PKM – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Fri, 29 May 2026 01:26:43 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png PKM – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Mahasiswa Ubhara Jaya Raih Insentif PKM 2026 dari Kemendiktisaintek https://ubharajaya.ac.id/mahasiswa-ubhara-jaya-raih-insentif-pkm-2026-dari-kemendiktisaintek/ Fri, 29 May 2026 01:26:43 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=17796 Bekasi – Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Insentif Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Berdasarkan surat resmi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor 1706/DST/B2/DT.01.02/2026 tanggal 20 Mei 2026, salah satu proposal karya mahasiswa Ubhara Jaya berhasil ditetapkan sebagai penerima insentif PKM Tahun 2026. 

Dalam daftar penerima insentif tersebut, mahasiswa Ubhara Jaya berhasil lolos pada bidang PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI) dengan judul karya “Pemanfaatan K-Means Clustering untuk Pengambilan Keputusan Inventaris Guna Mencegah Penumpukan Barang pada Koperasi Karyawan”. Proposal tersebut diketuai oleh Bagus Darmawan dengan NIM 202210715059.  

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah dalam mendukung pengembangan kreativitas, inovasi, serta budaya riset mahasiswa di perguruan tinggi. Pada tahun 2026, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan menerima sebanyak 4.016 usulan proposal PKM Skema Insentif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebelum akhirnya menetapkan proposal-proposal terbaik sebagai penerima insentif.  

Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Ubhara Jaya mampu bersaing secara nasional melalui karya ilmiah yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi. Pemanfaatan metode K-Means Clustering dalam penelitian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikan pendekatan data dan teknologi untuk menyelesaikan persoalan manajemen inventaris secara efektif.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Ubhara Jaya lainnya untuk terus aktif menghasilkan karya ilmiah, penelitian, dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat serta mampu mengharumkan nama universitas di tingkat nasional.

Kontak Resmi:
Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas: +62 878-4162-4810

]]>
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025 Resmi Dibuka, Ayo Mahasiswa Ubhara Jaya Tunjukkan Inovasi Terbaik https://ubharajaya.ac.id/program-kreativitas-mahasiswa-pkm-2025-resmi-dibuka-ayo-mahasiswa-ubhara-jaya-tunjukkan-inovasi-terbaik/ Fri, 02 May 2025 13:12:17 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=15351 Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi secara resmi membuka pendaftaran Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025 mulai 2 Mei hingga 2 Juni 2025. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menyalurkan ide, inovasi, dan kreativitas mereka dalam menghasilkan karya yang berdampak nyata bagi masyarakat.

PKM dikenal sebagai langkah awal penting bagi mahasiswa untuk berkembang menjadi insan yang produktif, adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menggali potensi diri serta berkontribusi dalam pemecahan masalah di berbagai bidang.

Baca Juga: Mahasiswa Ubhara Jaya Optimistis Ikut Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) usai Workshop Pendampingan Penyusunan Proposal

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program, sesi sosialisasi nasional juga akan digelar pada Senin, 5 Mei 2025 secara daring melalui platform Zoom. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai mekanisme dan ketentuan pengajuan proposal PKM 2025.

Bagi mahasiswa yang berminat, informasi lengkap mengenai pendaftaran, pedoman, dan jadwal kegiatan dapat diakses melalui laman resmi PKM di pkm.kemdiktisaintek.go.id.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Program PKM Mahasiswa Ubhara Jaya Edukasi Bijak Bermedsos, Cegah Anak Meniru Konten Berbahaya https://ubharajaya.ac.id/program-pkm-mahasiswa-ubhara-jaya-edukasi-bijak-bermedsos-cegah-anak-meniru-konten-berbahaya/ Tue, 18 Mar 2025 07:10:56 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=15121 Bekasi – Maraknya konten negatif di media sosial semakin mengkhawatirkan, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap dampak buruknya. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) melalui Fakultas Ilmu Komunikasi menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk memberikan edukasi terkait penggunaan media sosial secara bijak. 

Program ini bertujuan agar anak-anak tidak mudah meniru konten berbahaya yang beredar di media sosial. Program PKM yang masih menjadi bagian dari Proyek Membangun Desa ini  dimulai sejak 21 Oktober 2024 hingga 10 Januari 2025, melibatkan  satu  Dosen Pembimbing Lapangan  (DPL) dan 10 mahasiswa di Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang.

PKM ini sudah dipublikasikan dalam bentuk jurnal Communnity Development Journal Vol.6 No. 1 Tahun 2025, Hal. 632-637. Jurnal ini bisa diakses di link https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/cdj/article/view/40984/26181. 

Dalam jurnal tersebut dilaporkan jika Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu wilayah dengan jumlah perokok tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, provinsi ini berada di urutan kedua setelah Lampung dengan persentase perokok mencapai 32,98%. Di Bekasi, angka perokok anak cukup tinggi, dengan data menunjukkan bahwa 15,9% perokok berusia 15-24 tahun berasal dari Kota Bekasi dan 17,92% dari Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Tim Ubhara Jaya Edukasi Pelajar Kota Bekasi Cerdas Bermedia Sosial untuk Cegah Cyberbullying

Selain itu, kasus perundungan, termasuk perundungan siber, juga meningkat. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bekasi, jumlah kasus kekerasan dalam empat tahun terakhir meningkat signifikan, dari 70 kasus pada tahun 2020 menjadi 269 kasus pada 2023. Dari jumlah tersebut, 17 kasus merupakan kekerasan berbasis gender online, sementara perundungan terjadi sebanyak 18 kasus.

Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Anak

Dampak buruk media sosial semakin nyata dengan adanya berbagai fenomena perilaku meniru yang terjadi di kalangan anak-anak dan remaja. Salah satu kasus yang sempat menghebohkan terjadi di Bengkulu Utara, di mana 52 pelajar SMP melukai tangan mereka setelah terpengaruh oleh konten di TikTok. Penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi intensif TikTok dan Instagram dapat mempengaruhi perilaku remaja, termasuk meniru budaya asing hingga perilaku negatif seperti cyberbullying dan merokok.

Data UNICEF tahun 2022 menunjukkan bahwa 45% dari 2.777 anak Indonesia pernah mengalami perundungan siber. Selain itu, penelitian lain menemukan bahwa semakin sering anak-anak menggunakan media sosial, semakin tinggi kemungkinan mereka untuk merokok. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang masif agar anak-anak lebih bijak dalam bermedia sosial dan mampu memilah konten yang bermanfaat.

Program Edukasi: Cerdas Bermedia Sosial, No Tiru-Tiru!

Untuk mengatasi masalah ini, dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Ubhara Jaya melaksanakan program edukasi di dua lembaga pendidikan, yaitu SPS Al Falah dan TPQ SPS Mandiri Al Ikhlas Triananda, Bantar Gebang. Program ini mengusung tema “Cerdas Bermedia Sosial: No Tiru-Tiru! Yang di Medsos Belum Tentu Keren”. 

Sasaran program ini adalah anak-anak usia 6-12 tahun. Pada usia ini, anak-anak mulai berinteraksi dengan teman sebaya dan membentuk pola pikir serta nilai-nilai moral. Dengan edukasi yang tepat, mereka dapat belajar memilah informasi serta menghindari pengaruh negatif dari media sosial.

Baca Juga: Tim Ubhara Jaya Teliti Penerapan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD

Sekolah menjadi garda terdepan dalam melindungi anak-anak dari paparan konten berbahaya. Data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) menunjukkan bahwa jumlah anak yang melihat orang merokok di sekolah menurun dari 69% pada 2014 menjadi 56% pada 2019. Namun, paparan anak terhadap rokok di ruang publik justru meningkat. Oleh karena itu, selain sekolah, lingkungan keluarga dan masyarakat juga perlu berperan aktif dalam memberikan pemahaman tentang bahaya rokok dan perundungan siber.

Dari pelaksanaan edukasi tersebut, terlihat jika para siswa  tanpa  sadar telah melakukan hal kecil yang bisa mengarah keperundungan. Contohnya adalah memanggil temannya dengan teman dengan nama alias. Awalnya mereka menganggap hal kecil  tersebut merupakan candaan  biasa,  namun setelah mendapat edukasi, mereka sadar jika itu bisa menjurus ke ranah perundungan. Terkait  rokok,  anak-anak  telah  terbuka  dengan segala risiko berbahaya jika mereka  merokok, termasuk  rokok  elektrik. Namun, mereka  tak memungkiri  jika mereka  tinggal di lingkungan dengan perokok aktif Sehingga, untuk  ke depannya, penting juga dilakukan edukasi kepada orang tua terkait bahaya rokok. 

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Program Kemahasiswaan 2025 Resmi Dilaksanakan, Kesempatan Emas Mahasiswa Ubhara untuk Berkembang https://ubharajaya.ac.id/program-kemahasiswaan-2025-resmi-dilaksanakan-kesempatan-emas-mahasiswa-ubhara-untuk-berkembang/ Thu, 06 Mar 2025 05:31:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=14609 Bekasi – Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi resmi mengumumkan Program Kemahasiswaan 2025. Program ini tentunya bisa menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya 

Lewat akun Instagram resminya Belmawa Dikti menuliskan ada empat program yang bisa diikuti oleh mahasiswa di seluruh Indonesia. Kegiatan ini tentunya bertujuan agar mahasiswa mengasah keterampilan, menambah pengalaman, serta aktif berkontribusi dalam berbagai bidang. Beragam program menarik telah disiapkan untuk mendukung pengembangan soft skill, kepemimpinan, kewirausahaan, hingga inovasi akademik.

Program Kemahasiswaan 2025 

1. Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM)

Program ini bertujuan untuk mengasah keterampilan manajerial dan kepemimpinan mahasiswa. Melalui LKMM, peserta akan dibekali dengan kemampuan komunikasi, manajemen waktu, serta strategi kepemimpinan yang efektif agar siap menjadi pemimpin di masa depan.

2. Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa)

Bagi mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan, PPK Ormawa menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kapasitas organisasi agar lebih solid dan berdampak bagi lingkungan sekitar. Program ini memberikan pelatihan dan pendampingan agar organisasi semakin berkembang secara profesional.

Baca Juga: Keren! Proposal Usaha Cukur Rambut hingga Risol Pelangi Dari 3 Tim Mahasiswa Ubhara Jaya Lolos Pendanaan P2MW 2024

3. Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW)

Bagi mahasiswa yang memiliki ide bisnis dan ingin mengembangkannya, P2MW menjadi wadah yang tepat. Program ini memberikan dukungan berupa pembinaan, mentoring, serta bantuan dana untuk merealisasikan bisnis yang inovatif dan berkelanjutan. Sebelumnya, Tim Ubhara Jaya sudah ada yang lolos program pendanaan P2MW. Mereka juga berkesempatan hadir di event Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2024 di Kendari.

4. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

Mahasiswa yang memiliki ide inovatif dalam berbagai bidang dapat menyalurkan kreativitasnya melalui PKM. Program ini mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berprestasi melalui penelitian serta pengembangan solusi kreatif yang berdampak positif bagi masyarakat. 

Baca Juga: Cerita Wisudawan Terbaik Putri Ayuni Agustina, Lulus Ubhara Jaya Tanpa Skripsi

Salah satu mahasiswa Ubhara Jaya, Putri Ayuni Agustina dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) mendapatkan pendanaan PKM. Bahkan, Putri lolos hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dengan menjadi salah satu finalis.

Mahasiswa Ubhara Jaya yang berminat mengikuti kegiatan tersebut diimbau untuk terus memantau informasi terbaru. Kalian juga bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat mengikuti program yang diinginkan.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Ubhara Jaya Tandatangani Pakta Integritas Kolaborasi Perguruan Tinggi Pada Program PKM Kampus Merdeka-Smart Village https://ubharajaya.ac.id/ubhara-jaya-tandatangani-pakta-integritas-kolaborasi-perguruan-tinggi-pada-program-pkm-kampus-merdeka-smart-village/ Fri, 20 Dec 2024 08:44:12 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13886 Bekasi – Kepala Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDikti) Wilayah 3 Jakarta Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc dan Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) Irjen. Pol. (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim., (Honoris Causa) menandatangani Pakta Integritas Kolaborasi Perguruan Tinggi Pada Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kampus Merdeka-Smart Village, di Kampus II, Bekasi, Jumat (20/12/2024). Penandatangan ini juga diikuti oleh 41 kampus di lingkungan LLDikti Wilayah III Jakarta.   

Prof Bambang dalam sambutannya mengatakan konsep smart village ini dipandang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Sejumlah kegiatan PKM ini bisa menjadi solusi inovatif untuk pembangunan desa.

“Seiring dengan kemajuan teknologi konsep smart village sangat relevan dan solusi inovatif untuk pembangunan desa yang lebih maju, mandiri dan berkelanjutan sustainability,” ujarnya.

Baca Juga: Kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi, Fakultas Psikologi Ubhara Jaya dan IRL Tandatangani MoA

Dalam hal ini, Ubhara Jaya berkolaborasi dengan LLdikti Wilayah III Jakarta, Universitas Bina Nusantara serta Universitas Indraprasta PGRI. Tim ini berkolaborasi untuk kegiatan PKM di Desa Ciputri di bidang Smart Economy. Diketahui jika program PKM Kampus Merdeka – Smart Village di Desa Ciputri berlangsung sejak bulan September sampai dengan Desember 2024. 

Diketahui jika kolaborasi program PKM ini terbagi di empat desa di Kabupaten Cianjur. Rinciannya yakni Desa Kademangan, Desa Ciherang, Desa Ciputri dan Desa Jamali. Sejumlah kampus ini berkolaborasi di lima bidang yaitu Smart Economy, Smart People, Smart Environment, Smart Goverment dan Smart Mobility. 

Baca Juga: Ubhara Jaya Merintis Kerja Sama Internasional dengan Universitas di Korea Selatan

Kepala LLDikti Wilayah III Jakarta Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc mengatakan program Smart Village ini bisa menjadi salah satu upaya strategis dalam membangun desa yang berbasis teknologi. Apalagi dalam hal ini semua pihak dari berbagai disiplin ilmu itu berkontribusi.

“Kolaborasi antar perguruan tinggi dan pemerintah daerah di dalam program ini tentunya adalah contoh yang sangat konkret dan juga sinergi yang bisa membawa manfaat buat masyarakat,” ucapnya.

]]>
PKM Fakultas Psikologi Ubhara Jaya, Dorong Lansia Capai Successful Ageing Lewat Outing Class https://ubharajaya.ac.id/pkm-fakultas-psikologi-ubhara-jaya-dorong-lansia-capai-successful-ageing-lewat-outing-class/ Wed, 11 Dec 2024 07:30:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13813 Purwakarta – Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan kegiatan Sekolah Lansia Bahtera Kecamatan Bekasi Utara. Kegiatan kali ini dilaksanakan di luar kampus dengan tema Outing Class di Cikao Park, Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (10/12/2024). 

Kegiatan PKM ini merupakan kerja sama dengan puskesmas di wilayah Bekasi Utara. Di mana outing class masuk ke rencana pembelajaran sekolah lansia yang dirumuskan dalam RPS dengan salah satu timnya Sarita Candra Merida, M.Psi, Psikolog. Kegiatan PKM tersebut pun dihadiri fasilitator sekaligus dosen Fakultas Psikologi yakni Ditta Febrieta, S.Psi., MA, Yomima Viena Yuliana, S.psi., M.Si, Yulia Fitriani, S.Psi., MA.

Kegiatan PKM ini bertujuan untuk mewujudkan Lifelong Learning melalui Sekolah Lansia.  Diketahui jika sekolah lansia ini mengadaptasi konsep Long Life Learning agar lansia  mencapai Successful Ageing

Baca Juga: Fakultas Psikologi Ubhara Jaya Perkuat Jaringan Internasional Lewat ASEAN Global Program

Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda Indonesia Ramah Lansia, Jawa Barat yang merupakan Non Profit Organization (NPO) yang berkontribusi untuk mewujudkan kawasan ramah lansia dengan pendekatan program berkesinambungan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup lansia di Indonesia. Kegiatan ini pun diinisiasi oleh para peneliti dan ahli di bidang kelanjutusiaan. 

Diketahui jika kegiatan Sekolah Lansia Bahtera Kecamatan Bekasi Utara biasanya dilaksanakan di dalam kelas dengan sejumlah materi. Namun, kali ini, kegiatan dilakukan secara outdoor dengan agenda Outing Class, yaitu pembelajaran di lapangan. 

Baca Juga: Kegiatan Sekolah Lansia Bahtera di Ubhara Jaya Dapat Apresiasi Pemerintah Setempat

Diharapkan kegiatan ini memberikan pengalaman yang menyenangkan, meningkatkan keterampilan sosial, menciptakan kesehatan fisik dan mental, memperkuat rasa kemandirian, serta menciptakan kenangan positif bagi lansia. Tercatat ada 138 siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut.

PKM yang dilakukan Fakultas Psikologi Ubhara Jaya ini, bukti nyata jika Ubhara Jaya terus berkontribusi secara langsung untuk masyarakat. 

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Ingin Proposal PKM Lolos Seleksi? Jangan Abaikan Hal Penting Ini https://ubharajaya.ac.id/ingin-proposal-pkm-lolos-seleksi-jangan-abaikan-hal-penting-ini/ Thu, 05 Dec 2024 03:44:10 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13757 Bekasi – Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) terus dikembangkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Program ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi mahasiswa Indonesia dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi di berbagai bidang.

Untuk bisa lolos hingga mendapatkan hibah, tentunya proposal mahasiswa harus melewati 2 tahap seleksi. Yakni tahap administrasi dan tahap penilaian proposal. Dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Riset dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Jakarta di Kampus II, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Sejumlah hal penting yang kerap diabaikan mahasiswa ikut dibahas.

Reviewer Nasional Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D mengatakan ada 27 titik yang dilihat dalam tahap administrasi. Prof Fauzy juga mengingatkan salah satu yang paling fatal yakni penggunaan cover pada proposal. Padahal sesuai pedoman cover dalam proposal itu tidak ada.

Baca Juga: Ubhara Jaya Jadi Tuan Rumah Bimtek Penguatan Riset dan PKM di Lingkungan LLDikti Wilayah III

“Ada perguruan tinggi mahasiswanya sudah betul, tetapi pimpinan kemahasiswaannya yang bikin salah. Proposalnya sudah betul, cuma pimpinan kemahasiswaannya ini menganggap proposal ini kok tidak ada covernya, nanti tidak tahu dari perguruan tinggi mana. Maka semua proposal dikasih cover. Sehingga tidak ada satu pun yang lolos,” ucapnya.

reviewer nasional Dr. Wachyu Hari Haji, MPM, CHRA (Foto: Dok Humas Ubhara Jaya)

Hal lainnya disampaikan reviewer nasional Dr. Wachyu Hari Haji, MPM, CHRA. Ia menjelaskan, selain proposal yang diajukan nantinya setelah lolos tahap pertama akan dilihat idenya. Jadi pastikan bidang PKM yang diajukan itu sesuai.

Baca Juga: Mengenal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang, Dorong Mahasiswa Berinovasi

Dr. Wachyu ikut mengingatkan tentang hal yang wajib dihindari saat mengajukan proposal PKM yakni kesalahan tanda tangan dokumen hingga pemalsuan materai. Penggunaan satu materai untuk sejumlah dokumen juga harus dihindari.

“Ada sih yang pakai materai tapi ambil di internet itu ketahuan banyak itu terjadi. Kita itu para reviewer dikasih tahu caranya mendeteksi materai asli dan palsu,” 

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Ubhara Jaya Jadi Tuan Rumah Bimtek Penguatan Riset dan PKM di Lingkungan LLDikti Wilayah III https://ubharajaya.ac.id/ubhara-jaya-jadi-tuan-rumah-bimtek-penguatan-riset-dan-pkm-di-lingkungan-lldikti-wilayah-iii/ Wed, 04 Dec 2024 12:06:27 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13752 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Riset dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Jakarta, Rabu (4/12/2024). Kegiatan ini menghadirkan dua reviewer nasional, yaitu Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D dan Dr. Wachyu Hari Haji, MPM, CHRA, yang memberikan arahan dan wawasan kepada mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah LLDikti III.

Rektor Ubhara Jaya, Irjen. Pol. (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim. (Honoris Causa), dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kreativitas mahasiswa. 

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan teknis penyusunan program kreativitas mahasiswa, tetapi juga memotivasi mahasiswa agar dapat menghasilkan ide-ide yang inovatif dan berdampak positif bagi masyarakat dan bangsa,” jelasnya.

Rektor menekankan bahwa Ubhara Jaya terus mendukung pengembangan ide kreatif mahasiswa melalui program seperti PKM. Ia juga berharap bimbingan teknis ini dapat membantu peserta dalam menyusun proposal yang berkualitas tinggi, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Sebagai lembaga perguruan tinggi, kami di Ubhara Jaya sangat mendukung upaya yang mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berkreasi,” ucapnya.

Baca Juga: Ubhara Jaya Jadi Tuan Rumah Bimtek Identifikasi Jurnal yang Digelar LLDikti Wilayah III Jakarta

Sementara itu,Kepala LLDikti Wilayah III Jakarta, Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc, saat membuka acara tersebut menuturkan, peran penting perguruan tinggi dalam mendukung kreativitas mahasiswa. Prof Toni menambahkan bahwa keberhasilan PKM bergantung pada komitmen institusi dalam menyediakan ekosistem yang mendukung, baik melalui fasilitas, bimbingan, maupun motivasi kepada mahasiswa.

“Program ini bukan sekadar untuk mendapatkan hibah, tetapi sebagai wadah melatih mahasiswa kita agar kreatif, inovatif, dan solutif terhadap permasalahan nyata yang ada di masyarakat,” ungkapnya.

Ubhara Jaya Jadi Tuan Rumah Bimtek Penguatan Riset dan PKM di Lingkungan LLDikti Wilayah III (Foto: Dok Humas Ubhara Jaya)

Bimtek ini pun digelar dengan dua sesi dengan materi pertama tentang strategi penguatan riset dan penyusunan proposal PKM reviewer nasional sekaligus guru besar Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D. Ia menekankan pentingnya memahami tahap penilaian, khususnya tahap pertama yang lebih banyak menitikberatkan pada administrasi.

“Ketika proposalnya ditolak dan tidak didanai, jangan sekali-kali menganggap bahwa idenya kurang bagus. Ada yang idenya bagus tetapi tidak lolos tahap pertama. Di tahap pertama itu ada 27 titik yang dilihat, dan itu lebih banyak soal administrasi,” jelasnya.

Baca Juga: Mengenal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang, Dorong Mahasiswa Berinovasi

Sementara untuk pemateri kedua, Dr. Wachyu Hari Haji, MPM, CHRA mengupas tentang strategi penyusunan proposal dan rubrik penguatan substansi Proposal PKM 8 bidang. Kepala Program Magang & Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) ini membahas tentang rincian tentang tipe PKM di masing-masing bidang dengan contohnya.

]]>
Pentingnya Kegiatan PKM oleh Ubhara Jaya bagi Mahasiswa dan Masyarakat https://ubharajaya.ac.id/pentingnya-kegiatan-pkm-oleh-ubhara-jaya-bagi-mahasiswa-dan-masyarakat/ Fri, 15 Nov 2024 03:38:13 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13588 Bekasi – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) merupakan wujud nyata penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya langsung kepada masyarakat. Melalui PKM, Ubhara Jaya berperan aktif dalam menyebarkan manfaat ilmu dan teknologi kepada masyarakat, sebagai bagian dari tanggung jawab akademisnya.

Aktivitas ini dilaksanakan sebagai wujud penyebaran Tri Dharma Perguruan Tinggi dan bentuk tanggung jawab dalam membantu masyarakat meningkatkan kemampuan mereka, sehingga dapat mempercepat tercapainya pembangunan nasional.

Dalam pelaksanaannya, pendidikan dan penelitian dipadukan dan melibatkan mahasiswa serta dosen pengajar. Bentuk pelaksanaannya pun beragam, disesuaikan dengan masing-masing institusi pendidikan. Di antaranya meliputi program perbaikan, lokakarya, kursus, penyuluhan, kampanye, proyek, hingga publikasi.

Kegiatan ini mencakup berbagai bidang, termasuk kewirausahaan (ekonomi), sarana dan prasarana, produksi, pendidikan, sosial budaya, serta akuntansi dan kependudukan, dengan jadwal pelaksanaan yang disesuaikan oleh tiap kampus. Diharapkan, mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kemandirian dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa Ubhara Jaya Fokus Mitigasi Pemetaan Lokasi Rawan Longsor saat PKM di Sukabumi

Manfaat Pengabdian Masyarakat bagi Mahasiswa

1. Meningkatkan Kepedulian Sosial

Dalam kegiatan ini, mahasiswa atau dosen berkesempatan untuk berinteraksi dan ikut serta dalam membangun lingkungan masyarakat. Mahasiswa akan lebih kritis serta mengembangkan simpati dan empati terhadap kehidupan masyarakat. Dengan memahami isu sosial yang ada, mereka dapat lebih peka terhadap kebutuhan lingkungan.

2. Mengembangkan Soft Skill dalam Berkomunikasi

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa berinteraksi langsung dengan warga. Keaktifan dan kemampuan komunikasi sangat penting agar mahasiswa dapat memahami latar belakang serta kebutuhan warga yang berbeda dari lingkup akademis.

3. Memperluas Relasi

Mahasiswa yang terlibat dalam pengabdian masyarakat akan berhubungan dengan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat atau pemerintah setempat. Ini menjadi peluang untuk memperluas jaringan yang mungkin akan berguna dalam kerja sama atau proyek sosial di masa depan.

Baca Juga: Mengenal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang, Dorong Mahasiswa Berinovasi

4. Mendapatkan Wawasan Baru

Pengalaman dalam kegiatan pengabdian masyarakat memungkinkan mahasiswa untuk beradaptasi dengan lingkungan masyarakat yang berbeda. Hal ini memperkaya wawasan mereka, khususnya dalam hal budaya, adat istiadat, dan cara hidup masyarakat.

Contoh Kegiatan Pengabdian Masyarakat terbaru oleh mahasiswa dan dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Pada September 2024, mahasiswa dan dosen Fakultas Ilmu Komputer Ubhara melaksanakan PKM Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertemakan “Mitigasi Pemetaan Lokasi Rawan Longsor di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. 

Sebelumnya, pada Juli 2024 mahasiswa dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis menggelar PKM internasional di Panti Asuhan Darul Sakinah, Selangor, Malaysia. Panti asuhan ini merupakan milik Anggota Koperasi Malaysia (ANGKASA).

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Dosen dan Mahasiswa Ubhara Jaya Fokus Mitigasi Pemetaan Lokasi Rawan Longsor saat PKM di Sukabumi https://ubharajaya.ac.id/dosen-dan-mahasiswa-ubhara-jaya-fokus-mitigasi-pemetaan-lokasi-rawan-longsor-saat-pkm-di-sukabumi/ Wed, 30 Oct 2024 07:00:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13475 Sukabumi – Dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) melaksanakan  kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Materi yang disampaikan tentang Mitigasi Pemetaan Lokasi Rawan Longsor.

Pelaksanaan PKM itu digelar selama dua hari dari 18-19 September 2024. Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. H. Tri Ginanjar Laksana S.Kom., M.Kom. M.CS, menyatakan bahwa tema “Mitigasi Pemetaan Lokasi Rawan Longsor” ini disesuaikan dengan permasalahan mitra di Desa Sekarwangi. Tujuan utamanya adalah untuk menanggulangi dan menurunkan dampak bencana tanah longsor.

Baca Juga: Mengenal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 Bidang, Dorong Mahasiswa Berinovasi

PKM ini difokuskan pada perancangan dan memberikan pemahaman mitigasi terhadap penanggulangan bencana alam terutama longsor untuk mengurangi dampak kerusakan yang parah dan menurunkan angka korban jiwa dari bergesernya tanah (longsor) di Desa Sekarwangi. Diketahui jika di desa tersebut pada awal tahun 2024 pernah mengalami longsor.

Dosen dan Mahasiswa Ubhara Jaya Fokus Mitigasi Pemetaan Lokasi Rawan Longsor saat PKM di Sukabumi (Foto: Dok Fasilkom Ubhara Jaya)

“PKM ini berfokus pada perancangan dan mitigasi bencana alam berupa tanah longsor yang baru terjadi pada bulan Januari 2024 di RW 11 Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi,” ujar Ginanjar.

Sebelumnya, kegiatan PKM di di Desa Sekarwangi secara resmi dibuka Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPMP) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Prof. Adi Fahrudin, Ph.D. 

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>