student exchange – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Tue, 09 Jun 2026 10:41:32 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png student exchange – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Mahasiswa University of Mindanao Ikuti Kunjungan KKN Ubhara Jaya dan Edukasi Hukum bagi Masyarakat Tambun Selatan https://ubharajaya.ac.id/mahasiswa-university-of-mindanao-ikuti-kunjungan-kkn-ubhara-jaya-dan-edukasi-hukum-bagi-masyarakat-tambun-selatan/ Tue, 09 Jun 2026 10:41:32 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=17871 Bekasi – Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) di Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menjadi pengalaman pembelajaran lintas budaya dengan melibatkan dua mahasiswa program pertukaran dari University of Mindanao, Filipina, yaitu Juhaimen Alulong Sumala dan Zen Dominic Gio Cruz Nabe.

Kedua mahasiswa internasional tersebut turut hadir dalam kegiatan penyuluhan hukum yang mengangkat tema “Pinjaman Online (Pinjol), Judi Online, Bank Keliling, serta Prosedur Pengaduan Masyarakat kepada Kepolisian” yang diselenggarakan di Posyandu Pelangi RT 004-RT 005/RW 002, Desa Mekarsari pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, dosen Fakultas Hukum (FH) Ubhara Jaya, Dr. Rona Apriana Fajarwati, S.H., M.H., memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko dan dampak hukum dari pinjaman online ilegal, judi online, serta praktik bank keliling yang masih banyak ditemukan di lingkungan masyarakat. Selain itu, warga juga memperoleh pemahaman mengenai mekanisme pelaporan dan pengaduan kepada kepolisian apabila menghadapi permasalahan hukum.

Bagi Juhaimen dan Dominic, keikutsertaan dalam kegiatan KKN ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat bentuk pengabdian masyarakat yang dijalankan perguruan tinggi di Indonesia. Mereka berinteraksi langsung dengan warga serta mengamati bagaimana edukasi hukum dapat menjadi sarana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai isu yang berkembang di lingkungan sekitar.

Kehadiran mahasiswa University of Mindanao juga mencerminkan komitmen Ubhara Jaya dalam memperkuat internasionalisasi kampus melalui program pertukaran mahasiswa dan kolaborasi akademik internasional. Melalui kegiatan lapangan seperti KKN, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga pemahaman mengenai nilai-nilai sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk melihat secara langsung peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan keterlibatan mereka dalam kegiatan KKN, diharapkan terjalin pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang dapat memperkuat hubungan antara Ubhara Jaya dan University of Mindanao di masa mendatang.

]]>
Mahasiswa UBJ Kembali Ikuti Program Cultural Exchange Fall Semester 2025 di University of Mindanao https://ubharajaya.ac.id/mahasiswa-ubj-kembali-ikuti-program-cultural-exchange-fall-semester-2025-di-university-of-mindanao/ Wed, 06 Aug 2025 12:09:07 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=16068 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) kembali mengirim mahasiswa untuk mengikuti program “Cultural Exchange Fall Semester 2025” di University of Mindanao, Filipina. Para mahasiswa berangkat pada Rabu (06/08/2025), didampingi oleh dosen dari Fakultas Psikologi dan Hukum UBJ bersama Lembaga Kerja Sama dan Hubungan Internasional (LKSHI) UBJ.

UBJ terus berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri guna memperluas jaringan akademik dan meningkatkan daya saing di kancah global, dalam rangka mewujudkan visi sebagai universitas bertaraf internasional. Salah satu universitas yang selama ini menjadi mitra UBJ adalah University of Mindanao, Filipina. Berbagai kegiatan kerjasama tersebut telah dilakukan antara lain, exchange webinar, student exchange  (berkaitan dengan Cultural Exchange), Lecturer Exchange serta berbagai kegiatan akademik lainnya.

Baca Juga: Kuliah di University of Mindanao, 4 Mahasiswa Ubhara Jaya Bagikan Kisah Selama Studi

Salah satu program yang kembali diselenggarakan adalah Cultural Exchange Fall Semester 2025. Program ini berlangsung selama 2 bulan 2 minggu, terhitung sejak 06 Agustus hingga 27 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi UBJ dalam memperluas wawasan global mahasiswa serta menuju visi Kampus Berdaya Saing Global 2030. Para mahasiswa telah terpilih melalui proses seleksi ketat yang menilai kompetensi akademik dan kemampuan berbahasa Inggris. Mereka mewakili UBJ sebagai duta budaya dan akademik Indonesia. Adapun nama mahasiswa yang terpilih mengikuti program ini adalah sebagai berikut:

  1. Talitha Fairuz Marsya Nugraha (202310515016) dari Fakultas Psikologi
  2. Putra Fathan Nur Fandris (202410115179) dari Fakultas Hukum

Selama mengikuti program ini, para mahasiswa UBJ nantinya akan terlibat dalam kegiatan perkuliahan, lokakarya lintas budaya, serta proyek kolaboratif antarnegara. Putra mendalami studi hukum internasional, sementara Talitha mengikuti sesi terkait psikologi lintas budaya. Keduanya juga mempresentasikan budaya Indonesia melalui pertunjukan seni dan kuliner khas nusantara. Interaksi aktif dengan mahasiswa dari berbagai negara akan memperkaya pengalaman mereka secara personal maupun akademik. Program ini membentuk pemahaman lintas budaya dan mengasah keterampilan komunikasi global.

UBJ menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif kedua mahasiswa tersebut dalam program ini. Kegiatan Cultural Exchange ini diharapkan memperkuat kerja sama antara UBJ dan University of Mindanao dalam bidang pendidikan dan penelitian. Pengalaman ini juga menjadi bekal berharga bagi Putra dan Talitha untuk menghadapi tantangan global di masa depan. UBJ terus mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam program internasional sebagai bagian dari strategi pengembangan kualitas lulusan. Keikutsertaan ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam membina generasi muda berwawasan global.

Baca Juga: Pengalaman 2 Mahasiswa University of Mindanao Jalani Perkuliahan di Ubhara Jaya

Ingin seperti Talitha dan Putra yang mengikuti program pertukaran pelajar dan merasakan pengalaman berkuliah di luar negeri? Yuk segera bergabung dengan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya! Pendaftaran Gelombang IV Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bhayangkara Jakarta Raya masih dibuka hingga tanggal 21 Agustus 2025. Info lebih lanjut, segera kunjungi pmb.ubharajaya.ac.id

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas UBJ: +62 878-4162-4810

]]>
Joyful Return Ceremony Cultural Exchange Program Students, University of Mindanao https://ubharajaya.ac.id/joyful-return-ceremony-cultural-exchange-program-students-university-of-mindanao/ Wed, 28 May 2025 10:20:10 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=15581 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) telah melaksanakan kegiatan perpisahan dengan mahasiswa University of Mindanao yang mengikuti program pertukaran mahasiswa. Acara perpisahan dilaksanakan pada Rabu (28/05/2025) di ruang Wilmar 103, Grha Tanoto.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor II Ubhara Jaya, Dra. Agnes Supraptiningsih, M.M, Wakil Rektor III Ubhara Jaya, Dr. Zahara Tussoleha Rony, S.Pd., M.M, Koordinator Sekretariat Umum dan Spri Pimpinan Ubhara Jaya, Sri Wulandari, S.T., M.M, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Ubhara Jaya, Dra. Truly Wangsalegawa, M.A., M.Ed., Ph.D, beserta jajaran, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Konseling (Romawa), Dr. Bungaran Saing, S.Si., APT., M.M, Kepala Biro Administrasi Akademik (BAA), M. Fadhli Nursal, S.E., M.M.

Baca Juga: Pengalaman 2 Mahasiswa University of Mindanao Jalani Perkuliahan di Ubhara Jaya

Acara dimulai dengan sambutan sekaligus salam perpisahan dari Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Irjen. Pol. (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim., (Honoris Causa) yang diwakilkan oleh Wakil Rektor III, Dr. Zahara Tussoleha Rony, S.Pd., M.M, mengatakan bahwa ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari segala yang akan datang.

“Hari ini, saat kita berkumpul untuk momen pahit-manis ini, kita merayakan bukan hanya akhir dari sebuah perjalanan, tetapi juga awal dari kemungkinan-kemungkinan baru yang tak terhitung jumlahnya (Today, as we gather for this bittersweet moment, we celebrate not just the end of a journey, but the beginning of countless new possibilities),” ucapnya.

Baca Juga: Serunya, Mahasiswi Pertukaran Pelajar dari UM Coba Wall Climbing di Kampus Ubhara Jaya

Prof. Bambang juga berpesan bahwa perpisahan ini sebagai bukti persahabatan antar budaya yang berkelanjutan di masa mendatang. Kedua mahasiswa ini juga nantinya akan membawa nama baik Ubhara Jaya yang akan diceritakan kepada rekannya di University of Mindanao. 

“Saat Anda kembali ke University of Mindanao, Anda membawa bukan hanya pengetahuan yang telah didapat, tetapi juga persahabatan yang telah terjalin. Kini, Anda adalah duta dari Bhayangkara Jakarta Raya (As you return to the University of Mindanao, you carry with you not only the knowledge you have gained but also the friendships you have nurtured. You are now ambassadors of Bhayangkara Jakarta Raya),” ucap Prof. Bambang.

Selain itu, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Ubhara Jaya, Dra. Truly Wangsalegawa, M.A., M.Ed., Ph.D, juga memberikan salam perpisahan kepada mahasiswa pertukaran dari University of Mindanao. Beliau menyampaikan kepada mereka bahwa ceritakanlah semua kisah yang telah mereka rasakan selama di Indonesia, khususnya di Bekasi.

“Selamat kepada Keith dan Jaennalene telah menyelesaikan program pertukaran ini. Ceritakanlah semua kisah kalian yang rasakan selama di Indonesia, khususnya budaya pendidikan selama berkuliah di Ubhara Jaya. Dan tidak lupa juga budaya di Bekasi (Congratulations to Keith and Jaennalene on completing this exchange program. Tell them all your stories to your family and friends that you experienced while in Indonesia, especially the educational culture while studying at Ubhara Jaya,” ujar Dra. Truly.

Salah satu mahasiswa pendamping Keith Nico P. Ramos dan Jaennalene T. Openda yang sekaligus mahasiswa FIKOM Ubhara Jaya, Putra Ganesha Ismail turut memberikan salam perpisahannya mewakili teman yang lain. Salam perpisahan tersebut diiringi tangis haru dan senyum oleh semua hadirin yang hadir.

“Jangan menangis karena ini telah usai, tapi tersenyumlah karena ini terjadi (Don’t cry because it’s over, but smile because it happened),” ucap Putra.

Keith dan Jaennalene memberikan persembahan dengan berduet menyanyikan lagu berjudul “Ang Huling Sayaw” yang berarti “Tarian Terakhir.” Setelah itu keduanya pun memberikan ucapan perpisahan.

“Terima kasih kepada sahabat-sahabat kami selama kami tinggal di sini. kami tidak akan pernah melupakan kebaikan dan cerita yang telah kami buat selama ini (Thank you to our beloved friends during our time here. We will never forget the kindness and stories we have created),” ucap mereka.

Acara dilanjut dengan penyerahan sertifikat dan cendera mata dari Ubhara Jaya. Sertifikat dan cendera mata diserahkan oleh Wakil Rektor III Ubhara Jaya, Dr. Zahara Tussoleha Rony, S.Pd., M.M, dan Kepala UPT Bahasa Ubhara Jaya Rosalina Siagian, S.Pd., M.Pd. Kemudian acara ditutup dengan foto bersama.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Ubhara Jaya Terima 2 Mahasiswa Cultural Exchange Students dari University of Mindanao Filipina https://ubharajaya.ac.id/ubhara-jaya-terima-2-mahasiswa-cultural-exchange-students-dari-university-of-mindanao-filipina/ Mon, 03 Mar 2025 08:21:29 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=14585 Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menerima dua mahasiswa program Cultural Exchange Students dari University of Mindanao, Filipina, Kieth Nico Parilla Ramos dan Jaennalene Te Openda, di Kampus II Bekasi, Senin (3/3/2025). Keduanya akan menempuh pendidikan di Ubhara Jaya kurang lebih selama 3 bulan di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom). 

Wakil Dekan I Fikom Dr. Wichitra Yasya, M.Comm mengatakan, jika kerja sama menerima pertukaran mahasiswa dengan UM bukan kali pertama. Sebelumnya, mereka juga telah mengadakan kuliah secara online. Dua mahasiswa Fikom juga terpilih untuk program student exchange pada tahun 2024.

The relationship between FIKOM Ubhara Jaya and the University of Mindanao is not the first time receiving students. Previously, we had an online student exchange and also regularly taught students from the University of Mindanao for one course (Hubungan antara Fikom Ubhara Jaya dan University of Mindanao bukanlah yang pertama kali dalam menerima mahasiswa. Sebelumnya, kami telah mengadakan pertukaran mahasiswa secara daring dan juga secara rutin mengajar mahasiswa dari University of Mindanao untuk satu mata kuliah),” katanya.

Baca Juga: Yudisium Fakultas Teknik: 59 Mahasiswa Lulus dengan Gelar Sarjana

Dr. Wichitra juga berharap Keith dan Jaennalene bisa mendapatkan banyak pengalaman selama belajar di Ubhara Jaya. Semua pengalaman tersebut juga nantinya bisa diceritakan ke mahasiswa lainnya di UM. 

Welcome Keith and Jaennalene, I hope you have wonderfull experience, have fun and create great memories to take back home with you country (Selamat datang, Keith dan Jaennalene, Saya harap kalian mendapatkan pengalaman yang luar biasa, menyenangkan, dan membawa kenangan indah saat kembali ke negara asal),” ujarnya. 

Ucapan selamat datang juga disampaikan salah satu mahasiswa yang pernah mengikuti student exchange di UM, Diffa Isnaini Kay. Dia pun menuturkan jika nantinya Keith dan Jaennalene tidak hanya akan belajar tentang pendidikan di Ubhara Jaya tetapi juga akan belajar banyak hal tentang kebudayaan yang bisa mempererat hubungan antara Ubhara Jaya dan UM.

Your presence here is not only about academic learning but also about building friendships, understanding cultures, and strengthening the bond between UBJ and UM (Kehadiran Anda di sini tidak hanya tentang pembelajaran akademik, tetapi juga tentang membangun pertemanan, memahami budaya, dan mempererat hubungan antara UBJ dan UM).

Baca Juga: FEB Ubhara Jaya Gelar Yudisium, Cetak 260 Lulusan Berintegritas dan Kompeten Hadapi Tantangan Global

Kieth Nico Parilla Ramos dan Jaennalene Te Openda (Foto: Dok Humas Ubhara Jaya)

Sementara itu, mahasiswa UM Keith mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan civitas akademika Ubhara Jaya. Dia pun berterima kasih karena sudah diberikan kesempatan untuk mengikuti program cultural exchange tersebut. 

Thank you for the opportunity given to us, and we are also very grateful for the warm welcome. It is our pleasure to collaborate with Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami, dan kami juga sangat bersyukur atas sambutan yang hangat. Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk berkolaborasi dengan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya),” tuturnya.

Usai sambutan, keduanya pun memberikan oleh-oleh untuk Rektor Ubhara Jaya Irjen. Pol. (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D. D.Crim (Honoris Causa). Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Selama proses pembelajaran di Ubhara Jaya, kedua mahasiswa UM ini akan ditemani mahasiswa pendamping dari Fikom yakni Putra Ganesha Ismail dan Rubiyani Dzakiyyah Karimah. Program pertukaran pelajar ini antara UM dan Ubhara Jaya sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Ini juga menjadi kesempatan mahasiswa Ubhara Jaya untuk berkuliah di UM Filipina.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Kuliah di University of Mindanao, 4 Mahasiswa Ubhara Jaya Bagikan Kisah Selama Studi https://ubharajaya.ac.id/kuliah-di-university-of-mindanao-4-mahasiswa-ubhara-jaya-bagikan-kisah-selama-studi/ Mon, 21 Oct 2024 06:16:50 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13401 Davao – Program student exchange antara Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) dengan University of Mindanao (UM) memberikan kesempatan berharga bagi para mahasiswa untuk belajar di luar negeri. Melalui Program Fall Semester empat mahasiswa Ubhara Jaya, Ade Nuraini Rahmawati, Pasha Putri Suryani, Diffa Isnaini Kay dan Nazwa Syauqina ini bisa mengikuti pendidikan selama tiga bulan di UM.

Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga belajar banyak hal di luar kelas yang memperkaya perspektif dan wawasan. Keempat mahasiswa ini pun berbagi cerita menarik mereka selama belajar di UM.

Mahasiswa Fakultas Hukum, Ade Nuraini Rahmawati mengungkapkan bahwa pengalamannya di UM sangat seru dan menantang. Dia merasa mendapatkan banyak pelajaran, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga pelajaran hidup yang tidak ternilai. Bagi Ade, pengalaman ini membantunya tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang.

“Pengalaman aku di UM seru dan challenging banget sih. Di sini aku benar-benar belajar banyak hal, bukan cuma dalam hal akademik tapi banyak juga life lessons yang bisa diambil dari sini,” ujarnya.

Baca Juga:Cerita Mahasiswa Ubhara Jaya Ikut Pertukaran Pelajar ke University of Mindanao Filipina

Sementara, bagi Pasha Putri Suryani yang juga mahasiswa Fakultas Hukum menuturkan pengalaman belajar di University of Mindanao sangat menyenangkan meskipun perbedaan sistem pembelajaran membuatnya harus beradaptasi lebih keras.

“Perbedaan sistemnya agak capek sih, tapi teman-temannya sangat welcoming, approachable, dan yang paling penting helping!,” katanya. Dia pun merasa beruntung dapat bertemu dengan teman-teman baru yang selalu siap membantu dalam berbagai situasi.

Mahasiswa lainnya dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Diffa merasa bersyukur bisa belajar di UM karena mendapatkan banyak perspektif baru dalam memandang dunia. Dia mengaku bahwa setiap pelajaran yang ia peroleh dari program ini sangat berharga. 

“Selama belajar di UM, aku belajar banyak perspektif baru dalam memandang dunia. Aku sangat bersyukur karena semua pengalaman dan pembelajaran yang aku dapat dari sini tak ternilai harganya,” ujarnya.

Baca Juga: Ubhara Jaya Buka Peluang Mahasiswa Kuliah di Luar Negeri lewat Pertukaran Mahasiswa

Menurut Diffa, belajar di lingkungan yang berbeda membantunya melihat berbagai hal dari sudut pandang yang lebih luas.

Pengalaman serupa juga dirasakan mahasiswa Fikom Nazwa. Dia merasakan manfaat besar dari mengikuti program student exchange di UM. Program pertukaran mahasiswa ini membuka banyak kesempatan yang sebelumnya tak terbayangkan.

“Aku sangat bersyukur menjadi bagian dari program student exchange ini. Program ini membuka banyak pintu kesempatan tak terduga untuk aku sebelumnya, termasuk bertemu teman-teman dari luar dan dalam negeri,” tuturnya.

Pengalaman para mahasiswa Ubhara Jaya di University of Mindanao menunjukkan bahwa belajar di luar negeri memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri secara akademik maupun personal. Buat mahasiswa Ubhara Jaya yang ingin mengikuti program ini bisa mempersiapkan dari sekarang. Selain bahasa Inggris, kalian juga diminta membuat essay dan mengikuti tes psikologi.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Cerita 2 Mahasiswa Program Cultural Exchange dari UM yang Penuh Pengalaman di Ubhara Jaya https://ubharajaya.ac.id/cerita-2-mahasiswa-program-cultural-exchange-dari-um-yang-penuh-pengalaman-di-ubhara-jaya/ Wed, 16 Oct 2024 04:52:06 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13377 Bekasi – Dua mahasiswa dari University of Mindanao (UM) Darlene Marcos dan Femalie Ambat Acbay menceritakan perjalanan mereka hingga lolos program cultural exchange  di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya). Keduanya mengaku banyak pengalaman yang diterima selama berkuliah di Ubhara Jaya.

Darlene dan Femalie menjelaskan, proses seleksi mengikuti program pertukaran mahasiswa di Ubhara Jaya cukup selektif. Tahap pertama mereka pengajuan aplikasi, kemudian dilanjutkan dengan wawancara. 

In our application, we must submit documents such as grades for three semesters in college, and we need to obtain a recommendation letter from the Dean of our faculty. Our GPA must be at least 3.0.(Dalam aplikasi, kami harus mengumpulkan dokumen seperti nilai dari tiga semester di perguruan tinggi dan surat rekomendasi dari Dekan fakultas. IPK minimal yang dibutuhkan adalah 3,0),” ujar Darline.

Setelah sekitar satu bulan sejak pengajuan aplikasi, mahasiswa yang lolos akan dipanggil untuk wawancara. Sementara itu, Femalie menambahkan jika calon mahasiswa student exchange juga harus menulis esai.

We also need to write an essay about the importance of being a student exchange participant and how it can benefit our university in collaborating with larger countries. (Esai ini harus menjelaskan bagaimana program pertukaran ini dapat membantu universitas kami dalam bekerja sama dengan negara-negara besar),” kata Femalie.

Baca Juga: President University Of Mindanao dan Rektor Ubhara Jaya Resmikan UM Corner di Kampus I Jakarta

Alasan Memilih Ubhara Jaya

Meskipun ada banyak pendaftar untuk program pertukaran pelajar, hanya dua mahasiswa dari UM yang berhasil diterima di Ubhara Jaya. 

Menurut Darlene, keputusan memilih Ubhara Jaya dipengaruhi oleh sejumlah mahasiswa UM yang pernah mengambil pertukaran mahasiswa di Ubhara Jaya. 

Maybe it’s because of the positive feedback from previous exchange faculty and students. We heard good things about Ubhara Jaya. It is one of the best schools, especially for the Faculty of Law and Criminology, (Kami mendengar banyak hal baik tentang Ubhara Jaya. Ini adalah salah satu univeritas terbaik, terutama untuk Fakultas Hukum),” 

Sementara Femalie semakin tertarik usai mendapatkan informasi dari salah satu mahasiswa Ubhara Jaya yang menempuh pendidikan di UM yakni Ersa Nurul Rahma Windyani.

“Profesor dan dosen kami yang pernah mengikuti program pertukaran juga merekomendasikan Ubhara Jaya, terutama untuk studi hukum,” tuturnya.

Baca Juga: Ubhara Jaya Sambut Hangat 2 Mahasiswa Program Cultural Exchange dari University of Mindanao

Pentingnya Program Pertukaran Pelajar untuk Masa Depan

Sebagai mahasiswa yang bercita-cita menjadi pengacara, Femalie melihat program ini sebagai kesempatan untuk mempelajari sistem hukum di Indonesia.

I want to be a lawyer, which is why I am studying how the legal system works in Indonesia, so I can share this knowledge with students at our university. (Saya ingin membagikan pengetahuan ini kepada mahasiswa di universitas kami),” katanya.

Sementara, bagi Darlene, program ini menjadi tantangan pribadi karena dirinya yang introvert. 

“Here, It is really challenging for myself because I am an introvert. Especially now that we are working on a journal together, we have to collaborate (Kami juga sedang membuat jurnal bersama, jadi harus berkolaborasi dengan mahasiswa lain),” katanya.

Kagum dengan budaya di Ubhara Jaya

Darlene dan Femalie mengalami beberapa kejutan budaya selama tinggal di Indonesia. Darlene mencatat kebiasaan mahasiswa di Ubhara Jaya yang mencium tangan dosen sebagai tanda hormat.

“Kami tidak melihat hal ini di UM,” katanya. 

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya 

]]>
Ubhara Jaya Buka Peluang Mahasiswa Kuliah di Luar Negeri lewat Pertukaran Mahasiswa https://ubharajaya.ac.id/ubhara-jaya-buka-peluang-mahasiswa-kuliah-di-luar-negeri-lewat-pertukaran-mahasiswa/ Tue, 15 Oct 2024 04:44:28 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13367 Bekasi – Program pertukaran mahasiswa selalu menjadi topik yang menarik untuk para mahasiswa. Kesempatan ini pun terbuka bagi semua mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya).

Untuk program pertukaran luar negeri, Ubhara Jaya sudah menjalin kerja sama dengan University of Mindanao (UM), Filipina. Ubhara Jaya bahkan sudah mengirim 8 mahasiswanya untuk melaksanakan perkuliahan di kampus tersebut.

Hal serupa juga dilakukan UM dengan mengirim mahasiswanya untuk berkuliah di Ubhara Jaya. Rektor Ubhara Jaya, Irjen. Pol. (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim., (Honoris Causa) berharap, para mahasiswa baru bisa memanfaatkan program pertukaran pelajar ke UM. Apalagi pertukaran pelajar juga bisa menjadi nilai positif bagi perguruan tinggi.

“Kami punya kerja sama yang baik dengan universitas yang baik dengan Filipina. Bahkan yang di Filipina (UM)  kita sudah melakukan pertukaran dosen dan mahasiswa. Nantinya para siswa silakan berlomba-lomba mengasah bahasa Inggrisnya, sehingga berpeluang ikut pertukaran mahasiswa,” katanya.

Baca Juga: 4 Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Lolos Student Exchange ke UM

Apa Saja Syarat dan Tahapan Pertukaran Mahasiswa?

Empat mahasiswa yang saat ini masih berada di UM yakni dari Fakultas Hukum Pasha Putri Suryani dan Ade Nuraini Rahmawati kemudian dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Diffa Isnaini Kay dan Nazwa Syauqina menjabarkan sejumlah syarat yang bisa disiapkan mahasiswa jika ingin lolos program tersebut.

1. Mengirimkan Curriculum Vitae

2. Membuat Esai

3. Lolos Tes Bahasa Inggris (tertulis dan wawancara)

4. Tes Psikologi

5. Setelah lulus semua tahapan, masih ada interview terakhir sebagai penentu.

Kata Mereka yang Lolos Student Exchange

Diffa Isnaini Kay mengaku tertarik ikut student exchange karena ada materi pembelajaran lain di luar akademik. 

“Ternyata student exchange itu tugasnya enggak cuma belajar di luar negeri doang. Tapi ada banyak hal yang dilakukan ada pertukaran budaya dan menurut aku itu kesempatan banget,” ucapnya.

Baca Juga: President University Of Mindanao dan Rektor Ubhara Jaya Resmikan UM Corner di Kampus I Jakarta

Sementara mahasiswa lainnya, Ade menuturkan saat seleksi ada 50 mahasiswa yang mendaftar. Di tahap toefl test hanya ada 16 mahasiswa yang lolos.  Selanjutnya mereka pun menjalani wawancara dengan bahasa Inggris.

“Di situ kita ditanya berdasarkan esai kita juga kemudian ditanya apa yang kita tahun soal Davao, tentang UM dan lainnya. Besoknya kita test di lab psikologi itu pertanyaanya banyak banget. Kemudian terakhir ada interview lagi,” ucap Ade.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
Ubhara Jaya Sambut Hangat 2 Mahasiswa Program Cultural Exchange dari University of Mindanao https://ubharajaya.ac.id/ubhara-jaya-sambut-hangat-2-mahasiswa-program-cultural-exchange-dari-university-of-mindanao/ Tue, 17 Sep 2024 11:52:55 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=13135 Bekasi – Sivitas Akademik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menyambut hangat kedatangan dua mahasiswa program Cultural Exchange dari University of Mindanao (UM), Selasa (17/9/2024). Keduanya akan mengikuti perkuliahan di Fakultas Hukum Ubhara Jaya.

Mahasiswa bernama Darlene Marcos dan Femalie Ambat Acbay ini akan melaksanakan kegiatan di Ubhara Jaya selama tiga bulan. Rektor Ubhara Jaya, Irjen. Pol. (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim., (Honoris Causa) yang diwakili Wakil Rektor III, Ubhara Jaya Dr. Zahara Tussoleha Rony, S.Pd., MM, mengucapkan selamat datang kepada dua mahasiswa UM. Dr Zahara juga menuturkan jika kehadiran dua mahasiswa UM ini menambah nilai pengetahuan budaya.

Your presence adds significant value, providing us all with the opportunity to learn from one another and to celebrate the richness of our varied backgrounds. (Kehadiran teman teman memberi nilai tambah yang signifikan bagi kami semua, dan kami memiliki kesempatan untuk saling belajar dan merayakan kekayaan latar belakang kita yang beragam),” ucap Dr. Zahara.

Dia juga berpesan agar mahasiswa UM berperan aktif dalam setiap kegiatan di kampus. Keikutsertaan mereka bisa menambah pengalaman mereka baik di lingkup akademik atau kebudayaan.

Baca Juga: Ubhara Jaya Jemput 2 Mahasiswa Program Cultural Exchange dari University of Mindanao 

“We encourage you to actively participate in university life engage in academic programs, join cultural clubs, attend events, and integrate with the local community, (Kami mendorong teman teman untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan universitas, terlibat dalam program akademik, bergabung dengan klub budaya, menghadiri acara, dan berintegrasi dengan masyarakat lokal disini,” tambah Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Ubhara Jaya ini.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Dekan I, Fakultas Hukum Dr Adi Nur Rohman, S.H.I., M.Ag., M.H ikut memperkenalkan dosen hingga mahasiswa yang ada di fakultas hukum. Sementara, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ubhara Jaya, Christian Hernanda juga ikut memberikan ucapan sejumlah informasi tentang kegiatan mahasiswa yang ada lingkungan kampus.

Kedua mahasiswa UM, Darlene Marcos dan Femalie Ambat Acbay mengatakan, mereka akan menempuh program cultural exchange di Ubhara Jaya hingga bulan Desember. Darlene pun mengaku mendapatkan sambutan yang ramah dari sivitas akademik dari awal mereka tiba di Indonesia.

Baca Juga: Professorial Lecture di University of Mindanao oleh Rektor Ubhara Jaya dengan Materi “Global Security Management: Strategies For A Resilient Future”

“The people here are so nice, and we felt warmly welcomed. I am very excited to participate in every activity during my stay here, and I can share the experience with my friends. (Orang-orang di sini sangat baik, dan kami merasa disambut dengan hangat. Saya sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan selama saya tinggal di sini, dan saya dapat berbagi pengalaman dengan teman-teman saya),” ungkapnya.

Sesi penyambutan mahasiswa ini dilanjutkan dengan foto bersama dengan Rektor Ubhara Jaya, Irjen. Pol. (Purn) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim., (HC) dengan mahasiswa UM dan jajaran pejabat Ubhara Jaya.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

]]>
4 Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Lolos Student Exchange ke UM https://ubharajaya.ac.id/4-mahasiswa-universitas-bhayangkara-jakarta-raya-lolos-student-exchange-ke-um/ Thu, 25 Jul 2024 09:07:56 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=11112 Bekasi – Empat mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) berhasil lolos seleksi program student exchange ke University of Mindanao (UM) setelah melewati proses seleksi yang ketat. Keempatnya akan menempuh pendidikan selama tiga bulan di Davao, Filipina. 

Pemilihan ini berdasarkan hasil diskusi antara Kepala Biro Kemahasiswaan, Kepala UPT Bahasa, dan Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan melalui pertemuan zoom yang diadakan pada Jumat, 31 Mei 2024.

Mahasiswa yang terpilih tersebut yakni dari Fakultas Hukum Pasha Putri Suryani dan Ade Nuraini Rahmawati. Kemudian dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Diffa Isnaini Kay dan Nazwa Syauqina.

Pasha Putri Suryani mengaku bersyukur bisa lolos mahasiswa ke UM di 2024. Sebelumnya sudah mengikuti seleksi di tahun 2023 namun tidak dilanjutkan. Dia pun menilai keikutsertaannya di program tersebut bisa menambah nilai positif untuk curriculum vitae.

“Tahun lalu ikut tapi waktu itu saya berhenti di tengah jalan. Tahun ini ada kesempatan ya saya ikut. Ini juga bisa memperbagus CV saya,” katanya. 

Baca Juga: Serunya, Mahasiswi Pertukaran Pelajar Dari UM Coba Wall Climbing Di Kampus Ubhara Jaya

Sementara itu, Nazwa Syauqina mengaku tertarik ikut student exchange usai mendapat informasi dari seniornya yang pernah menempuh program tersebut. Meski sempat skeptis, Nazwa akhirnya bisa lolos.

“Waktu PKKMB itu Kak Dicky itu cerita soal pertukaran mahasiswa. Kebetulan juga saya tertarik dengan bahasa Inggris, dulu tuh mikirnya kaya ke luar negeri itu unreachable,” ujarnya. 

Pengakuan berbeda disampaikan mahasiswa lainnya Diffa Isnaini Kay. Dia tertarik ikut student exchange karena ada materi pembelajaran lain di luar akademik. 

“Ternyata student exchange itu tugasnya enggak cuma belajar di luar negeri doang. Tapi ada banyak hal yang dilakukan ada pertukaran budaya dan menurut aku itu kesempatan banget,” ucapnya.

Sedangkan mahasiswa lainnya Ade Nuraini Rahmawati menuturkan, dari kecil juga sudah memimpikan bisa menempuh pendidikan di luar negeri. Kesempatan yang diberikan Ubhara Jaya pun langsung diambil.

“Impian aku dari kecil aku tuh pengen bisa belajar di negara orang. Untung saja Ubhara mengeluarkan program ini yang semua-semuanya di-cover semuanya,” katanya.

Disinggung soal sulitnya proses seleksi, Ade dan teman-temannya menuturkan saat itu ada 50 mahasiswa yang mendaftar. Di tahap toefl test hanya ada 16 mahasiswa yang lolos.  Selanjutnya mereka pun menjalani wawancara dengan bahasa Inggris.

“Di situ kita ditanya berdasarkan esai kita juga kemudian ditanya apa yang kita tahun soal Davao, tentang UM dan lainnya. Besoknya kita test di lab psikologi itu pertanyaanya banyak banget. Kemudian terakhir ada interview lagi,” ucap Ade.

4 Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Lolos Student Exchange ke UM Saat Bimbingan Dengan Kepala UPT Bahasa Ubhara Jaya Rosalina Siagian, S.Pd., M.Pd (foto: Dok Humas Ubhara Jaya)

Baca Juga: Cerita Mahasiswa Ubhara Jaya Ikut Pertukaran Pelajar Ke University Of Mindanao Filipina

Untuk program studi di UM, Nazwa dan Diffa masih mengambil Ilmu Komunikasi sesuai jurusannya di Ubhara Jaya. Pengambilan jurusan itu pun disesuaikan dengan mata kuliah yang diambil di Ubhara Jaya.

“Jadi ini disesuaikan dengan mata kuliah yang bakal kami dapat di sini juga,” ucap Diffa dan Nazwa.

Sementara untuk Pasha dan Ade dari Fakultas Hukum mengambil jurusan Kriminologi. Hal itu juga disesuaikan dengan kondisi di UM.

“Di UM tidak ada fakultas hukum adanya kriminologi, berhubung itu memiliki hubungan yang sama jadi kami mengambil kriminologi,” kata Ade.

Keempat mahasiswa ini pun rencananya akan berangkat ke Filipina kurang lebih satu minggu lagi. Mereka pun berpesan kepada teman-teman yang belum lolos untuk tetap semangat. 

“Mereka tuh sudah keren. Sudah mau ikut tes toeflnya dan segala macam itu sudah keren. Bukan berarti gak lolos ke Filifina ini gagal,” ucap Pasha.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangara Jakarta Raya

]]>