. Apapun tujuan dari disinformasi, masyarakat yang akan menjadi korban. Dengan statusnya sebagai ancaman, dibutuhkan tindakan strategis yang tepat untuk mencegah meluasnya disinformasi. Untuk melawan disinformasi, perlu dikembangkan strategi dengan memberdayakan masyarakat agar dapat menangkal disinformasi ketika terjadi. 

Dengan menggunakan metode tinjauan literatur, penelitian ini menunjukkan beberapa kebijakan penguatan masyarakat yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran disinformasi.

Baca Juga: Asesmen Lapangan, Asesor LAMDIK Cek Pembelajaran Praktik Mahasiswa PKO Ubhara Jaya

Disinformasi, yang merujuk pada penyebaran informasi yang sengaja menyesatkan, telah menjadi masalah serius bagi negara demokrasi. Selama pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016, pemerintah Rusia menggunakan strategi ini untuk merusak kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Dengan meningkatnya interaksi masyarakat melalui internet, disinformasi menyebar dengan cepat, memperkeruh proses pengambilan keputusan yang sehat dalam demokrasi.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, mengumpulkan data dari berbagai sumber primer dan sekunder, serta wawancara dengan sumber terpilih. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskripsi mendalam untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kebijakan pemberdayaan masyarakat dalam menangkal disinformasi.

Baca Juga: Penelitian Dosen Ubhara Jaya Ungkap Peran Penting Keluarga Dalam Pendidikan Karakter Sejak Dini

Hasil dan Diskusi

Disinformasi berkembang pesat di platform media sosial yang kini menjadi sumber utama berita bagi masyarakat. Konten yang emosional dan sensasional lebih cepat menyebar dibandingkan dengan informasi yang benar. Meskipun platform media sosial berupaya moderasi konten, disinformasi tetap menyebar karena algoritma yang memprioritaskan engagement tinggi.

Kelebihan informasi juga menjadi masalah, seperti yang terlihat selama pandemi Covid-19. Informasi yang bertentangan sering kali menyebabkan kebingungan dan ketidakpercayaan terhadap rekomendasi kesehatan. Oleh karena itu, otoritas kesehatan perlu menyebarkan informasi yang jelas dan dapat dipercaya.

Masyarakat juga dapat berperan dalam mengoreksi disinformasi. Koreksi yang dilakukan oleh pengguna media sosial terbukti efektif mengurangi mispersepsi, terutama jika koreksi tersebut langsung mengikuti disinformasi yang disebar.

Baca Juga: Penelitian Dosen PKO Ubhara Jaya Temukan Dampak Latihan Pliometrik Pada Lompatan Olahraga Voli

Kesimpulan Penelitian

Penelitian ini menegaskan bahwa disinformasi adalah ancaman serius bagi demokrasi. Pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang tepat untuk mengatur internet dan melakukan operasi siber ofensif untuk menargetkan pelaku disinformasi. Di tingkat mikro, individu bertanggung jawab untuk memeriksa dan menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, platform media sosial, dan masyarakat luas diperlukan untuk memerangi disinformasi secara efektif.

Saran Penelitian

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan individu dalam mengenali dan mengatasi disinformasi. Kerangka literasi informasi yang menempatkan individu sebagai pusat dari upaya pencegahan penyebaran disinformasi perlu dikembangkan dan diimplementasikan.

Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi komprehensif dalam memerangi disinformasi dan mengamankan integritas demokrasi di era digital. Pemerintah, platform media sosial, dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi ancaman ini dengan pendekatan yang sistematis dan strategis.

]]>
Penelitian Dosen PKO Ubhara Jaya Temukan Dampak Latihan Pliometrik Pada Lompatan Olahraga Voli https://ubharajaya.ac.id/penelitian-dosen-pko-ubhara-jaya-temukan-dampak-latihan-pliometrik-pada-lompatan-olahraga-voli/ Wed, 05 Jun 2024 08:01:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10457 Bekasi – Dosen dari Program Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) Ahmad Muchlisin Natas Pasaribu menemukan adanya efek dari program latihan pliometrik terhadap kemampuan lompatan vertikal pada pemain bola voli. Penelitian ini pun dilaksanakan di Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

Dalam jurnal yang sudah dipublikasi pada Mei 2024 ini, Ahmad Muchlisin bertujuan memahami secara mendalam bagaimana latihan pliometrik dapat meningkatkan kemampuan lompatan vertikal pada atlet bola voli tingkat SMA di Kota Bekasi.

Diketahui jika voli merupakan salah satu olahraga paling populer di dunia yang menuntut kemampuan fisik, teknik, dan mental yang tinggi dari para pemainnya. Salah satu kemampuan fisik yang sangat krusial dalam bola voli yakni lompatan vertikal, yang esensial untuk melakukan teknik dasar seperti blocking, spiking, dan serving. Oleh karena itu, meningkatkan kemampuan lompatan vertikal menjadi fokus utama dalam program latihan bagi atlet bola voli.

Disebutkan dalam penelitian tersebut jika latihan pliometrik, yang melibatkan serangkaian gerakan eksplosif untuk meningkatkan kekuatan otot, kecepatan, dan daya ledak, telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan lompatan vertikal. Latihan ini memanfaatkan siklus peregangan-pemendekan otot yang memungkinkan otot menghasilkan lebih banyak tenaga dalam waktu singkat.

Baca Juga: Penelitian Dosen Ubhara Jaya Ungkap Peran Penting Keluarga Dalam Pendidikan Karakter Sejak Dini

Adapun metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimental, yang melibatkan desain pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah seluruh atlet bola voli tingkat SMA di Kota Bekasi, dengan sampel sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan lompatan vertikal sebelum dan sesudah intervensi program latihan, serta observasi langsung selama sesi latihan. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan inferensial.

Hasil Penilitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa program latihan pliometrik secara signifikan meningkatkan kemampuan lompatan vertikal pada atlet bola voli tingkat SMA di Kota Bekasi. Kelompok eksperimen yang menjalani latihan pliometrik menunjukkan peningkatan rata-rata tinggi lompatan vertikal sebesar 7.4 cm, sedangkan kelompok kontrol yang menjalani latihan konvensional hanya menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 1.4 cm. Analisis statistik inferensial menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah intervensi, dengan hasil t-test menunjukkan nilai p < 0.001.

Baca Juga: Sekolah Lansia, Wujud Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Ubhara Jaya

Penemuan ini sejalan dengan teori adaptasi otot dan siklus peregangan-pendekatan, serta konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan efektivitas latihan pliometrik dalam meningkatkan performa atletik. Latihan pliometrik terbukti meningkatkan kemampuan otot dalam menyimpan dan melepaskan energi elastis secara efektif, yang kemudian diterjemahkan menjadi peningkatan tinggi lompatan vertikal.

Penelitian ini membuktikan bahwa program latihan pliometrik secara signifikan meningkatkan kemampuan lompatan vertikal pada atlet bola voli tingkat SMA di Kota Bekasi. Kelompok eksperimen yang menjalani latihan pliometrik menunjukkan peningkatan yang jauh lebih besar dibandingkan kelompok kontrol yang menjalani latihan konvensional. Meskipun penelitian ini memiliki keterbatasan, seperti ukuran sampel yang kecil dan durasi intervensi yang singkat, hasilnya memberikan bukti empiris yang kuat bahwa latihan pliometrik dapat menjadi komponen penting dalam program latihan bola voli untuk mengoptimalkan performa lompatan vertikal.

]]>