teknik kimia – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id Mon, 15 Jun 2026 06:28:09 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://ubharajaya.ac.id/wp-content/uploads/2024/03/cropped-android-chrome-256x256-1-32x32.png teknik kimia – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya https://ubharajaya.ac.id 32 32 Mahasiswa Fakultas Teknik Ubhara Jaya Tembus Final ONMIPA-PT Nasional 2026 di Universitas Airlangga https://ubharajaya.ac.id/mahasiswa-fakultas-teknik-ubhara-jaya-tembus-final-onmipa-pt-nasional-2026-di-universitas-airlangga/ Mon, 15 Jun 2026 06:28:09 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=17895 Surabaya – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui mahasiswa Fakultas Teknik (FT) yang berhasil melaju ke babak final Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) Tahun 2026.

Dua mahasiswa Fakultas Teknik, Devi Pancarawati dan Nurizka Alifa Rahma, sukses lolos dari tahapan seleksi wilayah dan berhak mewakili Ubhara Jaya pada tingkat nasional. Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas akademik mahasiswa Ubhara Jaya yang mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Babak final ONMIPA-PT 2026 berlangsung di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 8-12 Juni 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek) tersebut merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan mahasiswa berprestasi dalam bidang Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi dari seluruh Indonesia.

Rektor Ubhara Jaya, Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim (HC), menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa menembus final ONMIPA-PT Nasional menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Teknik memiliki kompetensi akademik yang unggul dan mampu bersaing di tingkat nasional.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan akademik, meningkatkan daya saing, serta aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi yang dapat mengharumkan nama universitas,” ujarnya.

Keberhasilan ini juga mencerminkan efektivitas program pembinaan prestasi mahasiswa yang dijalankan Ubhara Jaya. Melalui berbagai kegiatan pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kompetensi, fakultas terus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang mendukung lahirnya mahasiswa berprestasi.

Selama mengikuti kompetisi, kedua mahasiswa mendapatkan pendampingan dari Dekan FT, Dr. Dede Rukmayadi, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Bimbingan Konseling, Dr. Bungaran Saing, serta dosen pembimbing Dr. Retno Wulandari yang selama ini aktif membina dan mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi kompetisi akademik tingkat nasional.

Partisipasi mahasiswa dalam ONMIPA-PT Nasional turut memperkuat komitmen Ubhara Jaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, budaya akademik, serta reputasi institusi di tingkat nasional. Ubhara Jaya akan terus mendorong dan mendukung mahasiswa untuk mengembangkan potensi terbaiknya melalui berbagai program pembinaan dan kompetisi akademik.

Selamat kepada Devi Pancarawati dan Nurizka Alifa Rahma atas pencapaian yang membanggakan ini. Semoga keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan membawa nama Ubhara Jaya semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

]]>
Kuliah Umum Prodi Teknik Kimia Ubhara Jaya, Kupas Pemanfaatan Sampah Makanan Jadi Biogas https://ubharajaya.ac.id/kuliah-umum-prodi-teknik-kimia-ubhara-jaya-kupas-pemanfaatan-sampah-makanan-jadi-biogas/ Tue, 15 Apr 2025 08:46:00 +0000 https://ubharajaya.ac.id/?p=15247 Bekasi – Program Studi Teknik Kimia, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menggelar Kuliah umum dengan tema “Teknologi Biogas: Solusi Berkelanjutan pengolahan dan pemanfaatan sampah makanan”, Selasa (14/4/2025). Kuliah ini dilaksanakan secara hybrid untuk agenda offline dilaksanakan di Kampus II, Bekasi.

Kuliah umum ini menghadirkan Ir. Prasetiyadi, M.M merupakan ahli dari BRIN dan Bayu Aji Prasetyo, S.T., M.M seorang praktisi. Acara ini dimoderatori mahasiswa  berprestasi Nabila Quthrumada Zulfa yang pernah mewakili Ubhara Jaya dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres).

Dalam kuliah umum tersebut dibahas tentang bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan sampah makanan. Sebelumnya audien dijelaskan terlebih dahulu tentang apa itu sampah makanan. Pemateri Ir Prasetiyadi menjelaskan tentang dua hal dari sampah makanan. 

Pertama food lost yang merupakan bahan makanan yang belum diolah atau dimasak tetapi dibuang. Kedua yakni food waste yakni bahan makanan yang telah diolah atau dimasak kemudian dibuang. 

Baca Juga: 5 Pelatih Internasional Asal Korsel Bagikan Pengetahuan Sport Education saat Kuliah Umum di Ubhara Jaya

Pemateri juga menjabarkan tentang fakta dimana sampah makanan Indonesia mencapai Rp 330 triliun. Padahal sampah-sampah ini bisa diolah menjadi bahan yang bermanfaat, salah satunya kompos. Di mana praktiknya, pemanfaatan sampah organik yang dihasilkan dari bekas makanan ini bisa olah secara rumahan. Untuk memanfaatkan lainnya bisa menjadi umpan maggot. 

Apa Kaitannya dengan Biogas?

Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari aktivitas bakteri yang menguraikan bahan-bahan organik dalam kondisi anaerobic menjadi metana dan karbon dioksida. Prosesnya yakni, sampah makanan ini dilakukan pemilahan dan kemudian dilakukan proses  penghancuran. Kemudian dilakukan pencampuran dengan air hingga terjadi reaktor biogas dan Efluen. Di mana biogas (basholder) bisa menjadi pengganti LPG dan Efluen sebagai kompos cair untuk tanaman atau diolah lebih lanjut.

Baca Juga: Ubhara Jaya dan UM Gelar Kuliah Umum Bertema “Global Partnership for The Goals in Quality Education”

Diakhir paparannya dijelaskan tentang deretan manfaat pengolahan biogas sampah makanan yakni;

1. Mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
2. Memudahkan penanganan sampah secara keseluruhan
3. Menciptakan peluang Ekonomi Baru
4. Menghasilkan biogas sebagai bahan bakar pengganti LP/berkontribusi meningkatkan produksi energi baru terbarukan (EBT).
5. Berkontribusi mengurangi timbunan emisi
6. Menghasilkan kompos/pupuk organik cair (POC)/ mendukung Pertanian Berkelanjutan
7. Berpotensi menghasilkan: Nata, Micro Algae dll. Produk turunnya.

Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

]]>