Perpustakaan hijau – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Mon, 15 Jun 2026 01:26:06 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png Perpustakaan hijau – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Raih Tiga Penghargaan pada Konferensi Gastronomi dan Kuliner Hijau Indonesia Ke-III Tahun 2026 https://ubharajaya.ac.id/universitas-bhayangkara-jakarta-raya-raih-tiga-penghargaan-pada-konferensi-gastronomi-dan-kuliner-hijau-indonesia-ke-iii-tahun-2026/ Mon, 15 Jun 2026 01:20:14 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=17890 Jakarta – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih tiga penghargaan bergengsi dalam ajang Konferensi Gastronomi dan Kuliner Hijau Indonesia Ke-III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Gastronomi dan Kuliner Hijau Indonesia (ANGGReK HIJAU INDONESIA), Sabtu (13/6).

Kegiatan ini menjadi forum ilmiah sekaligus ajang apresiasi yang bertujuan mendorong pengembangan gastronomi, kuliner hijau, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Ubhara Jaya berhasil memperoleh penghargaan pada tiga kategori yang mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung prinsip-prinsip keberlanjutan.

Penghargaan pertama diraih pada kategori Green Gastronomy Campus, yang diberikan kepada Ubhara Jaya sebagai bentuk apresiasi atas komitmen kampus dalam mengembangkan lingkungan pendidikan yang mendukung prinsip gastronomi hijau dan pembangunan berkelanjutan. Penghargaan ini diterima oleh Rektor Ubhara Jaya, Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim (HC) atas berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Penghargaan kedua diberikan kepada Perpustakaan Ubhara Jaya dalam kategori Green Gastronomy Library. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas peran aktif perpustakaan dalam menyediakan, mengelola, serta menyebarluaskan informasi dan literasi terkait gastronomi, kuliner hijau, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan melalui berbagai koleksi cetak, digital, maupun kegiatan literasi yang mendukung sivitas akademika.

Sementara itu, penghargaan ketiga diraih dalam kategori Green Gastronomy Lecturer, yang diberikan kepada para dosen Ubhara Jaya sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung pengembangan gastronomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen Ubhara Jaya dalam mendukung pengembangan gastronomi dan kuliner hijau melalui kolaborasi akademik, penguatan literasi, serta implementasi berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Penghargaan tersebut juga menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Ubhara Jaya berharap penghargaan ini dapat semakin memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

]]>
Implementasi Perpustakaan Hijau, Perpustakaan Ubhara Jaya Mulai Terapkan Manajemen Digital https://ubharajaya.ac.id/implementasi-perpustakaan-hijau-perpustakaan-ubhara-jaya-mulai-terapkan-manajemen-digital/ Wed, 22 Jan 2025 07:56:58 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=14141 Bekasi – Perpustakaan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) mulai mengimplementasikan menjadi perpustakaan hijau. Beberapa yang sudah dilakukan yakni menerapkan sistem manajemen perpustakan digital. 

Kepala UPT Perpustakaan Ubhara Jaya, Raden Ola Triana M, S.IIP mengatakan sebelumnya telah mengikuti agenda Konferensi Perpustakaan Hijau Indonesia (KPHI) ke-1 tahun 2024. Dari konferensi tersebut ditegaskan kembali tentang Perpustakaan Hijau. 

Ubhara Jaya telah penerapan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam pengelolaan, desain dan operasional perpustakaan. Tujuan utama Perpustakaan Hijau ini untuk menciptakan lingkungan yang mendukung keberlanjutan, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan tentang pelestarian alam.

Pelaksanaannya tentu melibatkan berbagai inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan yaitu dengan menyediakan akses informasi digital yang ramah lingkungan. Lalu menerapkan sistem manajemen Perpustakaan digital yang terintegrasi dan efisien guna mengurangi jejak karbon, menghemat energi dan meminimalkan penggunaan kertas.

“Saat ini perpustakaan sudah menerapkan pengiriman notifikasi peminjaman dan pengembalian buku melalui whatsapp,” katanya saat memaparkan tentang Implementasi Perpustakaan Hijau di Ubhara Jaya, Rabu (22/1/2024).

Baca Juga: Perpustakaan Ubhara Jaya Mulai Transformasi ke Perpustakaan Hijau, Pemakaian Kertas Dikurangi

Implementasi Perpustakaan Hijau, Perpustakaan Ubhara Jaya Mulai Terapkan Manajemen Digital (Foto: Dok Perpustakaan Ubhara Jaya)

Pelaksanaan lainnya yakni sistem paperless dalam pengelolaan surat bebas pustaka. Mahasiswa bisa mengajukan dan menerima surat bebas pustaka secara online melalui email. 

“Proses ini tidak hanya mengurangi penggunaan kertas, tetapi juga mempercepat waktu pengurusan dokumen dan memudahkan akses bagi mahasiswa,” ucapnya.

Selain itu, mahasiswa juga sudah bisa memanfaatkan platform e-book dan e-journal. Di tahun 2025 ini, Perpustakaan Ubhara Jaya berencana menerapkan sistem unggah mandiri karya ilmiah mahasiswa ke dalam repository perpustakaan.

Baca Juga: Perpustakaan Ubhara Jaya Gelar Webinar User Education 2024, Maba Buruan Daftar

Raden Ola pun menegaskan, dengan implementasi perpustakaan hijau ini menjadi bukti komitmen Ubhara Jaya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan khususnya di bidang pendidikan dan aksi iklim. Perpustakaan hijau bukan hanya simbol kemajuan, tetapi juga wujud nyata dari tanggung jawab universitas dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan dan pelestarian lingkungan. 

“Dengan langkah ini, diharapkan perpustakaan Ubhara Jaya dapat menjadi contoh inspiratif bagi perguruan tinggi lain di Indonesia, menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkelanjutan,” ujarnya.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Perpustakaan Ubhara Jaya Mulai Transformasi ke Perpustakaan Hijau, Pemakaian Kertas Dikurangi https://ubharajaya.ac.id/perpustakaan-ubhara-jaya-mulai-transformasi-ke-perpustakaan-hijau-pemakaian-kertas-dikurangi/ Wed, 28 Aug 2024 09:09:54 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=12943 Bekasi – Perpustakaan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) mulai melangkah menjadi perpustakaan hijau. Upaya ini merupakan bagian dari langkah strategis universitas dalam mendukung gerakan ramah lingkungan.

Kepala UPT Perpustakaan Ubhara Jaya, Raden Ola Triana M, S.IIP mengatakan, upaya transportasi ini berdasar dari Surat Ketua Panitia Konferensi Literasi Hijau Indonesia (KLHI) e-1 Tahun 2024 Nomor 200.019/Panitia-KLH/VI/2024, tanggal 3 Juni 2024 perihal Undangan Konferensi Literasi Hijau Indonesia KHLI) Ke-1 Tahun 2024 dan Call for Papers. Kemudian disposisi Rektor Ubhara Jaya Nomor Agenda B/3381/VII/2024/m-UBJ, tanggal 9 JUli 2024 dan Surat Tugas Nomor ST/334/VII/2024/UBJ tanggal 12 Juli. 

Raden Ola menjelaskan jika, KLHI merupakan inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya literasi hijau dalam konteks keberlanjutan lingkungan.

“Literasi hijau ini mencakup pengetahuan dan pemahaman tentang isu-isu lingkungan, serta kemampuan untuk menerapkan praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Kepala UPT Perpustakaan Ubhara Jaya, Raden Ola Triana M, S.IIP Saat Memaparkan Transformasi Perpustakaan Hijau (Foto: Dok Humas Ubhara Jaya)

Baca Juga: Terakreditasi A, Perpustakaan Kampus Ubhara Jaya Juga Dilengkapi Sistem Keamanan RFID

Salah satu yang menjadi konteksnya dari transportasi ini adalah penerapan sistem paperless (tanpa kertas) dalam pengelolaan surat bebas pustaka. Diketahui jika surat bebas pustaka ini merupakan dokumen yang menyatakan bahwa mahasiswa tidak memiliki pinjaman buku yang masih tertunggak di perpustakaan dan biasanya diperlukan saat mahasiswa akan menyelesaikan studinya.

“Dengan sistem paperless, mahasiswa dapat mengajukan dan menerima surat bebas pustaka secara online melalui sistem perpustakaan digital atau SIA,” ujarnya.

Tentunya, inovasi ini tidak hanya mengurangi penggunaan kertas tetapi juga mempercepat waktu pengurusan dokumen dan memudahkan akses bagi mahasiswa. Namun, kebijakan ini rencananya baru bisa dilaksanakan pada mahasiswa yang akan lulus Semester Ganjil Tahun 2024/2025. 

Baca Juga: Dikejar Target Skripsi? Pastikan Karyamu Bukan Hasil Plagiasi

Transformasi lain juga akan dilakukan untuk unggahan mandiri karya ilmiah. Dengan adanya fasilitas ini mahasiswa dengan mudah mengunggah tesis, skripsi atau makalah penelitian ke dalam sistem perpustakaan.

“Karya-karya ilmiah yang diunggah secara mandiri akan terindeks dalam katalog digital perpustakaan, sehingga dapat diakses oleh akademisi dan penelitian lain secara global,”  katanya.

Tetapi untuk program unggahan mandiri karya ilmiah, Raden Ola menjelaskan jika tim perpustakaan Ubhara Jaya masih memerlukan studi banding dengan kampus lain yang sudah menerapkan. Dia pun menuturkan program perpustakaan hijau di Ubhara Jaya ini pun dilaksanakan secara bertahap.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>