Rekor Muri – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Wed, 18 Jun 2025 12:21:17 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png Rekor Muri – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 UBJ Perguruan Tinggi Pertama sebagai Fasilitator Konsolidasi Institusi Bidang Keamanan dan Akademisi dalam Peningkatan Peran Polri Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 https://ubharajaya.ac.id/ubj-perguruan-tinggi-pertama-sebagai-fasilitator-konsolidasi-institusi-bidang-keamanan-dan-akademisi-dalam-peningkatan-peran-polri-mewujudkan-visi-indonesia-emas-2045/ Wed, 18 Jun 2025 12:20:01 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=15707 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) kembali torehkan rekor baru pada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai perguruan tinggi pertama yang menjadi “Fasilitator Konsolidasi Institusi Bidang Keamanan dan Akademisi dalam Peningkatan Peran Polri Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.” Catatan rekor ini diperoleh dalam rangkaian kegiatan Seminar Nasional 2025 yang mengusung tema “Peran Polri dalam Mewujudkan Visi Indonesia Emas Tahun 2045” yang diselenggarakan pada Rabu (18/06/2025).

Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ), Irjen. Pol. (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim., (Honoris Causa), dalam sambutannya mengatakan bahwa Polri memegang peran penting bidang keamanan dalam mewujudkan visi Indonesia Emas Tahun 2045.

“Dalam konteks mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045, Polri memegang peranan penting sebagai penjaga stabilitas dan ketertiban nasional. Kita perlu mencermati kekuatan dan tantangan internal Polri, agar transformasi institusional dapat terus diarahkan secara tepat,” jelas Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Polri juga telah menunjukkan dedikasinya dari sisi komitmen dan kompetensinya dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika keamanan yang semakin kompleks.

Baca Juga: Seminar Nasional tentang Bela Negara dalam Perspektif Kebangsaan

“Dari sisi komitmen dan kompetensi, Polri telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menghadapi ancaman nyata, seperti terorisme, konflik sosial, dan kejahatan siber. Polri juga telah berhasil mengamankan agenda-agenda nasional dan internasional, seperti Pemilu dan Konferensi Tingkat Tinggi V20 telah menjadi bukti konkret,” ucap Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Seminar Nasional kali ini menghadirkan sejumlah praktisi berpengalaman yang aktif berkontribusi untuk Polri dalam mewujudkan visi “Indonesia Emas Tahun 2045,” seperti, Kapolri, Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, yang diwakilkan oleh Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si (Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri) sebagai Keynote Speaker. Dalam Seminar Nasional 2025 ini, UBJ menghadirkan narasumber Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Drs. Chairuddin Ismail, S.H., M.H (Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti), Prof. Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., APU (Kepala Puskamnas UBJ), dan Mohammad Chairul Anam, S.H (Anggota Komisi Kepolisian Nasional/KOMPOLNAS).

Pada seminar kali ini, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Drs. Chairuddin Ismail, S.H., M.H, memaparkan materinya tentang “Ilmu Kepolisian dalam Mendukung Profesionalisme Polri Guna Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045,” bahwa Ilmu Kepolisian merupakan landasan strategis dalam membentuk Polri yang profesional, modern, dan terpercaya. Dengan pendekatan berbasis pengetahuan (knowledge-based policing), Polri dapat meningkatkan kapasitas dalam menangani tantangan keamanan yang semakin kompleks, seperti kejahatan transnasional, terorisme, dan kejahatan siber. Profesionalisme Polri harus didukung oleh pendidikan, pelatihan, dan riset kepolisian yang adaptif terhadap perkembangan global dan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks Visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan Indonesia sebagai negara maju, berdaulat, adil, dan makmur. Polri memiliki peran strategis sebagai penjamin stabilitas nasional. Oleh karena itu, penguatan ilmu kepolisian menjadi kunci untuk mendorong transformasi kelembagaan, peningkatan integritas, serta kolaborasi lintas sektor demi menciptakan keamanan yang kondusif bagi pembangunan nasional berkelanjutan.

Prof. Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., APU, menyampaikan materi tentang “Tantangan yang Dihadapi Polri di Era Digital dan AI dalam Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.” Pada materi tersebut, Prof. Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., APU, menjelaskan bahwa di era digital dan kecerdasan buatan (AI), Polri menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan dinamis, mulai dari meningkatnya kejahatan siber, penyebaran hoaks, hingga potensi penyalahgunaan teknologi oleh aktor kriminal. Teknologi yang terus berkembang menuntut Polri untuk melakukan transformasi digital, meningkatkan literasi teknologi personel, serta membangun sistem keamanan yang adaptif dan berbasis data.

Berikutnya, Mohammad Chairul Anam, S.H, membawakan materi tentang “Membangun Polri Profesional menuju Indonesia Emas Tahun 2045.” Dalam materinya, Mohammad Chairul Anam, S.H, mencoba untuk menjelaskan bahwa Polri yang profesional merupakan elemen kunci dalam mendukung tercapainya Visi Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia yang maju, adil, makmur, dan berdaya saing global. Profesionalisme Polri ditandai dengan integritas tinggi, kompetensi yang unggul, pelayanan publik yang humanis, serta penegakan hukum yang adil dan transparan.

Baca Juga: Rektor Ubhara Jaya Terima Penghargaan Indonesia Top Achievements Award 2025 Kategori Excellence in Leadership for Academic and Campus Advancement

Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si, dalam sambutannya menyoroti eksistensi Polri di masa depan. Beliau menjelaskan adanya pertanyaan apakah Polri masih akan ada di tahun yang akan datang.

“Jika Polri tidak siap menghadapi tantangan di masa mendatang, maka eksistensi Polri di masa depan pasti akan dipertanyakan. Maka dari itu, Polisi merupakan unsur penting dalam kehidupan karena Polisi juga harus tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman yang semuanya serba daring,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda, M.Si.

Pada satu kesempatan wawancara, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Drs. Chairuddin Ismail, S.H., M.H, (Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti) menjelaskan harapan dalam memperkuat sinergitas dunia akademik dan institusi keamanan dari terselenggaranya kegiatan seminar nasional.

“Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menjadi fasilitator terselenggaranya kegiatan Seminar Nasional, bukan hanya menjadi ruang diskusi yang konstruktif tentang peran Polri dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, tetapi juga mencerminkan peran strategis perguruan tinggi dalam menjembatani pemikiran akademik dan kebutuhan institusi negara. Harapannya, sinergi antara dunia pendidikan dan institusi keamanan seperti Polri dapat terus diperkuat demi masa depan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing,” ujar Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Drs. Chairuddin Ismail, S.H., M.H.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Seminar Nasional tentang Bela Negara dalam Perspektif Kebangsaan https://ubharajaya.ac.id/seminar-nasional-tentang-bela-negara-dalam-perspektif-kebangsaan/ Thu, 19 Oct 2023 08:21:19 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=4717 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya mencatatkan 2 rekor baru pada Museum Rekor Dunia  Indonesia (MURI) melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Bela Negara dengan peserta terbanyak dan Lokakarya Pendidikan Karakter Bangsa dengan peserta terbanyak. Catatan rekor ini diraih melalui rangkaian kegiatan Seminar Nasional tentang Bela Negara dalam perspektif kebangsaan yang mengangkat tema, “Membangun Kesadaran Nasional untuk Kedaulatan Bangsa dan Lokakarya Pendidikan Karakter Bangsa yang digelar Rabu (18/10/2023).

Pencatatan rekor total 11.259 peserta aktif yang mengikuti seminar secara hybrid melalui kehadiran langsung di Auditorium Ubhara Jaya dan melalui daring, diserahkan langsung perwakilan MURI kepada Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta, Irjen. Pol (Purn) Prof. Dr. Drs Bambang Karsono, S.H., M.M., mengatakan, “Sejalan dengan visi Ubhara Jaya untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berwawasan kebangsaan berbasis sekuriti, yang mampu bersaing dan berperilaku baik, maka Ubhara Jaya berupaya melaksanakan kegiatan pelatihan bela negara dalam upaya pembinaan karakter,” jelas Rektor Ubhara Jaya.

Seminar Nasional Bela Negara dan Lokakarya Pendidikan Karakter Bangsa ini juga menandai diresmikannya pusat kajian baru di Ubhara Jaya, yakni Pusat Kajian Bela Negara.

“Kehadiran Pusat Kajian Bela Negara ini akan mengajak mahasiswa dan sivitas akademika lebih fokus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam upaya peningkatan kesadaran bela negara melalui pembentukan karakter nasionalis, pembinaan jiwa kepemimpinan, mendorong inovasi dan kreativitas, penguatan kerjasama, peningkatan kemampuan berpikir kritis dan pemantapan jaringan serta kolaborasi,” jelas Rektor Ubhara Jaya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc, dalam sambutannya mengatakan bahwa Bela Negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh dan terpadu yang dilandasi pada kecintaan terhadap tanah air, “Di dunia akademik, pembelajaran bela negara ini, implementasinya dilakukan melalui berbagai pelatihan bela negara, pertukaran pelajar, magang, wirausaha, pengabdian kepada masyarakat dan bentuk bentuk pembelajaran lainnya,” jelas Prof. Dr. Toni Toharudin.

Seminar Nasional menghadirkan sejumlah praktisi berpengalaman dan akademisi yang aktif menyuarakan Pendidikan Bela Negara, seperti, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. Tan Sri Da’i Bachtiar, SH, AO, Zannuba Ariffah Chafsoh, S.I.Kom, M.P.A (Yenny Wahid), Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, MA., Ph.D., serta Prof. Dr. Ir. Illah Sailah, MS.

Dalam sambutannya, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Chairuddin Ismail S.H., M.H., mengatakan, “Penyelenggaraan Seminar Nasional dan Lokakarya ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan proses sosialisasi dan internalisasi nilai nilai bela negara dalam rangka penguatan kesadaran nasionalisme yang menjadi fondasi penting mempertahankan dan memperkuat kedaulatan bangsa,” ucap Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti ini selaku Yayasan yang menaungi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Ribuan Sivitas Akademika Ubhara Jaya Deklarasi Perangi Narkoba, Masuk Rekor MURI https://ubharajaya.ac.id/ribuan-sivitas-akademika-ubhara-jaya-deklarasi-perangi-narkoba-masuk-rekor-muri/ Tue, 08 Sep 2020 06:39:11 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=2459 Bekasi – Jika hadirnya pandemi Covid-19 mampu memperlambat bahkan sampai menghentikan roda kehidupan banyak orang dan industri maka tidak demikian dengan kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Sekalipun diancam dengan berbagai hukum hingga hukuman mati, kasusnya masih terus meningkat di Indonesia.

Turut ambil bagian dalam pelaksanaan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, lebih dari 5.923 sivitas akademika  Ubhara Jaya  mendeklarasikan perang terhadap narkoba yang dilaksanakan secara luring dan daring, pada Jumat (04/08/2020) di Auditorium Ubhara Jaya Grha Tanoto Kampus II Bekasi dengan memberlakukan standar protokoler pencegahan covid -19 secara ketat. Di lokasi luring, hanya sekitar 200 peserta yang hadir sementara peserta ribuan lainnya mengikuti secara daring.

Deklarasi ini mendapat penghargaan dari Museum Rekor  Dunia Indonesia (MURI) sebagai perguruan tinggi dengan deklarasi anti narkoba secara daring oleh sivitas akademika terbanyak di Indonesia.  Penyerahan piagam rekor MURI dilakukan oleh senior manajer MURI kepada Rektor Ubhara Jaya sedangkan pendiri MURI, Jaya Suprana memberikan ucapan selamat secara daring. Para peserta, baik di luring maupun daring tampak antusias mengikuti kegiatan deklarasi anti narkoba tersebut. Pembacaan deklarasi dipimpin oleh Rektor Ubhara Jaya, Inspektur Jenderal polisi (purn) Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M, para Warek dan Dekan Ubhara Jaya dan sejumlah perwakilan dari sivitas akademika Ubhara Jaya.

Pada acara deklarasi secara luring, nampak para pejabat dan pegiat anti narkoba yang datang Yaitu Jenderal Polisi (Purn) Dr. Drs. Chaeruddin Ismail, S.H., M.H, Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti berikut  Perwakilan Pengurus, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahwil Lutan, S.H., MBA., M.M penerima Medali  Kepeloporan Oleh Presiden RI, Komjen Pol (Purn) Drs. Togar M. Sianipar, M.Si, Dewan Penasehat DPP Granat, Irjen Pol (Purn) Dr. Benny Josua Mamoto, S.H., M.Si selaku Ketua Harian Kompolnas, Irjen Pol (Purn) Drs. Erwin Lumban Tobing Anggota Komisi III DPR RI, Laksda (Purn) Ir. Agus Kowo Budi Utomo Tenaga Ahli Kepala BIN, Kepala BNN Yang Diwakili Oleh Kasubdit BNN, Kombes Pol Deni Dharma Pala, Serta Sejumlah Rektor Ubhara Jaya Pada Masanya Yakni Irjen Pol (Purn) Dr.Bibit Samad Rianto,M.M, Irjen Pol (Purn), Dan Irjen Pol (Purn) Dr.H.Moch Djatmiko, S.H.,M.Si.

Sambutan Rektor Ubhara Jaya menyebutkan alasan diselenggarakannya Deklarasi anti narkoba sivitas akademika dari keluarga besar Ubhara Jaya ini adalah “Ubhara Jaya bersungguh sungguh dalam mendukung pemerintah untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba. Sebelumnya telah dilakukan pembentukan cabang khusus gerakan anti narkoba di wilayah kampus. Sudah empat tahun, seleksi penerimaan mahasiswa baru menyertakan tes narkoba.” Saat ini dua ribuan lebih mahasiswa baru Ubhara Jaya juga mengikuti tes bebas narkoba bekerja sama dengan BNN mudah-mudahan cita-cita kita dalam meraih kampus bebas narkoba terwujud dan diridhoi oleh Allah SWT,” kata Rektor.

Niat baik kampus mendapat tanggapan positif dari Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti, Jenderal Polisi (Purn) Dr.Drs. Chaerudin Ismail, S.H.,M.H Dan tamu undangan. deklarasi anti narkoba yang meraih pengakuan nasional  ini menurutnya tidak hanya akan berguna untuk kampus tapi untuk bangsa. “Upaya yang dilakukan Ubhara Jaya sudah banyak dan baik, mudah-mudahan memberikan manfaat yang besar,”ucapnya.

Sebelum acara deklarasi dimulai, telah dilakukan pengumpulan video berisikan deklarasi anti narkoba dari sivitas akademika Ubhara Jaya yang kemudian  terkumpul sebanyak lebih dari 5923 video. Para peserta dalam ikrarnya menyatakan diri masing-masing untuk anti dan melawan segala jenis narkoba. Mendukung program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, terakhir meraih prestasi dan sukses tanpa narkoba. Ikrar kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan bersama lagu bagimu negeri.

Penghargaan MURI dari deklarasi anti narkoba sivitas akademika terbanyak ini menjadi Rekor MURI ke empat bagi Ubhara Jaya. Semoga perolehan yang membanggakan ini semakin menambah semangat Ubhara Jaya dalam akselerasi menuju perguruan tinggi yang unggul di tengah kehidupan yang tengah sulit akibat Covid-i9.

Tim Media Ubhara Jaya

]]>
Gelar Seminar Sertifikasi Profesi, Ubhara Jaya Menerima Penghargaan Rekor Muri Lagi https://ubharajaya.ac.id/gelar-seminar-sertifikasi-profesi-ubhara-jaya-menerima-penghargaan-rekor-muri-lagi/ Tue, 17 Mar 2020 05:28:02 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=2347 Ubharajaya-Kembali, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) berhasil catatkan namanya di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kali ini atas prestasinya sebagai kampus yang mengikutkan peserta  uji kompetensi dan sertifikasi terbanyak se Indonesia yakni 1342 Mahasiswa. Piagam Pengahargaan langsung diserahkan oleh pihak MURI kepada Ubhara Jaya bersamaan dengan penyelenggaraan seminar nasional yang bertema “Urgensi Sertifikasi Nasional”pada Jumat (13/3/2020) di Auditorium Ubhara Jaya Kampus II Bekasi.

Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya), Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Bambang Karsono, SH., MM menyampaikan rasa syukur atas pencapaian Ubhara Jaya, Lembaga Pelaksana Sertifikasi Profesi (LSP)  Ubhara Jaya yang meskipun secara usia masih baru namun sudah terbilang produktif dan konsisten dalam melaksanakan uji kompetensi mahasiswa. Sebelum akhirnya mengadakan uji kompetensi, Lembaga Pelaksana Sertifikasi Profesi (LSP)  Ubhara Jaya sudah memperoleh Lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sehingga dapat dijamin profesionalitasnya. Saat ini ada 10 Skema Sertifikasi yang dimiliki yakni; Ahli Fluida Pengeboran Migas dan Panas Bumi, Ahli K3 Madya, Ahli K3 Muda, Humas Junior, Manajer Sumber Daya Manusia, Network Administrator Madya, Pemprogaman Berbasis Data, Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S, Teknisi Akutansi Ahli dan Tenaga Pemasar Operasional Pemasaran. Saat ini sedang dalam proses penambahan 19 (Sembilan belas) skema baru.

Menurut Rektor, pelaksanaan uji kompetensi ini penting untuk dipahami sebagai salah satu alat untuk mengukur sejauh mana pencapaian kompetensi mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikannya. Peran positif lain adalah memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan sertifikat profesi sebagai wujud nyata Link and Match dengan dunia industri, dunia usaha dan masyarakat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten bersertifikasi yang muaranya adalah meningkatnya keterserapan tenaga kerja.

Dengan tujuan  Ubhara Jaya menggelar Seminar  Nasional “Urgensi Sertifikat Nasional” agar para peserta dapat memahami perlunya Sertifikasi Profesi sebagai nilai tambah dan pengakuan atas kehaliann yang dimilikinya. Seminar mendatangkan narasumber  Ketua Dewan Pengarah LSPP-3 MSDM KI, Dosen dan Praktisi Industri  Drs. Marwito, M.Si dan Ketua LSP Ubhara Jaya Sugiyanto, Ph.D.

Terkait dengan Rekor MURI, Ini merupakan rekor ke tiga yang telah di peroleh oleh Ubhara Jaya. tentunya bukan untuk mendapatkan pengakuan semata.  Melainkan pula sebagai langkah taktis kampus dalam mewujudkan Ubhara Jaya sebagai universitas unggulan di tingkat nasional ataupun internasional. “Selain bentuk peran kita dalam memenuhi tanggung jawab memajukan pendidikan”imbuh Rektor.

Melalui pencatatan Rekor Muri ini, Rektor berharap ke depannya LSP Ubhara Jaya kian berperan aktif dalam mendukung pendidikan di Indonesia dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan Negara.

Tim Media Ubhara Jaya

]]>
Rekor Muri Catatkan Ubhara Jaya Atas Penciptaan Mahasiswa Investor Saham Terbanyak dalam Sehari https://ubharajaya.ac.id/rekor-muri-catatkan-ubhara-jaya-atas-penciptaan-mahasiswa-investor-saham-terbanyak-dalam-sehari/ Fri, 27 Sep 2019 08:28:50 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=2233 Bekasi – Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatatkan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) atas penciptaan mahasiswa investor terbanyak dalam sehari. Penyerahan rekor ini dilakukan oleh MURI pada Selasa, (24/9/2019) di Auditorium Grha Tanoto, Ubhara Jaya, Bekasi. Ubhara Jaya tercatat menghadirkan sebanyak 1.365 mahasiswa sebagai investor saham dari  perusahaan publik melalui Galeri Bursa Efek Indonesia yang tersedia di lingkungan kampus Ubhara Jaya.

Selain mencatat rekor Muri, Ubhara Jaya juga menggelar Penandatangan kerjasama antara Ubhara Jaya dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Perusahaan Sekuritas PT. Phintraco Sekuritas. Buah kerja sama ini terealisasi dalam bentuk pendirian Galeri Investasi yang berkonsep 3 in 1 (kerjasama antara BEI, Perguruan Tinggi, dan Perusahaan Sekuritas).

Bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman di atas, dilakukan juga penandatanganan kerja sama dengan Kantor Wilayah DJP Jawa Barat 3. Jalinan kerja sama ini terwujudkan dalam banyak kegiatan positif, salah satunya pembukaan Tax Centre di lingkungan Ubhara Jaya.

Setelah penandatanganan kerjasama, acara peresmian Galeri Investasi dan Tax Center dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Bapak Irjen Pol. Purn. Dr. Drs. Bambang Karsono, SH. M.M, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Bapak Inarno Djayadi, Presiden Direktur PT. Phintraco Sekuritas Bapak Jeffrey Hendrik, dan perwakilan Kepala Kanwil DJP Jawa Barat 3 ibu Dra. Catur Rini Widosari, Ak., M.B.T.

Dalam sambutannya, Rektor Ubhara Jaya, Irjen Pol. Purn. Dr. Drs. Bambang Karsono, SH. M.M, menyambut gembira atas terjalinnya kerjasama yang apik dan sinergis antara institusi Pendidikan, industri dan Lembaga negara. Menurutnya, ini merupakan prestasi yang baik dan merupakan langkah nyata kampus dalam mewujudkan konsep link and match.

“Jadi antara teori dan dunia nyata, dunia kerja, kita selaraskan. Terutama dalam masalah investasi, mahasiswa tidak hanya berteori, mahasiswa menyadari pentingnya investasi. Mereka langsung jadi investor, melihat pergerakan saham real time lewat Galeri Investasi di bawah,” katanya.

Rektor Ubhara Jaya juga menyatakan bahwa tujuan pembukaan Galeri Investasi dan Tax Center adalah sebagai salah satu upaya dari Program Studi dan Universitas untuk menaikkan peringkat akreditasi menuju Universitas yang unggul melalui penciptaan iklim akademis di lingkungan Ubhara Jaya. Selain itu acara ini juga ditujukan sebagai bagian dari bentuk inklusi institusi pendidikan tinggi dalam menyukseskan program pemerintah dalam bidang pajak. Penciptaan mahasiswa investor saham ini dimaksudkan juga untuk menginternalisasikan salah satu ciri unggulan Ubhara Jaya yakni “Management Security” dalam bentuk financial security kepada mahasiswa. Mahasiswa yang cerdas adalah mahasisawa yang memikirkan keamanan finansial masa depan mereka sejak saat masih kuliah. Demikian pesan Rektor kepada peserta.

Acara ini direspon positif oleh mahasiswa dan dosen yang berpartisipasi. Hal ini tergambar dari antusiasme mereka dalam menghadiri acara serta menyampaikan pertanyaan dan aspirasi.

Tim Media Ubhara Jaya

]]>