sistem kebut semalam – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Mon, 06 Jan 2025 03:01:10 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png sistem kebut semalam – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Tips Belajar Efektif saat Ujian Akhir Semester agar Terhindar Belajar Sistem Kebut Semalam https://ubharajaya.ac.id/tips-belajar-efektif-saat-ujian-akhir-semester-agar-terhindar-belajar-sistem-kebut-semalam/ Mon, 06 Jan 2025 03:01:07 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13977 Bekasi – Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) minggu ini mulai bersiap untuk melaksanakan ujian akhir semester (UAS). Untuk menghindari cara belajar sistem kebut semalam (SKS), mahasiswa harus memanfaatkan waktu belajar secara efektif.

Tak jarang sistem belajar SKS kadang menjadi pilihan mahasiswa saat UAS. Padahal secara kesehatan, belajar metode ini dinilai tidak efektif. Hal ini sesuai dengan peneliti dari University of California, Los Angeles dalam jurnal yang dipublikasi Child Development.

Ada tiga dampak negatif yang disebutkan yakni tergantungnya kerja otak dan memori, sulitnya berkonsentrasi dan mengganggu kesehatan. Untuk menghindari hal tersebut ada baiknya kalian menggunakan waktu belajar yang lebih efektif.

Dilansir dari sejumlah sumber, berikut 

Tips Belajar Efektif saat Ujian Akhir Semester

1. Membuat Jadwal Kegiatan Harian

Rancang jadwal harian dengan detail, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Tentukan waktu belajar, durasi, materi yang akan dipelajari, dan target harian. Dengan disiplin menjalankan jadwal ini, kamu akan lebih produktif dan terorganisir.

2. Belajar Selama 30 Menit

Menurut studi Kansas State University, belajar secara efektif berlangsung selama 15 menit pertama dan 15 menit terakhir. Fokus belajar selama 30 menit per mata pelajaran membantu otak lebih mudah menyerap informasi.

3. Beri Jeda Waktu

Setelah belajar selama 30 menit, ambil jeda untuk melakukan aktivitas ringan, seperti membaca novel atau mendengarkan musik. Istirahat ini akan menyegarkan otak sehingga kamu lebih siap untuk sesi belajar berikutnya.

Baca Juga: Selain Administrasi, Ini yang Perlu Disiapkan Mahasiswa Jelang Ujian Tengah Semester

4. Buat Skala Prioritas

Susun prioritas materi ujian berdasarkan tingkat kesulitan atau kebutuhan. Pelajari topik yang belum kamu kuasai terlebih dahulu agar persiapanmu lebih matang.

5. Pasang Timer

Saat mengerjakan tugas atau soal yang sulit, gunakan timer selama 30 menit untuk fokus sepenuhnya. Strategi ini membantu mengelola waktu dengan lebih baik.

6. Atur Waktu dengan Bijak

Daripada belajar semalaman, bagi waktu belajarmu menjadi beberapa sesi singkat di siang dan malam hari. Tidur cukup dan makan makanan bergizi juga penting untuk menjaga konsentrasi.

Baca Juga: Pengumuman Tata Tertib Pelaksanaan Ujian Tengah Semester Ganjil TA. 2024/2024

7. Gunakan Meja Belajar

Belajar di meja memberikan lingkungan yang kondusif. Hindari belajar di tempat tidur, karena kenyamanan berlebih bisa mengganggu fokusmu.

8. Pahami Materi, Bukan Menghafal

Memahami materi memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan hanya menghafal. Dengan pemahaman mendalam, kamu bisa menjawab berbagai tipe soal dan mengingat materi lebih lama.

9. Gunakan Buku dan Catatan

Tulis ulang poin-poin penting selama belajar untuk meningkatkan daya serap informasi. Tempel sticky notes di buku pelajaran atau tempat yang sering terlihat untuk pengingat tambahan.

10. Bijak Menggunakan Gadget

Manfaatkan gadget untuk belajar, seperti menggunakan aplikasi pembelajaran online. Ini lebih bermanfaat dibandingkan hanya bermain media sosial atau game.

Itulah tips belajar efektif saat ujian akhir semester untuk mahasiswa. Ayo hindari belajar dengan sistem SKS untuk menjaga kesehatan.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Hobi Belajar Sistem Kebut Semalam (SKS) Saat Ujian? Ini Dampak Buruknya https://ubharajaya.ac.id/hobi-belajar-sistem-kebut-semalam-sks-saat-ujian-ini-dampak-buruknya/ Mon, 01 Jul 2024 09:00:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=10846 Bekasi – Ujian akhir semester biasanya identik dengan mahasiswa yang belajar dengan metode sistem kebut semalam (SKS). Namun, perlu kalian ketahui jika belajar SKS ini punya pengaruh buruk buat psikologis.

Para peneliti dari University of California, Los Angeles dalam jurnal yang dipublikasi Child Development menyebutkan jika belajar dengan metode SKS hasilnya tidak akan sebanding. Alasannya, semakin banyak jam tidur yang dikurangi, maka akan berdampak buruk pada kinerja yang mereka kerjakan.

Setidaknya ada tiga dampak negatif yang disebutkan yakni terganggungnya kerja otak dan memori, sulitnya berkonsentrasi dan mengganggu kesehatan.

Hal tersebut juga dibenarkan Psikolog Klinis, Candra Merida, M.Psi.,Psikolog menjelaskan sistem belajar SKS dinilai tidak efektif. Belajar hingga larut malam mengorbankan waktu tidur yang penting, mengakibatkan gangguan tidur yang berdampak negatif pada kesehatan psikologis dan fisik.

Baca Juga: Lestarikan Budaya Seni Bela Diri Tradisional, Ubhara Jaya Punya UKM Pencak Silat

“Perilakunya akhirnya ya begadang nggak tidur itu tentu akan mempengaruhi fisiknya yang jelas akan mempengaruhi daya tahan tubuhnya jadi menurun. Dia pas ujian jadi ngantuk, jadi efeknya ya nilainya nggak maksimal,” ucapnya.

Gangguan lainnya yakni pelaku yang belajar dengan SKS ini juga akan mengalami kecemasan. Ketakutan akan tidak cukupnya waktu untuk menguasai materi dapat meningkatkan kecemasan dan mengganggu ketenangan pikiran.

“Karena dia buru-buru jadi fokusnya dia bukan lagi ke materi tetapi lebih kepada bagaimana dia mengerjakan agar cepat selesai,” terangnya.

Baca Juga: Serunya Final Accounting Action Competition Di FEB Ubhara Jaya, Peserta Dari Berbagai Kampus

Dampak buruk lainnya yaitu stres berlebihan. Ketika belajar secara maraton dalam waktu singkat, tekanan untuk menghafal dan memahami materi secara cepat dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi. Semua dampak belajar SKS ini juga nantinya bisa bermuara pada kasus menyontek. 

“Karena tidak fokus nantinya bisa jadi dia akan melakukan perilaku cheating curang, perilaku menyontek. Dia tidak percaya diri takut kalau nilainya jelas, takut kalau IP-nya (indek prestasi) turun,” ucapnya.

Psikolog yang juga Dosen Fakultas Psikologi Ubhara Jaya ini pun memberikan saran agar menghindari belajar SKS. Belajar efektif bisa dilakukan dengan cara memahami materi perkuliahan jauh sebelum kegiatan ujian dimulai.

]]>