personal branding – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Thu, 31 Jul 2025 14:37:16 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png personal branding – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Fakultas Psikologi UBJ Selenggarakan Pelatihan Personal Branding dan Komunikasi Efektif https://ubharajaya.ac.id/fakultas-psikologi-ubj-selenggarakan-pelatihan-personal-branding-dan-komunikasi-efektif/ Thu, 31 Jul 2025 14:37:15 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=16000 Bekasi – Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ), menggelar kegiatan “Pelatihan Personal Branding dan Komunikasi Efektif,” bekerja sama dengan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP). Kegiatan ini terlaksana pada Kamis (31/07/2025) di Grha Dr. H. M Yasin, Kampus II UBJ.

Pelatihan ini mengusung tema “Society Impact: Sprite Up Your Career with Ubhara.” Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Biro Kemahasiswaan dan Konseling Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Dr. Bungaran Saing, S.Si., APT., M.M, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Dr. Wustari L. Mangundjaya, M.Org.Psy, S.E., Psikolog, Lembaga Kerja Sama dan Hubungan Internasional (LKSHI) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Tim Coca-Cola Europacific Partners (CCEP), serta diikuti oleh 112 mahasiswa Psikologi UBJ.

Baca Juga: Kolaborasi Pendidikan: Fakultas Psikologi Ubhara Jaya dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur Wujudkan Implementasi Kerja Sama

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Dr. Wustari L. Mangundjaya, M.Org.Psy, S.E., Psikolog. Dalam sambutannya, Dr. Wustari berpesan kepada para mahasiswa untuk serius dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini.

“Melalui testimoni para mahasiswa, kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat. Maka kami adakan Batch kedua kegiatan pelatihan ini. Saya berpesan kepada para mahasiswa Psikologi UBJ agar serius dalam mengikuti kegiatan ini, karena sangat bermanfaat dalam mempersiapkan kelulusan nanti. Kami juga mengarahkan para mahasiswa Psikologi UBJ untuk membuat konten dokumentasi di media sosial terkait kegiatan pelatihan ini dalam rangka mempromosikan CCEP dan Fakultas Psikologi UBJ,” ucapnya.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Konseling, Dr. Bungaran Saing, S.Si., APT., M.M, dalam sambutannya berharap kepada para mahasiswa untuk memaksimalkan kesempatan pelatihan ini.

“Saya pikir pelatihan ini sangat penting bagi para calon lulusan. Karena setelah ini kalian akan berhadapan dengan situasi yang baru, kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi kemudian. Maka dari itu, kepada para mahasiswa tolong maksimalkan kesempatan pelatihan ini dalam membentuk pondasi personal branding dan komunikasi efektif kalian. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para tim CCEP yang sudah berkenan hadir dalam memberikan pelatihan ini,” ujar Dr. Bungaran.

Adapun tim dari Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) yang hadir dalam pelatihan ini yaitu, Bapak Suheriyanto sebagai Learning Operation & Digitalization Manager, Ibu Martha Uli sebagai Regional Learning Manager, Ibu Hanisa Amalina sebagai Talent Acquisition Partner, dan Ibu Najah Anindya Aisya sebagai Talent Management Specialist.

Ibu Hanisa Amalina memaparkan materi berjudul “Build, Brand, & Expand: Unlocking Your Personal Branding Potential” yang menekankan pentingnya personal branding sebagai proses membangun dan mempromosikan diri berdasarkan keterampilan, pengalaman, dan kepribadian yang unik. Paparan ini bertujuan agar peserta memahami nilai personal branding, mampu menyusun resume yang mendukung citra diri, membangun kehadiran digital, serta siap menghadapi proses seleksi kerja. Personal branding berfokus pada kompetensi inti, nilai tambah, dan pencapaian yang dibentuk melalui persepsi positif secara konsisten. Untuk membangunnya, peserta perlu mengenali kekuatan dan nilai diri, mengidentifikasi keunikan, dan menilai persepsi publik saat ini. Tiga aspek utama yang mendukung personal branding adalah koneksi, kredibilitas, dan ciri khas diri (authenticity), yang dapat dikembangkan melalui refleksi diri, kejujuran, kepercayaan diri, menunjukkan kemampuan, menjaga kepercayaan, serta memperluas jaringan dan akses informasi. Ibu Hanisa juga membedah tentang bagaimana langkah dalam membangun personal branding melalui media sosial seperti LinkedIn.

Berikutnya, Ibu Martha Uli dalam paparannya menekankan bahwa resume merupakan alat penting dalam personal branding karena mampu membangun kesan pertama, mencerminkan kepribadian, memperkuat identitas, dan membuktikan kredibilitas seseorang. Untuk membuat resume yang menarik, beberapa elemen penting yang harus diperhatikan adalah gambar profil, headline, ringkasan diri, pengalaman serta pendidikan, dan pencapaian atau sorotan. Selain itu, membangun kehadiran digital juga sangat krusial karena 41% perekrut profesional menggunakan LinkedIn sebagai saluran utama dalam mencari kandidat. LinkedIn dianggap sebagai platform terbaik dalam menyediakan kandidat berkualitas tinggi dibandingkan media sosial lainnya seperti Facebook, YouTube, Twitter (X), dan Instagram. LinkedIn merupakan media sosial terbesar untuk kalangan profesional dan menjadi bagian dari personal branding dengan pendekatan profesional, di mana profil yang menarik dapat dilirik oleh perekrut meskipun pengguna tidak sedang melamar pekerjaan. Sementara itu, JobStreet merupakan situs lowongan terbesar di Indonesia dengan lebih dari 20.000 lowongan dari semua level dan 300.000+ perusahaan yang menjadi partner.

Lalu, paparan yang disampaikan oleh Ibu Najah Anindya Aisya berfokus pada tips menghadapi seleksi rekrutmen, dengan menekankan pentingnya persiapan yang matang. Kandidat disarankan untuk mengenal perusahaan, memahami posisi yang dilamar, menguasai resume, serta mengenali diri sendiri dan terus berlatih. Selain itu, membangun kesan pertama yang kuat sangat krusial, karena recruiter biasanya hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk menentukan kelayakan kandidat, sehingga penampilan profesional, bahasa tubuh yang positif, dan ketepatan waktu menjadi penentu utama. Dalam menjawab pertanyaan wawancara, metode STAR (Situation, Task, Action, Result) dianjurkan untuk digunakan agar jawaban menjadi lebih terstruktur dan meyakinkan, dimulai dari menjelaskan situasi atau tantangan, tujuan yang ingin dicapai, tindakan yang dilakukan, hingga hasil yang diperoleh.

Selanjutnya, Bapak Suheriyanto memaparkan tentang pentingnya efektivitas komunikasi dalam organisasi. Survei menyebutkan bahwa, 72% waktu kerja digunakan untuk komunikasi, 93% pemimpin percaya efektivitas kolaborasi terkait dengan kemampuan kerja, dan 50% pekerja mengalami stres serta penurunan produktivitas akibat komunikasi buruk. Ia memperkenalkan Model Komunikasi Mehrabian, di mana 55% makna disampaikan melalui bahasa tubuh, 38% melalui intonasi dan nada suara, dan hanya 7% melalui kata‑kata. Untuk membangun kepercayaan dalam komunikasi, kita perlu mengembangkan tiga dimensi: logos (logika dan data yang valid & masuk akal), pathos (empati, memahami emosi lawan bicara), dan ethos (reputasi dan kepercayaan). Selain itu dijelaskan tahapan mendengar secara aktif, mulai dari body language yang tepat, parafrase dan menanyakan pertanyaan, refleksi makna dan diri sendiri, empati, hingga mengambil aksi nyata berdasarkan percakapan.

Baca Juga: Sekolah Lansia Bahtera Raih Prestasi di HLUN ke-29 Tingkat Provinsi Jawa Barat

Kegiatan pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh para peserta. Karena para peserta tidak hanya menerima paparan materi, tetapi juga diajak bermain games, quiz, serta diberi praktik dan simulasi wawancara kerja. Diskusi interaktif dengan studi kasus seputar dunia kerja juga ditanyakan oleh para peserta. 

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas UBJ: +62 878-4162-4810

]]>
Alumni Ubhara Jaya Berbagi Ilmu Pentingnya Personal Branding ke Para Lulusan  https://ubharajaya.ac.id/alumni-ubhara-jaya-berbagi-ilmu-pentingnya-personal-branding-ke-para-lulusan/ Fri, 07 Mar 2025 03:25:38 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=14639 Bekasi – Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) Umar Muhammad, S.I.Kom berbagi tips kepada para lulusan yang mengikuti sidang yudisium, Kamis (27/2/2025). Salah satu yang ditegaskan yakni pentingnya personal branding.

Alumni yang lulus di tahun 2019 ini mengatakan, jika personal branding akan menjadi bekal para lulusan saat melamar pekerjaan dan mengembangkan karir. 

“Yang terpenting, kita perlu adanya personal branding. Mungkin teman-teman semua selama ini sudah ada bekal selama kuliah di sini dengan mata kuliah personal branding,” ucapnya. 

Baca Juga: Kisah Inspiratif Brigjen Pol Asep Guntur, Alumni Pertama Fakultas Psikologi yang Kini Jabat Direktur Penyidik KPK

Umar pun menceritakan dulu saat dirinya bekerja di perusahaan asing, kerap disapa Umar Sales. Namun, karena dia sering menjadi master of ceremony (MC), Umar pun akhirnya dikenal dengan Umar MC. 

“Dulu saya dikenal dengan Pak Umar Sales, saya saat menjadi MC selalu membranding diri bagaimana orang bisa mengenal saya dan para akhir saya mau resign saya tidak disebut Pak Umar Sales lagi tapi Pak Umar MC. Nah saat ini kalian bagaimana membentuk citra diri kalian lebih baik di khalayak ramai ini,” katanya.

Umar juga memberikan beberapa poin kiat mengembangkan karier di dunia profesional saat ini. Pertama, lulusan Ubhara Jaya harus terus belajar dalam hal apapun mengikuti perkembangan zaman. Saat ini para lulusan juga harus memiliki keterampilan digital sesuai kebutuhan perusahaan.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Annisa, Alumni PKO Ubhara Jaya yang Sukses Berkarier di Dunia Senam

“Keterampilan digital. Seperti analisis data dan digital marketing serta lainnya itu diperlukan,” ucapnya.

Selanjutnya harus memiliki keterampilan komunikasi. Beliau juga mengingatkan pentingnya mentalitas dan mengelola stress di tempat kerja. 

“Mentalitas, sejauh mana mental kita menghadapi dunia yang jauh berbeda dari zaman dulu sampai sekarang. Kemampuan kita untuk mengelola stress yang baik,” katanya.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Alumni Ubhara Jaya Berbagi Tips Penerapan Personal Branding Dalam Pencarian Kerja https://ubharajaya.ac.id/alumni-ubhara-jaya-berbagi-tips-penerapan-personal-branding-dalam-pencarian-kerja/ Tue, 02 Jul 2024 06:08:50 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10858 Bekasi – Alumni Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) Bayu Ramadhan, S.Psi, M. ED berbagi tips penerapan personal branding dalam pencarian kerja. Kegiatan yang digelar secara online ini diikuti sejumlah dari Ubhara Jaya hingga universitas luar, Sabtu (29/6/2024).

Agenda ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi Ubhara Jaya. Psychology Webinar Vol 02 ini digelar untuk mengedukasi  para mahasiswa yang kebingungan Untuk membangun personal branding dalam mencari kerja. 

Bayu dalam paparannya menuturkan jika nilai akademik memang penting saat mencari pekerjaan. Namun, branding terhadap diri sendiri sebagai calon pencari kerja juga sangat dibutuhkan. 

“Jangan sampai personal branding itu diartikan sebagai yes man yang iya-iya saja,” ucapnya.

Alumni Ubhara angkatan 2010 ini menjelaskan personal branding itu mengharuskan seseorang untuk belajar tumbuh dan kembang. Dia pun menjelaskan, bagaimana cara membranding diri sendiri salah satunya berkomunikasi dengan orang dan cari tahu tentang pribadi masing-masing. 

Baca Juga: KKN PMD Mahasiswa Ubhara Jaya Ajarkan Pelaku UKM Di Subang Jual Keripik Secara Online

Dalam hal ini, Bayu juga menerangkan tentang komponen dari personal branding yang terdiri atas self-value, vision dan mission dan personality. Dia pun mengingatkan jika personal branding itu tentang bagaimana individu dapat menonjol dengan membangun dan mengelola reputasi. 

“Contohnya saya ini sudah ter-branding sebagai orang yang suka menyapa dan saya juga sudah ter-branding sebagai orang yang respons cepat,” ujarnya.

Alumni Ubhara Jaya Berbagi Tips Penerapan Personal Branding Dalam Pencarian Kerja (Foto: Dok BEM Psikologi Ubhara Jaya)

Keuntungan personal branding yakni;

– Personal branding yang kuat dapat meningkatkan kredibilitas secara nyata, sehingga lebih dipercaya oleh orang lain.

– Memperluas dan membangun koneksi dengan orang-orang dari berbagai bidang

– Lebih fokus untuk mengenali diri anda secara strategis sehingga mampu menunjukkan dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki

– Meningkatkan visibilitas di mata rekan kerja, atasan dan pemberi kerja potensial, serta membantu anda untuk lebih mudah diingat dan diakui dalam lingkungan profesional

Adapun cara membranding diri sendiri ungkap Bayu yakni mengidentifikasi nilai-nilai, minat, keahlian dan passion yang autentik. Kemudian konsisten dan fokus pada tujuan pencapaian maupun proses yang diimpikan.  Selanjutnya menentukan dan memahami target audience bertujuan membantu dalam menyusun pesan dan strategi yang tepat kepada pihak lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 

Yang terakhir yakni membuat citra diri yang positif dan profesional dapat membangun personal branding dalam diri sehingga orang lain memiliki kepercayaan dan kredibilitas terhadap anda.

Baca Juga: Tanoto Foundation Fellowship Program 2024 Dibuka, Kesempatan Terbuka Alumni Ubhara Jaya

Sejauh ini media untuk personal branding di dunia pekerjaan ada curriculum vitae, digital portfolio dan saat wawancara. Bayu pun memberikan saran agar saat wawancara bagi fresh graduate tetap terlihat profesional meski belum memiliki pengalaman. Salah satunya tidak pasif di akhir wawancara.

“Di akhir wawancara kalian bisa rangkum dan tanyakan juga soal fasilitas karena itu hak kalian dapat BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kalau misalnya perusahaannya ada di luar jawa kalian juga bisa tanyakan soal biaya transportasi kalau ke sana ditanggung atau tidak, tapi itu ditanyakan paling akhir saja,” ujarnya.

Sementara soal penggajian bagi fresh graduate juga tidak boleh terlalu frontal menjawab.

“Kalau misalnya untuk fresh graduate, enggak usah macam-macam cukup bilang ikut aturan perusahaan. Inget dalam pekerjaan itu ada levelnya,” katanya.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>